Mahasiswa KKN Unhas di Tallo 1 Gelar Edukasi Kesehatan Mental selama Pandemi

8 Aug 2020 , admin-02 Akademik

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 104 Wilayah Tallo 1 membagikan masker kepada pengendara yang tidak menggunakan masker.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unhas Gelombang 104 di lokasi Tallo 1 menggelar berbagai program kerja dalam rangka berpartisipasi mengatasi pandemi Covid-19.  Sesuai dengan tema sentral KKN Unhas tahun ini, yaitu “Bersatu Melawan Covid-19”, mahasiswa KKN Unhas di Tallo memfokuskan pada program edukasi dan sosialisasi.
 
Koordinator KKN Unhas Posko Tallo, Andi Muhammad Fadhlurrahman, menjelaskan Sabtu (8/8) bahwa peserta KKN di lokasinya menggelar program kelompok dan program individu.  Hal itu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di daerah sekitar domisili mahasiswa.
 
“Pelaksanaan KKN basisnya adalah domisili, dimana kami merancang kegiatan dan program sesuai kebutuhan masyarakat sekitar tempat tinggal.  Di Posko Tallo 1, kami melakukan program edukasi, pengadaan tempat cuci tangan, penyemprotan, dan menyebarkan poster dan leaflet terkait adaptasi kebiasaan baru,” kata Fadhlurrahman.
 
Posko Tallo 1 mencakup 6 kelurahan, yaitu Lembo, Bunga Eja Beru, Kalukuang, Kaluku Bodoa, La’latang, dan Buloa. Mahasiswa KKN di lokasi ini juga menggelar beberapa kegiatan secara langsung kepada masyarakat, sambil tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.
 
Dalam kegiatan pembagian face shield dan edukasi kepada masyarakat yang berlangsung pada Kamis (6/8), Lurah Lembo dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat juga turut ambil bagian.  Aparat pemerintah setempat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh mahasiswa.
 
Beberapa mahasiswa memiliki program individu, yang disesuaikan dengan bidang keilmuan mereka.  Seperti yang digagas oleh Nano Gustavo, mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Unhas.  Ia mengangkat topik edukasi kesehatan mental dalam masa pandemi Covid-19.
 
“Gangguan kesehatan mental di era pandemi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti ketakutan terhadap wabah, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, sulitnya beradaptasi dengan kondisi sekarang. Ini menyebabkan tekanan dan beban secara psikologis sehingga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental,” kata Nano.
 
Untuk itu, Nano dan teman-temannya di Posko Tallo 1 membuat berbagai media edukasi untuk dibagikan kepada masyarakat.  Beberapa media komunikasi lainnya, seperti spanduk dan banner, ditempatkan pada area publik serta dibagikan ke pihak kelurahan.(*/ir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :