Lephas Segera Jadi Unit Bisnis

1 Aug 2016 , humas01 Press Release

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu (kiri baju merah) berdiskusi dengan Direktur Lephas Unhas Alwy Rahman ketika menyambangi Kantor Lephas, Senin (1/8/2016). (mda).

Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (Lephas) dipersiapkan segera menjadi unit bisnis Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

‘’Lephas ini paling tidak dalam waktu tertentu harus mampu mengembalikan modal yang kita keluarkan untuk pembelian fasilitas yang ada,’’ kata Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. ketika untuk kesekian kalinya meninjau Lephas, Senin (1/8/2016).

Rektor Unhas ketika meninjau fasilitas percetakan Unhas itu didampingi Wakil Rektor IV Prof. dr. Budu, Sp.M. (K), Ph.D., Direktur Inovasi Riset Prof. Dr. Ir. Sudirman, Direktur Aset Dr. M. Akbar, M.Si, dan Kepala Bagian Perlengkapan Unhas Dra. Fatmahara. Rektor Unhas disambut Direktur Lephas Unhas Drs. M. Alwy Rahman dan staf.

Untuk pengadaan alat percetakan Lephas yang sudah dimanfaatkan untuk kepentingan penerbitan dan pencetakan buku wisuda periode IV Unhas lalu,  Unhas merogoh kecek sebesar Rp 2,4 miliar. Dengan adanya fasilitas tersebut, Unhas tidak perlu lagi mencetak di percetakan luar kampus, terutama mencetak sampul buku di percetakan lain. Fasilitas percetakan dengan mesin baru ini dapat melayani cetakan berwarna dan hitam putih dengan desain cetakan sampul yang sangat baik.

Direktur Lephas M. Alwy Rahman menjelaskan, untuk pencetakan kebutuhan buku dan kalender dengan ukuran kertas A3 sudah bisa dilayani di Lephas dengan warna penuh (full color). Sekarang ini ada kecenderungan mencetak buku dalam skala kecil, disesuaikan dengan kebutuhan.

‘’Jadi, kita dapat mencetak untuk kebutuhan terbetas, 200-300 eksemplar sekali cetak. Bahkan, dalam skala kecil sampai 100 eksemplar. Hanya saja, yang penting, master file-nya tetap ada di Lephas,’’ ujar Alwy Rahman.

Menurut Alwy, sekarang ini ada kecenderungan pencetakan buku menggunakan cetakan indigo, yakni mencetak sesuai kebutuhan saja. Misalnya, jika ada suatu pameran, hahanya diperlukan sekitar 40-50 eksemplar, maka penulis atau pemesan dapat memesan cetakan sebanyak itu.

Usai berdiskusi di ruang percetakan Lephas, Rektor Unhas dan rombongan melihat dari dekat fasilitas gedung yang ada, termasuk halaman depan gedung yang masih cukup lapang. Dwia Aries Tina Pulubuhu meminta Direktur Inovasi Riset dan Direktur Aset serta Direktur Lephas segera merancang perencanaan bisnis memanfaatkan Lephas ini secara operasional dan maksimal. Untuk sementara, seluruh jenis pencetakan kebutuhan Unhas harus dilaksanakan di Lephas, tetapi semua rinciannya harus dihitung.

Dwia juga kaget ketika mengetahui kalau buku wisuda sudah beberapa tahun terakhir ini, dicetak hanya 200 eksemplar dan tidak dibagikan kepada para wisudawan.

‘’Mestinya, para wisudawan yang harus memperoleh buku wisuda sebagai dokumentasi mereka,’’ ujar Dwia sembari mengharapkan , buku ini mengingat biaya pencetakannya juga tidak sedikit, perlu ditawarkan kepada para wisudawan yang berminat memilikinya.

‘’Jadi, tidak perlu kita paksakan, yang berminat saja,’’ kuncinya. (*).

 

Baca juga :