Ketua MWA Unhas Gelar Silaturahmi Perdana

25 Mar 2019 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA (kanan) dan Ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Dr. Dadang A. Suriamihardja (kiri) mendampingi Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Komjen Pol. Purn. Drs. Syafruddin, M.Si (tengah)

Komjen Pol. Purn. Drs. Syafruddin, M.Si, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) ditetapkan sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin dalam rapat perdana MWA di Istana Wakil Presiden, Jum’at, 22 Maret 2019.  Hari ini, Senin, 24 Maret 2019, Ketua MWA langsung menggelar silaturahmi bersama jajaran pimpinan Unhas, Senat Akademik, dan anggota MWA di Ruang Rapat Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas.
 
Menpan-RB bersama rombongan tiba di kampus Unhas sekitar pukul 09.10 WITA. Kedatangannya disambut hangat oleh Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, para Dekan, dan para Direktur.  Setelah beramah tamah sekitar 15 menit di ruang kerja Rektor Unhas, Menpan-RB (yang akrab disapa Pak Syaf) menuju Ruang Senat untuk acara silaturahmi.
Dalam sambutan pengantarnya, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas gerak cepat Ketua MWA yang baru terpilih. “Baru hari Jum’at kemarin Bapak Menpan menerima mandat sebagai Ketua MWA, hari ini beliau langsung datang ke Unhas untuk bersilaturahmi dengan seluruh jajaran civitas akademika. Ini menunjukkan komitmen dan tekad beliau untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan Unhas,” kata Prof. Dwia.
 
Pada kesempatan itu, Prof. Dwia juga mengisahkan lika-liku sebelum Pak Syaf menjadi anggota Majelis Wali Amanat Unhas.  Beliau memaparkan, karena ketokohannya, Pak Syaf bukan saja diminta oleh Unhas, tetapi juga oleh Universitas Indonesia. “Rektor UI kaget juga ketika tahu bahwa Pak Syaf ternyata menjadi anggota MWA Unhas. Beliau bilang ‘Wah, Bu Rektor, kami juga sudah mengajukan permohonan kepada Menteri agar beliau menjadi anggota MWA kami’. Ternyata Unhas yang kebagian berkah mendapatkan Pak Syaf. Tidak hanya menjadi anggota MWA, beliau bahkan menjadi Ketua MWA. Ini merupakan kesyukuran bagi kita,” papar Prof. Dwia.
 
Prof. Dwia juga menjelaskan secara singkat perjalanan Unhas selama ini, termasuk dinamika antara ketiga organ utama, yaitu Rektor, Senat Akademik, dan Majelis Wali Amanat.  “Kami berharap, sinergi yang sudah berjalan sangat baik dan harmonis selama ini dapat terus dipertahankan pada masa-masa mendatang.  Apalagi, ketiga anggota MWA yang berasal dari elemen tokoh masyarakat, yaitu Pak Syaf, Pak Sofyan Wanandi, dan Pak Chairul Tanjung, adalah tokoh-tokoh yang tidak diragukan lagi jejaring nasional dan internasionalnya,” ujar Prof. Dwia.
 
Dalam ceramahnya, Pak Syaf membuka dengan kisah pengalamannya tentang Unhas. “Saya dulu ketika lulus SMA, mendaftar di Unhas. Tapi tidak lulus. Kemudian saya ikut seleksi Akabri dan lulus menjadi yang terbaik. Saya tidak tahu ini yang salah Unhas atau Akabri ya,” kata Pak Syaf yang disambut tawa hadirin.  “Tetapi begitulah garis hidup. Gagal masuk Unhas, akhirnya saya kembali ke Unhas sebagai Ketua MWA.”
 
Pak Syaf mengawali ceramahnya dengan mengutip buku Homo Deus: A Brief History of Tomorrow karya penulis muda Yuvah Noah Harari.  Dalam buku itu, kata Pak Syaf, Harari menguraikan tiga masalah besar yang dihadapi negara-negara di dunia, yaitu kelaparan, wabah penyakit, dan perang.
 
Belajar dari pengalaman negara-negara di dunia, kata Pak Syaf, kita akhirnya mengetahui bahwa sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah jawaban dari berbagai persoalan dunia.  “Bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan atau isu besar, yaitu revolusi industri 4.0 dan bonus demografi. Kedua isu strategis ini perlu dikelola dengan baik, sebagai jaminan bagi bangsa Indonesia untuk mampu meraih keemasan pada tahun 2045,” kata Pak Syaf.
 
Universitas Hasanuddin harus dapat menyerap gagasan-gagasan pendidikan yang dikembangkan oleh negara maju.  “Pertama, dibutuhkan model pendidikan yang terus beradaptasi dengan perubahan.  Kedua, desain pembelajaran perlu dipersiapkan untuk mempersiapkan manusia-manusia yang akan bekerja pada 65% bidang profesi yang belum ada sekarang. Jadi kita mempersiapkan manusia yang akan bekerja untuk profesi masa depan.  Mari kita bekerja untuk mempersiapkan sumber daya masa depan itu,” kata Pak Syaf mengakhiri cermahnya.
 
Di akhir sesi silaturahmi, Rektor Unhas selanjutnya memandu dialog dengan civitas akademika.  Sebelum meninggalkan kampus Unhas, Pak Syaf menyempatkan diri untuk berkunjung ke ruang kerja MWA yang nantinya akan menjadi tempatnya beraktivitas.  “Saya mungkin akan sesekali menggelar rapat MWA di kantor Menpan di Jakarta.  Jarak bukanlah kendala bagi kita untuk berkoordinasi mengembangkan Unhas,” kata Pak Syaf.(*)
 
Editor: Ishaq Rahman

Baca juga :