Implementasi Merdeka Belajar, Mahasiswa Unhas Belajar Diplomasi dari Diplomat Senior

25 Nov 2020 , admin-02 Akademik

Tangkapan layar narasumber (Ahmad Rusdi) saat membagikan kisahnya dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi HI Fisip Unhas, Rabu (25/11).

Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Hasanuddin menerima kuliah tamu dari Duta Besar Ahmad Rusdi, Rabu (25/11), mulai pukul 10.00 Wita. Kuliah berlangsung secara daring melalui platform zoom meeting.

Ahmad Rusdi merupakan diplomat senior, yang mengawali karir di Kementerian Luar Negeri sejak tahun 1983.  Ia pernah bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha, KBRI Islamabad, dan KBRI London. Ahmad Rusadi juga pernah menjabat Dubes RI untuk Yunani, dan Dubes RI untuk Thailand.

Di dalam negeri, Ahmad Rusdi pernah menjabat Direktur Protokoler Kemenlu, Kepala Biro Istana, Kepala Rumah Tangga Istana, dan Direktur Jenderal Prokol dan Konsuler Kemenlu.

Pada kuliah umum ini, Ahmad Rusdi memberikan materi “Protokoler dalam Diplomasi” untuk mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Diplomasi (Teori dan Praktek) pada semester awal 2020/2021.  Hadir pula mahasiswa lainnya yang tertarik dengan topik ini.

Dosen pengampu mata kuliah, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa kehadiran Dubes Ahmad Rusdi merupakan kesempatan yang sangat berharga dan langka.  Pengalaman narasumber dalam praktek diplomasi sangat lengkap.

“Kita seringkali memahami praktek diplomasi hanya dari teori saja. Pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pengalaman dari pelaku langsung, yang mempunyai pengalaman dalam mengelola praktek diplomasi pada level kepala negara dan tamu negara,” kata Husain.

Dalam pemaparannya, Ahmad Rusdi membagikan berbagai kisah dan pengalaman dalam mengelola protokoler negara, yang mempunyai peran strategis dalam diplomasi.  Praktek protokoler negara membutuhkan kemampuan diplomasi, pemahaman yang luas, bahkan hingga kebiasaan-kebiasaan tokoh.

“Saya sangat senang dapat hadir pada kesempatan ini. Meskipun saya sudah tidak menjabat lagi, namun pengalaman-pengalaman selama ini penting untuk saya bagikan, sehingga mahasiswa dapat mengetahui bagaimana sebenarnya diplomasi itu dilaksanakan,” kata Ahmad.

Pada sesi tanya jawab, mahasiswan menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang terkait dengan protokoler dalam diplomasi.  Kuliah umum ini diikuti oleh 70 peserta, hingga pukul 12.00 Wita.(*/ir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :