IJAS, Jurnal Internasional Unhas Terakreditasi

2 Jan 2018 , admin00 Akademik

Muhammad Arsyad, Ph.D, Sekretaris Publication Management Center (PMC) Unhas.

Universitas Hasanuddin melalui Publication Management Center (PMC) terus menerus membenahi Pengelolaan jurnal ilmiah sebagai bagian dari percepatan pencapaian indikator kinerja publikasi yang ditargetkan Kemristek Dikti terhadap Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) maupun dukungan terhadap Internasionalisasi Unhas. Sepanjang 2017, PMC melakukan Standarisasi dan Indeksasi e-Jurnal berbasis Open Journal System (OJS) Menuju Akreditasi Nasional.

Sekretaris Eksekutif PMC UNHAS, Muhammad Arsyad, Ph.D. menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mengantisipasi Aplikasi Akreditasi, maka semua jurnal harus distandarisasi sesuai Pedoman Akreditasi Jurnal dalam Perdirjen Dikti Nomor 1 Tahun 2014. Jika tidak, jangan berharap bisa terakreditasi. Sistem Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) yang secara khusus dikembangkan untuk pengelolaan akreditasi jurnal ilmiah nasional elektronik, diharapkan akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses akreditasi, Jadi akan diperiksa, apa benar OJS-nya dijalankan. Kalau aplikasinya saja OJS, tapi systemnya tidak dijalankan, pasti asesor akan tahu.  Karena akan dicek lewat password Journal Manager. Jadi semua komponen pengelolaan akan dinilai, mulai dari item “Penamaan” sampai “Penyebarluasan (Visitor Statistic)”. Karena itu, menjadi sangat urgent untuk melakukan standarisasi dan indeksasi e-jurnal, tegas pria yang meraih Ph.D. di Graduate School of Economics, Ryukoku University Kyoto Jepang ini.

Lebih lanjut Arsyad mengingatkan bahwa memang benar Scopus maupun DOAJ Indexing bukan main destination, akan tetapi kalau kita bisa diindeks oleh mereka, maka itu suatu bentuk international nomination bahwa jurnal kita memenuhi international standard. Meski kita tidak perlu memperdebatkan, karena dalam Permen 20 Tahun 2017 dengan sangat jelas tertulis bahwa jika Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi B dari Kementerian yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan ? indikator green thick (centang dalam lingkaran hijau) disetarakan/diakui sebagai jurnal internasional. Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi A dari Kemristekdikti yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator green thick disetarakan/diakui sebagai jurnal internasional bereputasi. ?Artinya yang terakhir ini setara Scopus.

Bahwa kita bisa Akreditasi Nasional , terindeks DOAJ maupun Scopus, maka ketiganya akan menjadi magnet bagi penulis baik dalam maupun luar negeri. Jadi tidak akan less manuscript.  Setelah akreditasi, paper submission ke IJAS meningkat 40% dan memiliki Rejection Rate mencapai 30%. Ini indikasi quality assurance jurnal. Makin tinggi Rejection Rate, jurnal makin bagus. Karena itu, PMC akan menyisir secara bertahap jurnal-jurnal di Unhas yang belum terstandarisasi secara nasional untuk distandarisasi lalu diusulkan untuk diakreditasi. Karena kalau sekali gagal akreditasi, maka embargo-nya setahun. Jadi harus dipersiapkan dengan baik. Selain itu, perlu dicermati bahwa Dikti sedang membangun Science and Technology Index (SINTA) sebagai deteksi sitasi dan ekspertasi ilmuan di Indonesia, termasuk akan link dengan e-jurnal. Kita bisa tahu posisi kualitas e-journal. Ya, itu semacam Scopus-nya Indonesia. Jadi akan ketahuan berapa SINTA Score seorang dosen sebagai academic profile, termasuk Kinerja e-journal, ungkap Arsyad.

Kita bersyukur bahwa bertambah lagi Jurnal Ilmiah Unhas yang Terakreditasi Nasional yaitu International Journal of Agricuture System (IJAS). Chief Editor IJAS adalah Prof. M. Saleh S. Ali. Jurnal ini dibangun sejak Juni 2013, di-maintain baik manajemen maupun substansi secara kontinu, sehingga di ujung Tahun 2017 memperoleh Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset Dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 48A/Kpt/2017?Tentang Hasil Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik Periode Ii Tahun 2017. Pada Periode ini secara nasional ada 70 Jurnal yang berhasil lulus Akreditasi.  Bidang Ilmu Agama 2, Ekonomi 8, Hukum 6 , Kesehatan 7,  MIPA 4, Pendidikan 8, Rekayasa 11, Seni 2, Sosial Humaniora 11, Pertanian 11. IJAS Unhas salah satunya lulus untuk bidang Pertanian.

PMC targeting semua fakultas di Unhas memiliki Jurnal Terakreditasi Nasional dan Terindeks paling kurang EBSCO dan DOAJ Green Thick. Sehingga akan memenuhi Permen 20. Tidak ada pilihan lain, suatu perguruan tinggi harus punya brand, dan salah satu fundamental brand adalah e-journal ilmiah bereputasi, tegas Associate editor IJAS ini. Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA sesaat sebelum bertolak ke Saudi Arabia menerima SK Akreditasi IJAS. Rektor Unhas menyatakan kesyukurannya dan berterimakasih kepada seluruh author, editorial dan reviewer IJAS, serta PMC atas kontribusinya sehingga IJAS Unhas bisa terakreditasi nasional, terindeks EBSCO, DOAJ dan Harvard Library. Kita berharap, kedepan IJAS makin diminati untuk proses diseminasi hasil-hasil riset dosen baik Skim Desentralisasi, Unggulan Perguruan Tinggi, Professorship, Kompetitif Nasional maupun Kemitraan Internasional. Selain itu, kita berharap IJAS akan menembus paling kurang Cluster S2 di 2018 yang masih berposisi S3 di 2017 dari rentang S1 sampai S6 di SINTA.(*)

Baca juga :