Hotel Unhas Akan Dibangun Dengan Dukungan Alumni

29 Mar 2018 , admin00 Kerjasama

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT. Nindya Karya Tbk., menandatangani MOU Rencana Pembangunan Hotel Unhas. (dok: Humas)

Universitas Hasanuddin dan PT. Nindya Karya, Tbk. menyepakati kerja sama untuk pembangunan Hotel Unhas.  Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Areis Tina Pulubuhu, MA, dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT. Nindya Karya Tbk., Ir. Haedar A. Karim, MT, yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik (IKA Teknik) Unhas.

Acara yang berlangsung pada Kamis, 29/3/2018, pukul 11.30 di Lantai 8 Gedung Rektorat ini dihadiri pula oleh Dekan Fakultas Teknik yang baru saja dilantik, Dr. Ir. Muh. Arsyad Thaha, MT, Direktur Kemitraan Internasional Unhas, Dr. Iqbal Djawad, Direktur PT. Inovasi Benua Maritim (milik Unhas), Ir. Anshar Rahman, Ketua IKA Teknik Sulsel, (yang juga anggota DPRD Sulsel) M. Irfan AB, Komisaris PT. Inovasi Benua Maritim, Dr. Sapri Pamulu, serta jajaran pejabat di lingkungan Unhas.

Dalam pengantarnya, Ir. Haedar A. Karim, MT mengatakan bahwa gagasan pembangunan hotel ini sebenarnya didasari oleh kepedulian alumni Unhas. “Kami baru membangunan hotel di Semarang.  Kami juga baru bekerja sama dengan Pelindo untuk bangun hotel di Jayapura.  Sementara itu, Unhas ini telah menjadi PTN Badan Hukum dan memiliki tantangan untuk membangun unit bisnis agar bisa membiayai operasional kampus.  Saya kemudian berpikir, sebagai alumni Unhas saya merasa malu kalau tidak dapat membantu almamater saya.  Jadi, pembangunan hotel ini memang memiliki sisi bisnis.  Tapi tidak hanya itu.  Yang paling penting untuk dilihat dari kerja sama ini adalah kontribusi alumni bagi almamaternya,” kata Haedar.

Pembangunan hotel Unhas telah masuk dalam perencanaan bisnis kedua belah pihak, baik PT. Nindya Karya maupun Unhas.  Keseriusan PT. Nindya Karya itu terlihat dari proses cepat yang dilakukan.  “Sebelum MOU ini kami sudah melakukan pra-FS (feasibility study/studi kelayakan, -pen).  Selanjutnya, dengan MOU ini kita memiliki dasar untuk memperoleh persetujuan Komisaris.  Saya kira Unhas juga begitu, akan segera memproses untuk persetujuan Majelis Wali Amanat.  Kalau semua sudah siap, dalam waktu secepatnya akan kita wujudkan gagasan ini. Saya bahkan berharap kalau bisa paling lama 20 bulan hotel ini sudah beroperasi,” tegas Haedar.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyambut dengan gembira kerja sama ini.  “Unhas ini besar, punya banyak aset. Tapi tidak mungkin kita kembangkan sendiri. Kita butuh mitra.  Ada banyak mitra yang pernah mengajukan tawaran kerja sama, tetapi kita harus hati-hati, jangan sampai keliru memilih mitra yang hanya mementingkan diri sendiri dan mau memanfaatkan Unhas.  Nah, kebetulan ini ada alumni yang mau berkontribusi, maka saya yakin alumni pasti akan memberi yang terbaik untuk almamaternya,” papar Prof. Dwia.

Sebelum acara penandatanganan MOU hari ini, sebelumnya telah ada proses pemaparan rencana awal oleh tim dari PT. Nindya Karya beberapa waktu lalu. Ketika itu, Unhas menyampaikan beberapa aspirasi, termasuk keinginan Rektor agar bisa menjadi pemegang saham mayoritas.  Gagasan tersebut langsung diamini oleh Nindya Karya.

Rektor Unhas menyatakan salut dan menyampaikan pujian atas kecepatan kerja BUMN ini. “Rasanya baru minggu kemarin kita diskusi mengenai hal ini, hari ini sudah ada MOU. Begitulah kalau para profesional yang mengerjakannya.  Apalagi ada alumni di dalamnya,” puji Prof. Dwia.

Setelah penandatanganan MOU ini, baik Unhas maupun Nindya Karya akan segera mengadakan proses internal di lembaga masing-masing.  Khusus untuk Unhas, Rektor akan segera mengajukan permintaan persetujuan dari Majelis Wali Amanat.  Apalagi proses ini berjalan lancar, maka sesuai MOU, Unhas dan Nindya Karya akan membentuk tim bersama yang beranggotakan dari masing-masing pihak dengan melibatkan juga operator hotel.  Rektor Unhas berharap, dalam kerja sama ini, Unhas akan menjadi pemegang saham mayoritas.(*)

Baca juga :