FKG Unhas Gelar Pelatihan Systematic Review untuk Terapkan Pembelajaran Daring

12 Apr 2020 , admin-02 Akademik

Universitas Hasanuddin melalui Departemen Ortodonti dan PPDGS Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) menyelenggarakan pelatihan systematic review. Hal ini dilakukan guna mendukung proses pembelajaran daring yang menjadi salah satu kebijakan Unhas di tengah suasana pembatasan sosial akibat wabah Covid-19. 
 
Systematic review merupakan cara pembelajaran review literatur yang menggunakan metode yang sistematis untuk mengumpulkan data sekunder, menganalisa secara kritis hasil-hasil penelitian sebelumnya, dan melakukan sintesis secara kualitatif atau kuantitatif. Dalam bidang medis, metode pembelajaran ini lazim digunakan untuk meringkas hasil kajian terhadap layanan kesehatan.
 
Pada kesempatan wawancara pada Sabtu (11/4), Dekan FKG Unhas, drg. Muhammad Ruslin Sp.BM(K), M.Kes.Ph.D., menjelaskan bahwa wabah Covid-19 membuat dunia pendidikan meliburkan siswa dan mahasiswanya dari proses pembelajaran tatap muka langsung beralih pada sistem pembelajaran berbasis internet. 
 
"Cara pembelajaran kini berubah, kuliah, seminar dan sistem ujian juga berubah. Hal ini mendorong FKG Unhas menyesuaikan semua sistem perkuliahan berbasis daring, termasuk ujian skripsi, yang akan diarahkan menggunakan Systematic Review, untuk meminimalisir kontak," jelas drg. Ruslin. 
 
Pelatihan systematic review tersebut dilakukan secara online dengan bantuan aplikasi  Zoom. Pelatihan ini diikuti oleh 160 dosen, mahasiswa residen, dan tenaga kependidikan di lingkup FKG Unhas.
 
Pelatihan ini dipandu oleh beberapa nara sumber, diantaranya drg. Irfan Sugianto M.MedEd, Ph.D. , drg. Fuad Husain Akbar., Ph.D, dan drg. Acing Habibi Mude, Ph.D.
 
Ketua Program Studi Program Profesi Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Ortodonti, drg. Arsiansyah S. Pawinru, Ph.D, menjelaskan bahwa dengan pelatihan ini, diharapkan dosen dan mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang sama terkait metode Systematic Review.
 
“Dengan adanya kesamaan pemahaman tentang metode ini, kita berharap dapat segera menerapkannya dalam proses pembelajaran. Tentu saja kita berharap wabah Covid-19 ini segera berlalu. Namun jika seandainya situasi berkepanjangan, kita sudah mempersiapkan diri,” kata Ardiansyah.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :