FISIP Unhas dan KPI Sepakati Kerja Sama Konferensi Penyiaran Indonesia

11 Mar 2020 , admin-02 Akademik

Dekan FISIP Unhas (Prof. Dr. Armin, M.Si) saat memberikan cenderamata pada Komisioner KPI Pusat (Yuliandre Darwis), Rabu (11/03).

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menandatangani kerja sama tentang Riset Indeks Kualitas Program Siaran dan  Pelaksanaan Konferensi Penyiaran Indonesia.  Penandatanganan kerjasama tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dekan Fisip Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (11/03).
 
Kerja sama Pelaksanaan Riset Indeks Kualitas Program Siaran yang dikolaborasikan bersama KPI dan FISIP Unhas merupakan kerja sama tahunan yang telah lama terjalin. Namun kerja sama kedua belah pihak terkait penyelenggaraan Konferensi Penyiaran Indonesia adalah hal yang baru. 
 
Mengawali kegiatan, Dekan FISIP Unhas, Prof. Dr. Armin, M.Si., dalam sambutannya menyambut baik kerja sama tersebut. Prof Armin mengatakan bahwa meneliti indeks penyiaran Indonesia adalah deteksi dini dari melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap informasi yang diberikan. 
 
“Saya rasa KPI Pusat sensitif menanggapi hal tersebut dengan melakukan penelitian sebelum masyarakat bereaksi terhadap informasi yang hadir. Dari kegiatan ini, kami percaya pasti akan lahir evaluasi aspek penyiaran mana yang perlu dan dapat direvisi atau yang perlu ditingkatkan,” jelas Prof Armin. 
 
Yuliandre Darwis selaku Komisioner KPI Pusat menuturkan bahwa survey indeks kualitas program siaran yang telah dilakukan bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia akan menjadi program prioritas nasional yang harus diperkuat substansi dan resonansinya. 
 
Lebih lanjut, beliau menjelaskan setelah dikerjakan selama bertahun-tahun, program tersebut dievaluasi dan melahirkan format baru serta masukan mengenai apa saja  yang perlu di perbaiki. 
 
“Kami ingin menyentuh substansi dari kegiatan yang kami lakukan. Oleh sebab itu, semoga evaluasi ini bisa menjadi kekuatan dan menghadirkan siaran yang berkualitas kedepan,” ungkap Yuliandre. 
 
Diakhir sambutannya, Yuliandre berharap kegiatan yang akan terlaksana tersebut dapat menjadi program baru dan role model literasi media di Indonesia Timur serta terjalin kerjasama yang kontinu dengan Komisi Penyiaran Indonesia. 
 
"Program-program televisi yang ada sekarang masih monoton dan butuh ide cerdas. Kami berharap ide-ide tersebut dapat lahir dari artikel-artikel dalam konferensi nasional yang akan diselenggarakan nantinya. Ini kolaborasi bersama, sehingga kita bisa membangun masyarakat penyiaran yang lebih baik,” tutup Yuliandre. 
 
Untuk Konferensi Penyiaran Indonesia sendiri sudah direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September mendatang, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk pemilik-pemilik media.
 
Acara penandatanganan kerja sama tersebut ditutup dengan bincang bincang hangat dari delegasi KPI Pusat dan pihak FISIP Unhas.(*/jen/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :