Farmasi Unhas Akan Gelar Webinar Internasional Bahas Peran Lalat Buah Dalam Dunia Kesehatan

13 Jun 2020 , admin-02 Akademik

Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin akan menyelenggarakan webinar Internasional dengan tema "How To Make or Break a Neuron: Microtubulus in Axon Growth and Degeneration". Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Senin (15/06).
 
Dalam wawancara pada Sabtu (13/06), Firzan Nainu, Ph.D., Apt. selaku Kepala Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas menjelaskan latar belakang webinar. Saat ini Farmasi Unhas telah  terakreditasi internasional ASIIN. Salah satu langkah untuk mempertahankan akreditasi tersebut adalah menyelenggarakan kuliah tamu (guest lecture) secara berkesinambungan. 
 
Farmasi Unhas secara rutin telah melaksanakan kuliah tamu. Akibat kondisi Covid-19 saat ini, maka kegiatan kali ini diselenggarakan secara online.  Bulan lalu, kuliah tamu menghadirkan Dr. Deepti Trivedi (NCBS, India) yang berbicara tentang genome editing menggunakan metode CRISPR-Cas9. 
 
"Untuk bulan ini, rencananya akan diselenggarakan dua kali. Senin besok kami akan menghadirkan Prof. Andreas Prokop (FBMH, The University of Manchester, U.K). Beliau melalui Manchester Fly Facility telah bekerjasama dengan kami untuk membentuk gerakan ‘Fly Indonesia’ guna mempromosikan penggunaan lalat buah drosophila melanogaster dalam bidang biomedical dan pharmaceutical sciences," jelas Firzan. 
 
Terkait pemilihan tema, Firzan menuturkan lalat buah dalam bidang biomedical dan pharmaceutical telah banyak digunakan dalam upaya drug discovery utamanya dalam bidang neurologi (epilepsi, Parkinson, Alzheimer, dll), kanker, penyakit infeksi, dan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). 
 
"Kebetulan Prof. Andreas merupakan salah satu ahli di bidang neurosains yang bersedia membagikan waktu dan ilmunya kepada kita. Olehnya itu kami sangat berterima kasih atas kesediaan beliau," sambung Firzan. 
 
Sejak pendaftaran dibuka, Firzan mengakui telah banyak peserta dari berbagai negara mendaftarkan diri untuk mengikuti kuliah umum. Hanya dalam waktu 24 jam, kapasitas peserta yang disesuaikan dengan aplikasi yang digunakan telah terisi penuh. 
 
"Kapasitas zoom room yang kami miliki maksimal 500 peserta. Seat ini sudah full terisi dan itupun masih banyak yang ingin bergabung. Karena itu, panitia memutuskan untuk menggunakan live streaming youtube bagi peserta yang tidak dapat lagi bergabung lewat aplikasi zoom," tutup Firzan.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :