Fakultas Peternakan Unhas Hadirkan Pakar China Bahas Genetika Hewan

6 Mar 2020 , admin-02 Akademik

Prof. Han Jianlin saat menyampaikan materinya dalam kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Peternakan Unhas, Jumat (06/03).

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin mengadakan Kuliah Umum yang membahas topik “In Animal Genetic: Domesticated Animal in the World”. Kuliah Umum ini menghadirkan Prof. Han Jianlin yang saat ini bekerja di International Livestock Research Institute (ILRI) Nairobi, Kenya.  
 
Prof. Han merupakan peneliti dari Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS), yang saat ini memimpin Proyek CAAS-ILRI Joint Laboratory on Livestock and Forage Genetic Resources, Institute of Animal Sciences, Beijing, China. 
 
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hidayat Anshari, M.Sc, turut mendampingi Prof. Han.  Kuliah umum yang pesertanya didominasi oleh mahasiswa kelas genetika digelar di Livestock Hall, Lantai 2, Fakultas Peternakan Unhas, Jumat (6/03).
 
Mengawali kuliah umum ini, Dekan Fakultas Peternakan (Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc) menyampaikan sambutan selamat datang.  Beliau memberi apresiasi yang tinggi atas kehadiran Prof. Han Jianlin dan Hidayat Anshari, yang berkenan berbagi ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa di Fakultas Peternakan.
 
“Prof. Han telah melakukan banyak penelitian terhadap fauna di Kenya.  Hasil penelitian dan pengalaman sebagai peneliti tentu sangat penting untuk kita ketahui, sehingga dapat memberi inspirasi bagi penelitian-penelitian kita.  Kita juga berharap kehadiran beliau dapat membuka kerja sama penelitian dan publikasi bersama,” kata Prof. Lellah.
 
Mengawali materinya, Prof. Han menjelaskan betapa tingginya hasil produksi sumber pangan hewani di dunia saat ini. Secara global, 5 dari 6 komoditi sumber pangan dunia berasal dari produk hewani. Salah satu contohnya adalah susu sapi. Di dunia saat ini, produk susu sapi lebih tinggi dibanding beras.
 
Prof. Han menjelaskan bahwa dalam kelompok konsultative penelitian pertanian internasional yang bernama Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), terdapa 15 pusat penelitian.  Institusi-institusi tersebut memiliki tujuan dan selaras dengan misi dan mandat ILRI.
 
“Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan keamanan makanan, mengembangkan kesehatan dan nutrisi manusia, serta menjaga kelangsungan keberlanjutan kesehatan lingkungan.  Hal ini sejalan dengan misi ILRI untuk memastikan kehidupan yang lebih baik melalui sumber pangan ternak,” kata Prof. Han.
 
Prof. Han selanjutnya memaparkan ia melihat banyak hewan lokal Indonesia yang memiliki jenis-jenis yang unik, salah satunya adalah ayam. Ayam broiler yang dikomersialisasi di pasar dan supermarket, bagi orang Indonesia itu bisa dipelihara di belakang rumah. Kemudian ada juga ayam gagak yang bisa ketawa. Dari hal ini dapat dilihat bahwa hewan-hewan ini selain menjadi bahan pangan, juga menjadi media rekreasi, sehingga hewan lokal ini memiliki nilai tambah.
 
“Ada pendekatan populasi genomic yang terbagi dua, yaitu, loci natural dan loci terseleksi. Untuk loci natural, hal ini berfungsi untuk mengetahui asal dari suatu spesies, sedangkan untuk loci terseleksi berfungsi untuk mengetahui sejarah suatu spesies tentang gen, mutasi, dan aspek lainnya,” jelas Prof. Han.
 
Dalam bidang peternakan, ada beberapa jenis masalah yang dihadapi terkait isu kekebalan terhadap penyakit yaitu; kurangnya pendataan dan pencatatan terhadap spesies di peternakan, tekanan dalam sejarah penyeleksian kekebalan genetic, seleksi alam, stabilitas jangka panjang serta solusi, observasi terhadap kelas mayor pada organisme penyakit, virus, bakteri dan parasite, serta kemungkinan-kemungkinan mekanisme penanganan yang khas.
 
Menurut Prof. Han, dalam peternakan perlu dipahami adanya keberagaman ternak. Dalam hal ini, yang harus diperhatikan adalah bagaimana bentuk dan jenis suatu spesies terbentuk dari hasil adaptasi dan juga mempengaruhi adaptasinya.
 
Kuliah umum yang dihadiri oleh kurang lebih 50 dosen dan mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas berlangsung hingga pukul 15.30 Wita.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :