Fakultas Kedokteran Unhas Sambut Mahasiswa Asal Asmat, Papua

29 Jul 2019 , mirayanti110@gmail.com Akademik

Sebagai kelanjutan dari kerja sama yang dilaksanakan oleh Universitas Hasanuddin dengan Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, sebanyak 39 putra-putri Asmat kembali diterima pada Program D-III Vokasi Kesehatan.  Acara penyambutan berlangsung pada pukul 10.00 wita di ruang Kuliah RPA, Lantai 2 Fakultas Kedokteran, Senin (29/07).
 
Hadir pada acara penyambutan ini, Dekan Fakultas Kedokteran (Prof. dr. Budu, M.Med.Ed., SP.M(K)., Ph.D), Dekan Fakultas Keperawatan (Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp., M.Si.), Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes. M.Med.Ed), Ketua Prodi S1 Kedokteran, dan Ketua Prodi S1 Keperawatan.  Turut hadir pula para inisiator kerja sama Unhas dan Kabupaten Asmat, yaitu Prof. drg. Zulkifli, Dr. dr. Junaedi Dahlan, serta perwakilan dari Kabupaten Asmat.
 
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Unhas mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa Asmat yang memiliki semangat tinggi untuk bisa menempuh pendidikan di Unhas. Beliau juga memberikan semangat kepada 39 mahasiswa baru asal Asmat, yang nantinya akan berpisah dengan keluarga beberapa waktu selama menempuh pendidikan. 
 
“Saya dengan bangga menerima anak-anak semua untuk bisa menimba ilmu di Unhas. Perlu diketahui, Fakultas Kedokteran di Unhas menjadi  fakultas terfavorit dengan banyak peminat. Jadi, kalian harus bangga jadi anak Unhas. Apalagi nantinya masih perlu adaptasi di lingkungan baru. Saya rasa ini adalah proses yang harus dilewati,” kata Prof. Budu.
 
Kepala Prodi Sementara DIII Vokasi Kesehatan, Dr. dr. Suryani Tawali, MPH mengatakan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Unhas terhadap masalah kemanusian. Beliau berharap, sekembalinya mahasiswa Asmat nantinya bisa membantu meningkatkan taraf Indikator Kesehatan di daerah mereka, dan tentu menjadi tenaga medis yang memberikan manfaat bagi daerahnya . 
 
“Inikan bisa dikatakan sebagai program kemanusian, tingginya maslaah gizi di Asmat dan banyak yang meninggal serta tenaga medis luar yang susah beradaptasi disana menjadi alasan hal ini dilakukan. Saya berharap bahwa sekembalinya anak-anak di daerah asalnya nanti, bisa membawa perubahan dalam hal perbaikan Indikator Kesehatan,” kata dr. Suryani Tawali.
 
Program D-III Vokasi Kesehatan di Fakultas Kedokteran merupakan program spesifik yang didesain sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah Asmat.  Program ini dimotivasi oleh kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang melanda Asmat tahun lalu.  Ketika itu, Tim Medis Unhas turun membantu, namun dengan semangat mencari solusi jangka panjang.
 
Tim Medis Unhas untuk Asmat yang terdiri dari beberapa profesor ketika itu melihat bahwa salah satu akar persoalan KLB di Asmat adalah kelangkaan tenaga medis trampil.  Orang dari luar Asmat cenderung tidak dapat bertahan karena berbagai alasan.  Maka solusi yang ditawarkan adalah Unhas menyiapkan diri untuk mendidik khusus putra-putri Asmat agar menjadi tenaga medis trampil.
 
“Kelebihan program ini adalah putra-putri Asmat ini akan kembali ke daerah asal mereka, karena mereka dipilih oleh Pemkab Asmat,” kata Prof. Budu yang tahun lalu menjadi koordinator Tim Medis Unhas untuk Asmat.
 
Tahun ini, program D-III Vokasi Kesehatan khusus Asmat telah memasuki tahun kedua.  Para mahasiswa yang mengikuti pendidikan ini adalah putra-putri Asmat yang diseleksi langsung Pemerintah Kabupaten Asmat.  Selama mengikuti pendidikan, mahasiswa asal Asmat ini dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan terampil yang dapat langsung memanfaatkan ilmunya untuk pelayanan kesehatan ketika kembali nanti.(*)
 
 
Laporan : Mirayanti (Humas Unhas)
Editor : Ishaq Rahman

Baca juga :