Dua Guru Besar Baru Unhas Kembali Dikukuhkan pada Rapat Senat

24 Nov 2020 , admin-02 Akademik

Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA) bersama Dewan Profesor dan Ketua SA Unhas foto bersama dengan dua guru besar yang baru dikukuhkan, Selasa (24/11).

Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka upacara penerimaan jabatan profesor. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Ruang Senat Akademik Unhas, Lt. II gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea dan terhubung secara virtual melalui kanal youtube Senat Akademik Unhas, Selasa (24/11).
 
Prosesi pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA), Ketua Senat Akademik Unhas (Prof. Dr. Dadang A. Suriamihardja, M.Eng), Ketua Dewan Professor Unhas (Prof. Dr. Ir. Mursalim), Majelis Wali Amanat Unhas (diwakili oleh Prof. Dr. Syamsul Bahri, SH, MH), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dekan Fakultas Peternakan, dan beberapa anggota senat akademik.
 
Dua profesor baru yang dikukuhkan masing-masing adalah :
 
1. Prof. Dr. Kartini, SE., M.Si., Ak.,CA.,CRA.,CRP., Profesor dalam bidang Ilmu Akuntansi Manajemen Sektor Publik, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Unhas dengan nomor keanggotaan 408.
 
2. Prof. Dr. Ir. Hastang, M.Si., IPU., Profesor dalam bidang Ilmu Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan Unhas dengan nomor keanggotaan 409.
 
Dalam pidatonya, Rektor Unhas mengungkapkan kebanggaan dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi bagi dua guru besar baru.  Di tengah pandemi Covid-19, Unhas mampu mempertahankan kinerja dalam mendorong dosen yang telah memenuhi syarat untuk menjadi profesor.
 
“Alhamdulillah, saat ini Unhas tercatat sebagai perguruan tinggi di luar pulau Jawa dengan jumlah guru besar terbanyak. Di seluruh Indonesia, kita berada di posisi kedua. Ini menunjukkan keunggulan sumber daya manusia yang kita miliki.  Penambahan dua guru besar ini akan memperkuat proses akademik, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Peternakan,” kata Prof. Dwia.
 
Pada kesempatan ini, Rapat Senat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua Senat Akademik mendengarkan Pidato Penerimaan yang masing-masing disampaikan oleh guru besar yang baru.
 
Prof. Dr. Kartini, SE., M.Si., Ak.,CA.,CRA.,CRP
 
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Kartini memaparkan tentang "Fraud Prevention: Tantangan dalam Penguatan Internal Control dan Integrasi Sektor Publik di Indonesia". 
 
Prof Kartini menjelaskan gerakan pencegahan kecurangan (Fraud Prevention) secara global bukan sekedar slogan ataupun basa basi. Sejumlah negara dunia bahkan telah merancang berbagai strategi besar agar menemukan cara terbaik untuk membangun dengan kuat kesadaran terhadap kecurangan, sehingga kerugian negara yang ditimbulkan tidak semakin besar. Perbuatan curang yang semakin banyak bentuknya diakui telah menimbulkan berbagai masalah. Itulah sebabnya, dibutuhkan strategi nasional guna mendorong terciptanya kekuatan pencegahan kecurangan disemua entitas khususnya sektor publik.
 
Lebih lanjut, Prof Kartini juga menyebutkan selain revitalisasi peran dan fungsi internal control sektor publik, juga dibutuhkan strategi penguatan nilai nilai integritas personal dan institusional. Mengkonsolidasi pembangunan integritas disektor publik memang tidak mudah mengingat banyak elemen yang terkait. Untuk jangka panjang, dibutuhkan keseriusan para elit birokrasi untuk menjadi role model integritas masing-masing individu.
 
"Penguatan kebijakan fraud Prevention di Indonesia sangat penting mengingat masih tingginya kebocoran uang negara, rendahnya indeks persepsi korupsi dan rendahnya daya saing bangsa. Hal ini secara progresif dapat dikendalikan, dipulihkan dan ditingkatkan jika dilakukan segera review kebijakan nasional yang berkaitan dengan fraud prevention dengan menyiapkan langkah intervensi kebijakan," jelas Prof Kartini.
 
Prof. Dr. Ir. Hastang, M.Si., IPU
 
Pada kesempatan yang sama, Prof Hastang juga memaparkan pidatonya tentang "Kinerja Pemasaran Sapi Potong Berbasis Peternakan Rakyat".
 
Prof Hastang menjelaskan peternakan memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional yang mana jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat peternak dan semua pihak yang terlibat dari hulu sampai hilir. Namun saat ini, usaha peternakan di Indonesia utamanya sapi potong sebagian besar diatas 90% merupakan peternakan rakyat yang dikelola secara sederhana sehingga produktivitasnya rendah.
 
Dalam mendukung peningkatan produktivitas, dibutuhkan penyederhanaan saluran pemasaran sapi potong. Selain itu, pihak terkait seperti produsen, pedagang hingga stakeholder dapat mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan terkait dengan pemasaran sapi potong.
 
"Pemerintah atau lembaga terkait perlu melakukan pendampingan kepada peternak agar melakukan sistem pemeliharaan secara komersial dengan penerapan teknologi dan orientasi bisnis. Selain itu, diperlukan juga pematuhan pada etika pemasaran," jelas Prof Hastang.
 
Kedua guru besar secara dikukuhkan sebagai anggota Dewan Professor Unhas oleh Ketua Dewan Professor, Prof. Dr. Ir. Mursalim, dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan.(*/mir/ir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :