Dewan Professor Unhas Gelar Webinar Bahas Pemulihan Sosial Ekonomi Pasca Pandemi

1 Jun 2020 , admin-02 Akademik

Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.,) saat membuka kegiatan secara resmi sekaligus menyampaikan materinya sebagai keynote speaker, Senin (01/06).

Dewan Professor Universitas Hasanuddin menyelenggarakan webinar dengan tema "Inovasi Sistem Pemulihan Sosial Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19".  Webinar berlangsung pada Senin (01/06) pukul 10.00 Wita melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal youtube Senat Akademik Unhas. 
 
Dalam sambutan pengantarnya, Ketua Dewan Professor Unhas, Prof. Dr. Ir. Mursalim, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi akademik guna membahas permasalahan Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor. Hadirnya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 merupakan permasalahan yang menyita banyak perhatian, sebab menimbulkan banyak dampak dari berbagai lini kehidupan. 
 
"Dampak yang terlihat tidak hanya mempengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi turut mempengaruhi perekonomian negara. Saat ini perekonomian negara mengalami tekanan berat. Dewan Professor Unhas menggagas kegiatan ini untuk saling bertukar perspektif terkait permasalahan tersebut," jelas Prof Mursalim. 
 
Webinar secara resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., yang juga bertindak sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. 
 
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., menuturkan hadirnya webinar merupakan media berbagi pengetahuan dan informasi yang akan disebarluaskan kepada masyarakat dan pemerintah.  Bahasan ini merupakan pertimbangan para stakehoulder dari para akademisi. 
 
Perekonomian merupakan sektor yang paling merasakan dampak Covid-19. Prof Dwia mengatakan bahwa para pakar telah mengkonfirmasi vaksin belum akan muncul dalam empat sampai lima bulan mendatang. Bahkan, bisa saja dalam 12 sampai 18 bulan mendatang baru vaksin ditemukan.
 
"Jika ukuran waktu tunggunya itu, maka bisa kita bayangkan suasana akan semakin terpuruk dan memberi tekanan besar pada kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia sendiri, sesuai data ketenagakerjaan pada April 2020, jumlah PHK dan karyawan dirumahkan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi juga sudah turun. Olehnya itu, sudah tepat jika kita mengikuti trend dunia memasuki era new normal. Tidak menunggu pasca pandemi, tetapi hidup berdampingan dengan wabah yang makin melandai," jelas Prof Dwia.  
 
Memasuki trend era New Normal, tentu membutuhkan persiapan dan komitmen dengan membangun protokol kesehatan yang bertujuan mengatur interaksi sosial yang lebih sehat sesuai dengan anjuran yang ditetapkan. 
 
"Kita bersyukur pemerintah telah menetapkan program pemulihan nasional yang ditetapkan secara berbeda tergantung daya tular virus yang diikuti dengan standar WHO. Selain itu, mendengar pernyataan pak Jokowi dimana pemerintah telah menyiapkan dana yang cukup besar," sambung Prof. Dwia. 
 
Prinsip dasar pemulihan sosial ekonomi dalam era new normal merupakan suatu proses adaptasi sosial. Sehingga selama proses tersebut berlangsung, harus diseimbangkan antara kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Olehnya itu, Pemerintah diharapkan cerdas untuk mengetahui kondisi dan terpenting adanya kesepakatan dari semua stakehoulder tentang indikator sosial ekonomi yang akan diprogramkan. 
 
Prof. Dwia kemudian menyampaikan catatan penting dalam upaya merespon penanganan wabah. Pemerintah diharapkan mengembangkan kebijakan berbasis data yang terukur, sehingga tidak terjadi tumpang tindih regulasi, serta memperhatikan kearifan lokal.
 
"Saat ini kita perlu membangun norma baru, membangun roadmap protokol dan kesadaran bersama. Saya berharap, dengan hadirnya webinar ini akan muncul pemikiran tajam dan kritis dalam membangun sistem pemulihan sosial ekonomi," tutup Prof Dwia. 
 
Usai menyampaikan pemaparannya, kegiatan webinar kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan pemaparan materi lain dari beberapa narasumber diantaranya Prof. Dr. Ir. M. Saleh S. Ali, M.Sc (Sosek Pertanian), Prof.Dr.Marsuki., DEA., Ph.D (Perbankan & Moneter), Prof. Dr. Amran Razak, SE., M. Sc (Ekonomi Kesehatan). 
 
Kegiatan yang dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.T.D. selaku moderator diikuti oleh hampir 2.500 peserta yang didominasi oleh kalangan peneliti. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :