Forum Regional Collaboration and Innovation Network

7 Mar 2016 , Kerjasama

Higher Education Leadership Management (HELM) menyelenggarakan Collaboration and Innovation Network (COIN) Regional Forum di Hotel Clarion Makassar, 7-8 Maret 2016. Kasubdit Riset Terapan Direktorat Sumber Daya Kemerinristekdikti Dra.Desmelita, M.Sc. ketika membuka forum regional yang diikuti sekitar 17 perguruan tinggi (PT) di kawasan tengah dan timur Indonesia itu mengatakan, tujuan riset adalah bagaimana mengejar out put (keluaran) dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

‘’Misalnya bagaimana peran revolusi mental terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upayanya meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam pasar dan kerja sama internasional. Dan, itu tugas perguruan tinggi agar terwujud,’’ kata Desmelita.

Melalui riset, kata dia, kita harapkan mampu mewujudkan kemandirian perguruan tinggi dalam menciptakan ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu tugas periset adalah bagaimana menciptakan keterbaruan dari riset tersebut.

Dalam bidang pengabdian pada masyarakat dapat dilaksanakan melalui dua kegiatan, yakni Iptek bagi desa mitra yang dapat dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa, dan Iptek produk unggulan daerah. Dari sinilah, diharapkan setiap perguruan tinggi memiliki unggulan, sehingga kalau ada yang hendak mempelajari suatu keunggulan cukup ke perguruan tinggi yang bersangkutan.

Kepada pers usai acara pembukaan Regional Forum COIN tersebut, Desmelita mengatakan,  peran dari  COIN ini lebih kepada  bagaimana membentuk jejaring riset dan pengabdian pada masyarakat yang ada di wilayah mereka (perguruan tinggi) masing-masing. Yakni, untuk penelitian, pengabdian, dan hilirisasi dari riset-riset tersebut di daerah masing-masing.

Berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia, kini sedang diperjuangkan melalui dana beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) yang diharapkan Maret 2016 terealisasi. Kita akan berikan ke perguruan tinggi jika ingin mendanai riset- riset yang bagus itu, tentu semakin baik riset kita ke depan.

Menjawab pers, Desmelita menyebutkan, kalau pada tahun 2015 jumlah judul penelitian banyak, karena dengan adanya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang dananya tersendiri. Jadi yang kekurangan itu untuk PTN yang non-BH. Kalau untuk PTN BH sudah ada dana tersendiri. Walaupun ada beberapa poin yang diperketat untuk PTN BH tersebut.

Manfaat COIN ini, kata Desmelita, tergantung pada wilayah-wilayah yang akan dibangun oleh jejaring dan forum ini.  Itu harus dicapai apa yang diinginkan melalui jejaring tersebut. Misalnya bagaimana satu PTN membangun jejaring untuk membantu masyarakat di satu daerah dan memberikan hasil yang lebih baik. Dan, di daerah mereka itu banyak potensi yang bisa dikembangkan. Mereka mampu dan mau, cuma tidak tahu.

‘’Kendala dalam membiayai pendidikan SDM melalui LPDP ini mungkin juga duit, tetapi itu ada di Direktorat Sumber Daya dan Riset,’’ kata  Desmelita sembari mengelak menyebutnya secara pasti.

Kalau dari  COIN, kata Desmelita, lebih pada riset dan inovasilirisasi dari program-programnya. Beasiswa berbeda, karena itu  ada di Direktorat Sumber Daya. Kalau ada PT yang bisa mengatasi dana risetnya silakan, sebab ada PT yang memiliki dana riset.

Pada hari pertama kegiatan dipresentasikan pengalaman dan peluang riset dan pengabdian masyarakat dengan stakeholder eksternal masing-masing dibawakan Prof.Dr.Armin Arsyad, M.Si (Unhas), Prof.Sulistyo Saputra (UNS), Dr.Vina Salviana Darvina (UMM), dan Dr.Ir.Dahlia, M.P. (Poltek Pertanian Pangkep) dipandu Efni Siregar, S.E., M.Pro., M.SM, POLMED.

Setelah lunch (makan siang)  Armin Arsyad menyampaikan laporan perkembangan COIN dan pembaruan organisasi COIN. Presentasi and registrasi ke Website COIN oleh Kusniawan (LPPM Unhas) dan Updated and Upcoming Plan Webiner Session  dibawakan Budi Setiawan (USAID HELM).

Pada sesi sore dilaksanakan Group Discussion Format and COIN membahas topik Research Division dengan fasilitator Prof.Achmad Fatchan (UM), Community Service Division oleh Julius Ary Mollet, Ph.D. (Uncen), Science Forum and Publication Division oleh Neil S.Rupidara, Ph.D. (UKSW), dan Innovation and Commercialization Division (Efni Siregar, S.E., M.Pro.M.SM.POLMED).

Agenda hari kedua, dipresentasikan materi Higher Education Development Strategy for Cooperation with External Stakeholder (oleh Prof.Dr.Ir.Sudirman, M.P-Unhas). Selepas coffee break (rehat kopi)dilaksanakan forum diskusi menampilkan materi: Research Division Writing Research Proposal (Prof.Achmad Fatchan), Community Service Writing Service Proposal (Julius Ary Mollet, Ph.D –Uncen), Science Forum and Publication Establishment COIN Journal (Neil S.Rupidara, Ph.D.), dan Innovation and Commercialization Writing Innovation Handbook (Efni Siregar, S.E., M.Pro, M.SM POLMED.

Pada sesi terakhir pasca lunch, para pemateri di forum diskusi ini menyampaikan hasil diskusinya, dilanjutkan dengan presentasi hasil forum diskusi dengan fasilitator Armin Arsyad (Unhas)/Dr.Ir.Dahlia MP (Poltek Pertanian Pangkep). Sebelum Parapat Gultom, Ph.D. menutup kegiatan forum regional COIN HELM ini,  Armin Arsyad menyampaikan rencana aksi (action plan) COIN mendatang. (*) [HUMAS UNHAS]

Baca juga :