PROFIL

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada  Masyarakat  disingkat  LP2M,  awalnya terdiri atas dua lembaga yang berdiri  sendiri,  yakni  Lembaga Penelitian (LP) dan Lembaga  Pengabdian pada Masyarakat   (LPM). Namum dengan pertimbangan bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat pada hakekatnya merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan (sikronisasi) dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,  serta  pertimbangan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumberdaya, maka melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin  selaku  Ketua  Senat  Universitas No.2630/H4/0/2010 tertanggal 29 Juni  2010, maka  kedua  lembaga tersebut lalu diintegrasikan menjadi satu, yakni Lembaga Penelitian  dan Pengabdian pada Masyarakat  (LP2M) Universitas   Hasanuddin.

Sebagai subsistem dari Organisasi  dan  Tatakerja  Universitas Hasanuddin, maka LP2M dalam kegiatan operasionalnya  memanfaatkan  sumberdaya manusia (SDM) maupun fasilitas-fasilitas lain yang ada dalam lingkungan Universitas Hasanuddin. Oleh karena itu LP2M-UNHAS merupakan suatu lembaga yang layak dan memiliki kapasitas dalam menyelesaikan dan mengadvokasi permasalahan yang berkembang dalam masyarakat berkaitan dengan aplikasi IPTEKS.
 

 

Latar Belakang

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbang Kesehatan) Universitas Hasanuddin baru didirikan tahun 2011 sebagai unit dalam Lembaga Penelitian dan Pengamdian Masyarakat (LP2M). Untuk mewujudkan visi misi Unhas sebagai universitas riset dengan meningkatkan kualitas dan  kuantitas  penelitian yang mampu menjadi dasar bagi pelaksanaan Tridharma Perguruan  Tinggi dibentuklah Puslitbangkes yang diharapkan mampu mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalm bidang kesehatan.  Menjadi pusat atau wadah bagi penelitian individual/mandiri atau institusi yang melibatkan antar disiplin serta mensinergikan penelitian-penelitian kesehatan di Universitas Hasanuddin yang bisa bermanfaat di dunia akademik dan masyarakat  luas.
 

Ruang Lingkup Kegiatan

 
Puslitbangkes menjadi  wadah  rumpun  kesehatan  berbagai  disiplin ilmu kedokteran,  kedokteran gigi,  kesehatan  masyarakat, farmasi, kedokteran hewan, Ilmu Keperawatan, Psikologi dan disiplin lain yang ada kaitannya dengan  ilmu kesehatan.
 
Penelitian
Melakukan berbagai kegiatan penelitian dasar dan aplikasi dalam bidang kesehatan. Sesuai Road Map dan RIP Unhas yang  ditetapkan  sebelumnya adalah Gizi dan Penyakit tropis, serta Managemen dan Resiko Kesehatan dan Keselamatan. Namun seiring bekembangnya minat penelitian, Tema yang muncul semakin beragam dengan banyak kelompok peneliti dengan berbagai topic unggulan seperti Kanker, Penyakit Metabolik, Tanaman Obat dan lain sebagainya.
 
Pengabdian Masyarakat 
Melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada berbagai aspek kesehatan dengan peran keterlibatan dosen dan mahasiswa sesuai disiplin ilmu masing masing untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup sehat masyarakat luas.
 
Pelatihan
Bisa menfasilitasi berbagai pelatihan sesuai disiplin ilmu terkait  kesehatan untuk upaya  peningkatan SDM  bidang Kesehatan.
 

Sumber Daya

 
Divisi dan Sumber Daya  serta   Kompetensi
Puslitbangkes melibatkan Berbagai kelompok Peneliti  di  bidang disiplin Ilmu masing masing seperti Kedokteran dengan HUM -RC (Hasanuddin University Medical- Research Center),  Kelompok Peneliti  Studi Pangan dan Gizi, Berbagai Kelompok Peneliti di Farmasi, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan dan  Ilmu   Keperawatan.
 
Mitra Kerja
 
Puslitbangkes Unhas baru  mulai  menjalin  kerjasama  dengan  berbagai  pihak di dalam maupun diluar  negeri.
 

Kegiatan  Penelitian  dan  Pengabdian 2011-2014

  1. Pengaruh Status Estrogen Terhadap Ekspresi IGF 1 -R Pada Kanker Payudara.
  2. Uji resistensi Gen rpoB Terhadap Rifamfisin dan Hubungannya Dengan Titer Antibodi  IgM  Penderita Kusta Multibasiler
  3. Identifikasi Food Bornr Diseases Oleh Bakteri Patogen  E.Coli  0157H7  dan Stephycccus Aureus Dari Susu Pasturisasi dan Non    Pasturisasi
  4. Mannose-Binding Lecting Sebagai Prediktor Sepsis Neonatorum Onset Dini.
  5. Telaah Peran Adipositokin Dan Penanda Inflamasi Terhadap Resintensi Issulin Pada Anak  Obeis
  6. Efektifitas Suplemantasi Vitamin C Zink Terhadap Ekspresi TGF-B dan Interleukin 6 Pada Pasien Luka diabatik di RS> Dr. Wahidin Sudirohhusodo, Makassar
  7. Kadar transforming Growth Factor-Beta I (TGF)-BI) Dan Activing Like Kinase I (ALK-I) Cairan Peritoneum Dengan Derajat    Endometriosis.
  8. Pengaruh Pemberian Curcumin Terhadap Kemampuan Ovulasi dan Ekspresi  Matrixmetalloproteinnase 9  Rattus Norvegicus Strain Wistar.
  9. Kajian Polimorfisme Gen Methyltetrahhydrofolat Reduktase (C677T) Dengan Kadar Asam Folat Terhjadap  Gangguan  Penden garan  dan  Pada Ketulian Pada Lanjut Usia di   Makassar.
  10. Deteksi japanese Encephalitis Virus Pada manusia dan Hewan di Derah Endomik Infeksi  Virus Dengue.
  11. Kematian Akibat Overdosis  Insulin:  Analisis  perbandingan  Kadar  Insulin dan C-Peptide Pada Mencit (mus musculus   sp).
  12. Hubungan Antara Laju Filtrasi Glomerulus Dengan Kadar Asymmetric Dimethylarginine Serum  Pada  penderita Penyakit Ginjal  Kronik.
  13. Hubungan Folimorfisme Gen P13KCA  dan  Asupan  Karbohidrat  Terhadap Kadar Isulin Pasien Kanker Payudara Dengan Berat Badan Lebih.
  14. Analisis Urutan Nukleotida Gen UGT 1A1 dan Peningkatan Kadar Unconjugated Bilirubin Pada Psikotik Akut  dan  Skizofrenia.
  15. Pengaruh Induksi Gold Pressor Test Terhadap Fungsi Sistem Saraf Otonom dan Hemodinamika Serebral Pada penderita Migren Fase Interiktal.
  16. Perbandingan Efikasi Beberapa Antihelmintik  Terhadap  Soil - Transmitted Helminths Pada Murid sekolah Dasar di  kota   Makassar.
  17. Hubungan Antara Tekanan Darah Dengan Kadar   PAI -I.
  18. Identifikasi Mycoraktecterium Tubercolosis  Dalam  Cairan  Fleura  Melalui Pewarnan  May Grundwald Gemza.
  19. Analisis Kadar Ox-LDL dan Ekspresi Toll-Like Receptor 4 Pada Orang Sehat, Diabetes Malitus dan Fasien Infark Miokard Dengan Diabetes Meletus.
  20. Analisis Kadar Monocytes Chemoattractant Protein-1 (MPC-1) Dalam Penentuan Umur Luka  Memar.

Informasi Umum

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender (P3KG) merupakan salahsatudari 12 Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M-UNHAS). P3KG berdiri sejak Januari 2011, merupakan penggabungan dari2 (dua) pusat studi di  UNHAS  yaitu Pusat Studi Kependudukan (PSK) yang berdiri sejak tahun1970-an  dan Pusat Studi Wanita  (PSW)  berdiri sejak tahun1980-an.

Seiring dengan dinamika permasalahan pembangunan, tuntutan PSW dan PSK menjadi semakin luas dan bersifat kompleks. PSW yang awalnya membantu tugas untuk meneliti dan menginformasikan issu-issu tentang ketertinggalan kaum perempuan dalam proses  pembangunan,  kemudian menjadi Pusat Penelitian Gender (PPG) dimana tugas yang  diembannya menjadi semakin luas meliputi upaya pencapaian kemitra sejajaran laki -laki dan perempuan dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta evaluasi hasil-hasil pembangunan atau disebut dengan istilah “Gender in Development”; pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pencegahan perdagangan orang ( trafficking).

Pada sisi lain, PSK sebagai pusat studi kependudukan juga diperhadapkan pada sejumlah tantangan permasalahan kependudukan dengan berbagai variasinya mulai dari laju pertumbuhan penduduk; usia balita, usia dini, dan lansia yang masing-masing memperlihatkan permasalahan yang berbeda; migrasi, tenaga kerja Indonesia (TKI),  kesehatan;  pendidikan,  ketenaga kerjaan dan sebagainya. Permasalahan-permasalahan tersebut tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait satu dengan yang lain termasuk issu-issu gender  (laki-laki dan perempuan).

Dengan mengintegrasikan PSK dan PSW kedalam Puslitbang Kependudukan dan Gender (P3KG), secara  implisit Universitas Hasanuddin mengarahkan kajian-kajian/penelitian dan advokasi pada bidang kependudukan dan gender sebaga isu atau kesatuan yang utuh dan menyeluruh untuk menghasilkan rumusan kebijakandan  program  pembangunan secara  komprehensif sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pembangunan Gender  dan Indeks Pemberdayaan Gender. Aksi kegiatan dapat dilakukan secara partial pada masing-masing bidang (kependudukan dan gender) dan dapat pula dilakukan secara simultan yang berfokus pada wilayah irisan tergambar bagan di   atas.

Ruang Lingkup Kegiatan

Penelitian dan advokasi yang dilakukan P3KG berfokus pada bidang: (i) Kependudukan dan Ketenagakerjaan; (ii) Bidang pembangunan  yang responsive Gender (Pengarus utamaan gender); (iii) dan atau gabungan pada Bidang Kependudukan dan Pengarus utamaan Gender.

Isu-isu yang menjadi perhatian utama dalam penelitian antara  lain:  Kualitas Sumber daya Manusia dan Tenaga Kerja, Mobilitas Penduduk, Pendidikan dan Ketenagakerjaan,  Penduduk dan Kesehatan,  HIV, perlindungan anak, Pengarus utamaan Gender, Issu-issu gender, serta Lingkungan Sosial Masyarakat.

Sementara fokus jasa konsultasi/advokasi/pengabdian antara lain: Gender pathway Analysis, penyusunan data  terpilah/profil statistik kependudukan dan gender, perumusan kebijakan kependudukan, advokasi untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penyusunan perencanaan dan penganggaran yang responsive gender.

Mitra Potensial

DIKTI, Direktorat Pembinaan Masyarakat Kementerian Pendidikan Kebudayaan, PAUDNI, PEMROV/PEMDA Kab/Kota, UNDP, JICA, CIDA, Yayasan BaKTI-Program MAMPU.

  

Divisi

Pengelolaan kebudayaan secara rinci akan dilakukan dalam divisi -divisi kajian berbagai  aspek kebudayaan  sebagai berikut:
  1. Divisi Pendidikan, Kajian Bahasa, Sastra Lisan dan kearifan lokal. Pembangunan jati diri dan  karakter  bangsa.  Tingginya  perilaku  korupsi, diskriminasi, vandalistik, mentalitas menerabas, manipulatif, primordialistik, hedonistik, pornografi, konsumtivisme dan lain -lain. Pengembangan manusia religius, toleran, mencintai tanah air, anti kekerasan, disiplin, taat  hukum dan  lain-lain. Untuk produk non-fisik seperti bahasa daerah dan sastra daerah yang nyaris punah  karena  penuturnya  sedikit  dan  memasukkannya  ke dalam muatan lokal pendidikan agar dapat bertahan.  Pendidikan  karakter bangsa dengan muatan kearifan lokal. Pendokumentasian bahasa-bahasa yang hampir punah. Pendokumentasian karya -karya sastra lisan dan  lain-lain.
  2. Divisi Kajian Kampanye Perdamaian dan resolusi konflik: penyelesaian konflik lokal dan global,  pendidikan  budaya  kebangsaan  pada  kelompok minoritas berbasis kearifan lokal, isu lingkungan  sosial ekonomi politik dan fisik dan   lain-lain.
  3. Divisi Partai Politik dan Pemilu (Dr. Jayani Nas,   M.Si)
  4. Divisi Pemerintahan dan Otomi Daerah (Dr. Samsu Alam,   M.Si)
  5. Divisi Budaya Politik.  Sosialisasi  tentang  hak  berkebudayaan. Kesadaran berdemokrasi, sportivitas dalam  politik,  kebebasan  berserikat dan mengeluarkan pendapat. Tradisi bergotong royong.Situasi perpolitikan di Indonesia dinamis. Peran budaya lokal dalam perpolitikan di Indonesia. Diperkirakan akan terjadi konflik yang dapat dilihat secara negatif dan positif. Secara negatif sebagai hasil logis ketidakadilan ekonomi dan disparitas sosial yang berakhir pada violent rupture  di  mana  status  kelompok elit dominan  dipertanyakan. Secara positif, perbedaan ekonomi mempromosikan mobilitas sosial, dimana kompetisi dilihat sebagai penanda progress kebudayaan. Membangun sikap toleransi dan sportivitas. Pengembangan SDM dan Pranata Kebudayaan.  Penguatan  diplomasi budaya.
  6. Divisi Kajian pariwisata dan diplomasi   budaya.
  7. Divisi Kajian Agama
  8. Divisi Kajian Asean dan Hubungan Luar Negeri (Pusparida    Syahdan).
  9. Divisi Kajian La Galigo, Naskah Lontara dan Aksara Serang. Setelah pengumpulan naskah-naskah kuno sebagai  produk  budaya  terbaik  yang pernah dikatakan maka tahap berikutnya penganalisisan dan penerbitan karya tersebut untuk kepentingan pembangunan identitas budaya masyarakatnya, perkembangan sejarah dan rekontekstualisasi kearifan lokal sebagai kebudayaan yang hidup. Penemuan nilai -nilai kearifan lokal untuk membentuk karakter bangsa, solidaritas dan toleransi  dan sportivitas.
  10. Divisi Antropologi Sosial (Dr. Munsyi Lampe; Prof. Supriam    Hamdat).
  11. Divisi Kajian Budaya Media. Perubahan besar terjadi dalam sistem pengetahuan dan sistem nilai kebudayaan karena adanya internet dan berbagai alat komunikasi elektronik lainnya, yang membawa serta dua perkembangan baru. Pertama terjadi time-space  compression. penciutan ruang dan waktu  atau Idalam kehidupan dan konsekuensi  pada budaya. Kedua, adanya information overload yaitu besarnya  jumlah informasi  yang  menimpa  kita  setiap  saat.  Informasi  tidak hanya menjadi fasilitas tetapi sudah menjadi beban. Menghadapi perkembangan itu tidak setiap orang cukup  siap  untuk  memilah berbagai informasi itu secara selektif, kreatif dan    produktif.
  12. Divisi Kajian Sejarah dan Cagar Budaya: kajian ini menuliskan sejarah masing-masing daerah mulai dari  Pra  Sejarah,  Sejarah  lokal  ke Sejarah sejak kedatangan Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Pelestarian dan profesionalisme dalam pengelolaan cagar budaya. Menurunnya penggunaan bahasa dan aksara daerah. Tata kelola pelestarian nilai sejarah dan warisan budaya. Industri budaya.  Pelestarian industri budaya kuliner dan pengobatan tradisional. Pengembangan sarana dan prasarana budaya. Penguatan diplomasi budaya.
  13. Divisi Kajian Melayu dan lain-lain. Pembangunan kerja sama dengan pihak-pihak tersebut. Mencari identitas  kemelayuan  sebagai  satu bangsa besar. Pengaruh India, Korea, dan Cina ke berbagai kelompok etnis di Indonesia khususnya di belahan Indonesia   Timur.
  14. Divisi Kajian Arkeologi,  Permuseuman  dan  Perlindungan  Cagar  Budaya. Pelestarian dan koservasi produk-produk budaya yang sudah hampir punah dan penggalian situs-situs bersejarah. Industri budaya. Pelestarian industri budaya kuliner dan pengobatan tradisional. Pengembangan sarana dan prasarana budaya. Penguatan diplomasi budaya.
  15. Divisi Kajian Hukum  dan Divisi Kajian  Ekonomi.

Mitra Potensial

  • Pemerintah Daerah
  • Swasta
  • Asing

Latar Belakang

Pada masa kini, bioteknologi berkembang sangat pesat. Kemajuan ini ditandai   dengan   ditemukannya   berbagai    macam    teknologi    antara  lain: rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan  penyakit -penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Di bidang pangan, dengan  menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan  sifat  dan produk  unggul karena  mengandung  zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap  hama  maupun  tekanan  lingkungan.  Penerapan  bioteknologi   pada masa kini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi, penguraian minyak bumi yang tertumpah ke  laut  dan  penguraian  zat-zat  yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Oleh karena itu Pusat Penelitian  dan  Pengembangan  Bioteknologi,  LP2M Universitas Hasanuddin mempunyai misi (a) menjadi penggerak utama dalam mengungkapan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati melalui penguasaan bioteknologi meliputi: bioteknologi sel,  bioteknologi jaringan, rekayasa genetik, dan bioprospeksi sumberdaya genetik  (b)  ikut  serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kerjasama dan pendayagunaan hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik dan (c) meningkatkan kinerja dan tata  kelola  lembaga  riset  yang  baik  (good corporate governance).
 

Ruang  Lingkup Kajian

Bioteknologi  memiliki  ruang lingkup  kajian meliputi:
  • White Biotechnology adalah bioteknologi yang  diaplikasikan  dalam industri seperti pengembangan dan produksi senyawa baru  serta  pembuatan sumber energi terbarukan. Dengan memanipulasi mikroorganisme seperti bakteri dan khamir atau ragi, enzim-enzim dan organisme-organisme yang lebih baik telah tercipta untuk memudahkan proses produksi dan pengolahan limbah industri
  • Green Biotechnology mencakup  kegiatan  aplikasi  bioteknologi  di bidang  pertanian, peternakan, dan lingkungan.
  • Blue Biotechnology disebut juga bioteknologi akuatik  atau  perairan  yang mengendalikan proses-proses yang terjadi di lingkungan akuatik. Perkembangan bioteknologi akuatik termasuk rekayasa genetika untuk menghasilkan tiram tahan penyakit dan vaksin untuk melawan virus yang menyerang salmon, udang dan ikan yang lain.
  • Red Biotechnology adalah Bioteknologi yang mencakup aplikasi bioteknologi di bidang medis. Cakupannya meliputi seluruh spektrum pengobatan manusia, mulai dari tahap preventif, diagnosis,  dan pengobatan.

Produk-Produk  Unggul  Yang Dikembangkan

  • Bibit  Kentang  Kultur Jaringan
  • Bibiit  Tanaman Lainnya
  • Bioktivator
  • Biopestisida
  • Sinbat
  • BeTe LEPI: Biopestisida b.a. Baciluus thuringensis strain labiota pengendali berbagai  hama  kelompok lepidoptera
  • Beba LEPI: Biopestisida b.a: beauveria bassiana strain labiota pengendali hama  kelompok Lepidoptera
  • Mikotani
  • Nutrisi Tanaman
  • Nutrilabiota
  • Tribakompos
  • Pestisida Nabati
  • Pena Emas
  • Pena Kaeda.
  • Hormon Nabati 
  • Jagar Alam
  • Bara Tani
  • Horti Plus.

Pusat Penelitian dan pengembangan Lingkungan Hidup (Puslitbang  LH) Universitas Hasanuddin didirikan pada tahun 1979  dan  merupakan salah satu pusat penelitian tertua di Universitas    Hasanuddin.
Pusat Penelitian dan Pengembangan  Lingkungan  Hidup  sebagai  suatu unit dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin dituntut untuk dapat memberikan jasa -jasa pengetahuan (knowledge services) kepada  masyarakat  lokal,  regional,  dan internasional. Puslitbang-LH sebagaimana Unhas adalah milik masyarakat, oleh karena itu keberadaannya dituntut untuk dapat memberikan berkah bagi lingkungan lokal, regional, dan internasional (communiversity). Berdasarkan dua misi  Puslitbang -LH  memberikan peluang kepada semua pihak untuk bermitra dan maju bersama melalui penyelenggaraan pelatihan, penelitian, pemantauan, pemeriksaan kualitas lingkungan, penerbitan hasil penelitian, dan pengkajian kelayakan suatu rencana  pembangunan.

Ruang  Lingkup Kegiatan


•    Pelatihan

Menawarkan berbagai bentuk pelatihan untuk peningkatan SDM bidang lingkungan seperti KURSUS AMDAL, Budidaya Perairan dan Dampak Lingkungan, Prosedur Pengambilan Contoh Air dan Analisis Laboratorium , Motivation Achievement Training, Coastal Zone Resource and Land Management, TOT Coastal Zone Management, Pengelolaan Lingkungan, Pengelolaan Limbah Cair,  serta  in-house training.


•    Penelitian

Melakukan berbagai kegiatan penelitian dasar maupun terapan di bidang lingkungan (Kajian Lingkungan Hidup Strategis, Penelitian Daya Dukung Lingkungan, AMDAL, Pengelolaan dan Pemantauan  Lingkungan,  Neraca  dan Status Lingkungan Hidup, audit lingkungan dan lain -lain).  Puslitbang   Lh - Unhas telah mendapatkan LPJ Penyusun AMDAL Kementerian Lingkungan  Hidup RI, SK  No. 0050/LPJ/AMDAL-1/LRK/KLH.

•    Pengabdian Masyarakat

Melakukan monitoring dan evaluasi kualitas lingkungan, penyusunan baku mutu lingkungan, memberikan ceramah, serta bantuan advokasi di bidang lingkungan.
•    Publikasi

Mengembangkan referensi di bidang lingkungan dengan penerbitan jurnal dan informasi di bidang lingkungan. Sejak tahun 2004 telah diterbitkan jurnal ilmiah dalam bidang lingkungan hidup dengan nama    ECOCELEBICA.
 

Latar Belakang

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Wilayah, Tata Ruang,  dan Informasi Spasial (WITARIS) didirikan pada tanggal 10 Januari 2011, berdasarkan Peraturan Rektor No  4666/H4/O/2011 tentang  OTK  LP2M   Unhas. Puslitbang ini lahir melalui penggabungan dari Pusat Penelitian Pengembangan Pedesaan dan Kawasan yang berdiri  sejak  didirikannya Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin tahun  1983,  dan  Divisi  Tata  Ruang dan Pengembangan Wilayah yang berdiri sejak dioperasikannya Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) tahun  1990.

Puslitbang WITARIS lahir karena adanya kebutuhan akan perlunya dukungan penelitian dan pengembangan dalam melaksana-kan pengelolaan wilayah secara baik dan benar, di tengah pesatnya pembangunan  wilayah  seperti sekarang. Pengelolaan wilayah secara efektif tentu  harus  dimulai  dengan penerapan perencanaan ruang yang  rasional  dan  kompre-hensif, sesuai UU No 26 tahun 2007, dan  pemanfaatan  informasi  spasial  yang  berpijak pada ilmu pengetahuan dan teknologi spasial. Sasaran  utama  penelitian dan pengembangan bidang wilayah dan spasial tersebut adalah tersedianya acuan-acuan  akademik-normatif  penataan  ruang  untuk mendukung perwujudan keseimbangan pemanfaatan ruang menuju pembangunan  berkelanjutan  (sustainable development).

Perkembangan wilayah yang dinamis akibat aktivitas penggunaan ruang yang meningkat secara cepat, harus diikuti dengan ketersediaan informasi  spasial multiskala dan multitemporal yang akurat dan terpercaya, seperti yang diharapkan pada skema Jaringan Data  Spasial  Nasional  (JDSN)  (Perpres    No. 85 tahun 2007),  dan  UU  Nomor  4  Tahun  2011  tentang  Informasi Geospasial.  Puslitbang  WITARIS  didirikan   untuk   memberikan  kontribusi yang   berarti    pada    aspek    penelitian    dan    pengembangan    wilayah  dan manajemen data spasial, yang semakin dibutuhkan di tengah masyarakat kita yang semakin technologically  dependent.

Ruang  Lingkup Kajian

Ruang lingkup kegiatan utama Puslitbang Wilayah, Tata Ruang, dan Informasi Spasial secara keseluruhan dibagi  menjadi  2  bidang:  (i) penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi; dan (ii) pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Dua bidang kegiatan tersebut dilakukan  baik  secara  mandiri  maupun kerjasama.
 
Penelitian  dan  Pengembangan  Ilmu dan Teknologi
 
Untuk penelitian dan pengembangan ilmu, Puslitbang WITARIS  fokus pada penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi kewilayahan dan  informasi spasial, termasuk perencanaan dan  penataan ruang  (spatial  planning).  Lingkup  kegiatannya  meliputi  pengembangan  metode  dan   teknik penataan ruang dan pengembangan  wilayah,  pengembangan  standard,  metode dan prosedur penataan ruang, pengembangan model kesesuaian lahan/ruang berfungsi budidaya dan lindung, pengembangan model resiko kebencanaan alam, teknik pengolahan citra satelit, pemodelan spasial (spatial modelling) dan simulasi, network analysis, pengembangan model sistem  informasi berbasis web, dll. Dalam kegiatan  penelitian  dan  pengembangan  ilmu, Puslitbang WITARIS melibatkan mahasiswa S1, S2, dan  S3  yang mendalami  bidang wilayah dan informasi  spasial.
 
Pengabdian  dan Pelayanan  Kepada Masyarakat
 
Pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, dilakukan dalam bentuk penyediaan jasa dan advokasi, termasuk transfer ilmu dan teknologi dalam bentuk diklat (training) dan peningkatan  kapasitasn (capacity  building)  mengenai perencanaan  dan  pengembangan  wilayah/kawasan,  serta pengelolaan  dan pemanfaatan informasi  spasial.
 

Sumberdaya

Sumberdaya  Laboratorium/Divisi
 
Puslitbang WITARIS memiliki 3 Divisi sebagai   berikut:
  • Divisi pengembangan Wilayah, yang dalam perkembangannya akan memiliki Unit Pedesaan & Kawasan, dan Unit Perkotaan & Infrastruktur.
  • Divisi Informasi Spasial, yang dalam perkembangannya akan memiliki   Unit Remote Sensing, dan Unit GIS.
  • Divisi Geologi & Kebencanaan, yang  dalam  perkembangannya akan  memiliki Unit Sumberdaya Mineral dan Unit Kebencanaan   Alam.
 
Puslitbang WITARIS memiliki 4 Laboratorium sebagai   berikut:
  • Spatial Technology Lab. Berfungsi sebagai laboratorium pengembangan sistem informasi serta  penyimpanan  data  spasial,  yang mem-backup berbagai data  dengan  kapasitas  besar. Laboratorium ini terhubungkan dengan Spatial Training Center untuk pengembangan  berbagai  kegiatan training.
  • Spatial Training Center. Berfungsi sebagai ruang pendidikan dan pelatihan tata ruang, pemetaan, pengembangan data spasial berbasis Geographic Information System (GIS) dan Remote   Sensing.
  • Cartography Lab & Map Collection. Berfungsi mengembangkan, menyimpan, dan menginventarisasi hasil cetakan berbagai jenis  peta dari berbagai wilayah di Indonesia. Juga berfungsi mendisplai, memamerkan,  dan  menginformasikan  berbagai  produk  pemetaan baik melalui GIS maupun Penginderaan  Jauh.
  • Spatial  Planning  Lab  (Lab  Tata  Ruang).  Lab  ini   berfungsi untuk kegiatan pengembangan survei teristris, pemetaan wilayah dan kebencanaan alam, dan perencanaan tata  ruang  wilayah  dan kawasan, termasuk didalamnya  sarana  geokomputasi.
Mitra Potensial
Instansi yang prospektif menjadi mitra dalam pelaksanaan tugas-tugas Puslitbang WITARIS adalah Perguruan Tinggi (dalam dan luar negeri); International Agencies seperti World Bank, ADB, JICA, IDB, ACIAR, CSIRO; instansi  pemerintah  seperti  LAPAN,  BAKOSURTANAL,  Ditjen   Penataan Ruang Kementerian PU, Kementerian LH,  DP2M  Dikti  Kemdiknas,  Kementerian  Pertanian,  Bappenas,  Pemda  Provinsi   dan  Kabupaten/Kota; dan LSM baik dalam dan luar  negeri.

Pusat Studi Kebijakan dan Manajemen Pembangunan (PSKMP), sekarang menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen (P3KM) merupakan pusat studi yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Pusat studi ini merupakan pusat kajian, pendidikan dan pelatihan, advokasi yang  dibentuk pada  awal tahun 1990-an. Urgensi pembentukan Pusat studi pada waktu itu adalah untuk menjawab dan mengantisipasi perubahan laju pembangunan nasional yang cepat yang memerlukan perencanaan, manajemen dan kebijakan yang  baik  dan  tepat pada skala regional dan nasional.

Dalam perkembangannya, P3KM Universitas Hasanuddin telah menjadi pusat studi dengan kegiatan utama melaksanakan berbagai pendidikan  dan  pelatihan  gelar dan non gelar, studi dan kajian, advokasi dan pendampingan. Berbagai  kegiatan tersebut telah dilaksanakan melalui berbagai kerjasama dari berbagai lembaga baik itu lembaga pemerintah maupun lembaga non-pemerintah yaituantara lain lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dalam dan luar negeri, serta international agency.

Mengingat bahwa lingkup kebijakan dan manajemen pembangunan sangat luas dan berdimensi banyak, maka P3KM ini dikelola oleh para profesional dari akademisi Universitas Hasanuddin yang memiliki kelompok  minat  pada  kajian-  kajian kebijakan, dan manajemen pembangunan (policy and development management studies).Oleh karena itu, staf fungsional P3KM saat ini terdiri dari para akademisi Universitas Hasanuddin dari berbagai disiplin ilmuseperti  ekonomi, sosiologi, administrasi pembangunan, kebijakan publik, antropologi,  pertanian,  teknik, perencanaan wilayah, hukum, kesehatan masyarakat, dan disiplin lain yang terkait dengan kebijakan dan manajemen  pembangunan.

Sejalan dengan kemajuan yang telah dicapai oleh Universitas Hasanuddin dalam berbagai bidang,P3KM telah menjadi salah satu pilar penting dalam meraih kemajuan dan keberhasilan tersebut. Universitas Hasanuddin telah mengembangkan “konsep kemandirian lokal” dimana konsep ini, tidak dapat disangkali, telah menjadi acuan paradigma dan pendekatan pembangunan daerah, dan sejalan dengan pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pembangunan di Indonesia.Mengantisipasi perubahan dan perkembangan lingkungan strategis yang begitu cepat di masa yang akan datang, Universitaas Hasanuddin, khususnya P3KM terus mengembangkan budaya serta atfosmir akademik yang kondusif dengan melakukan konsolidasi  internal melalui penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, P3KM terus mengembangkan diri, agar dapat terus berperan  dalam  memberikan  kotribusi  positif pada pencapaian tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Universitas Hasanuddin.


Ruang Lingkup Kajian

  1. P3KM Universitas Hasanuddin sebagai lembaga pelaksana berbagai pendidikan dan pelatihan gelar dan non gelar, studi dan kajian, advokasi dan pendampingan mempunyai kegiatan utama sebagai berikut:
  2. Melakukan kajian mengenai berbagai aspek manajemen perencanaan pembangunan, meliputi aspek kebijakan, program dan kegiatan pembangunan;
  3. Memberikan fasiliatasi konsultasi/advokasi kepada jajaran pemerintah daerah dan pelaku pembangunan lainnya mengenai kebijakan dan manajemen pembangunan;
  4. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengenai perencanaan dan manajemen pembangunan;
  5. Mengembangkan studi dan kajian, advokasi dan pendampingan, serta forum ilmiah yang berkenaan dengan desentralisasi dan otonomi daerah dan pendekatan partisipatoris dalam pembangunan  daerah;
     

Seiring dengan perubahan masyarakat Indonesia dari status agraris menjadi industri yang salah satunya berdampak pada perkembangan Universitas Hasanuddin (Unhas), maka diperlukan kemandirian bagi setiap komponen yang berada di bawah payung Unhas untuk menyokong dinamisnya kehidupan  tersebut.

Untuk mengantisipasi hal itu, maka Unhas mempersiapkan  pusat-pusat  penelitian dan pengabdian masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan dengan pihak luar termasuk Industri dan Perusahaan baik swasta maupun pemerintah yang berupa penelitian, pengembangan, konsultasi, pelatihan, maupun kegiatan lain yang terkait dalam upaya membangun masyarakat dengan memanfaatkan dukungan sumber daya yang ada di Unhas.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Energi dan Kelistrikan (PUSENLIS) merupakan salah satu pusat penelitian yang berada di bawah Lembaga Penelitian   dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhas yang bergerak di bidang energi dan kelistrikan. Dalam kegiatannya Puslitbang ini didukung oleh beberapa tenaga ahli professional dan juga didukung oleh laboratorium dan software yang ada di  Unhas.

Sebelum tahun 2011, Puslitbang Energi dan Kelistrikan (PUSENLIS) adalah salah satu unit kajian di lingkungan Lembaga Penelitian (LP) Unhas.  Berdasarkan  ketentuan dan tuntutan perubahan, sejak awal 2011 status Unit Kajian berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan. Puslitbang Energi dan Kelistrikan (PUSENLIS) mempunyai 5 (lima) Divisi, yaitu: Divisi Ketenagalistrikan, Divisi Energi Terbarukan (Renewable energy), Divisi Energi Keairan, Divisi Energi Fosil, dan Divisi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi.

Ruang  Lingkup Kajian

  • Sebagai puslitbang yang menghubungkan konsumen dengan produsen, problem  dengan  solusi, masyarakat dengan Unhas
  • Sebagai puslitbang yang melakukan penelitian-penelitian untuk  kepentingan pengembangan keilmuan serta untuk kepentingan langsung diterapkan   kepada masyarakat
  • Sebagai puslitbang yang mengembangkan dan menerapkan hasil -hasil penelitian  kepada masyarakat
  • Sebagai puslitbang yang  melayani  masyarakat  energi  dan ketenagalistrikan dengan sikap efisien, aman, ulet, beradaptasi,  dan ekonomi
  • Sebagai puslitbang yang membangun generasi profesional secara  teknis  dan nonteknis melalui pendidikan dan   pelatihan
  • Sebagai puslitbang yang membantu masyarakat  dalam  membuat  keputusan pada isu-isu kebijakan energi dan ketenagalistrikan yang berkelanjutan
  • Pendidikan dan Pelatihan, melakukan pelatihan dan kursus untuk meningkatkan      kualitas      sumberdaya      manusia      dalam     rangka menumbuhkan    motivasi    mandiri    serta    memacu    pembangunan masyarakat di  bidang Energi dan  Kelistrikan
  • Penelitian, melakukan penelitian-penelitian di bidang Energi  dan Kelistrikan guna kepentingan pengembangan keilmuan dan penerapan langsung  kepada masyarakat
  • Jasa konsultasi, melakukan kegiatan-kegiatan konsultasi  di  bidang  Energi dan Kelistrikan yang meliputi ; studi, survey dan investigasi, perencanaan dan perancangan/desain, pelaksanaan fisik dan jasa, manajemen  dan  supervisi proyek
  • Kemitraan, mengembangkan jejaring (networking) serta menjadi  jembatan antara kepakaran para  ahli  Energi  dan  Kelistrikan  Unhas dengan kebutuhan dari luar (institusi pendidikan, pemerintahan, industri, baik di dalam maupun di luar   negeri)
  • Menciptakan suasana atau iklim kegiatan penelitian  dan  pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Energi dan Kelistrikan yang mencakup :  mengejar, menemukan dan mentransfer  pengetahuan
  • Memberdayakan masyarakat di bidang energi  dan  Kelistrikan  dalam  bentuk tindakan nyata berupa  penyediaan  dan  penyebaran  informasi  serta peluang pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan masyarakat yang berkualitas dan    terlatih
  • Memelihara keberlanjutan suasana interaksi timbal balik yang  beretika  antar elemen masyarakat dengan cara kolaborasi pikiran dan tindakan dengan berbagai pihak di  bidang Energi  dan  Kelistrikan
     

Dampak dari pemanasan  global  telah  nampak  di  berbagai  bagian dunia termasuk Indonesia . Suhu bumi yang berangsur meningkat, telah menimbulkan ancaman  berupa  kenaikan  muka  air  laut,  terjadinya perubahan iklim berupa el nino dan lanina,  ancaman  badai,  gangguan  terhadap  biodiversivitas dan  berbagai  ancaman   bencana   lainnya. Universitas Hasanuddin sebagai wadah yang  menghimpun  berbagai sumberdaya manusia dengan beragam keahlian sudah selayaknya mengambil bagian untuk ikut berperan serta dalam menjawab fenomena -fenomena tersebut.

Salah satu upaya yang harus segera dilakukan adalah mengurangi terjadinya emisi yang bersumber dari  penggundulan  hutan  dan  degradasi hutan (deforestation and forest degradation ) yang disingkat dengan REDD.  Pada saat ini REDD  dititik  beratkan  kepada  pencegahan  terjadinya pembukaan atau koversi lahan hutan, serta rehabilitasi lahan hutan yang terdegradasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR), peningkatan peran hutan rakyat (HR), penetapan kawasan hutan sebagai lokasi Hutan Kemsyarakatan  revitalisasi  kawasan  hutan yang mengalami degradasi , penanaman untuk restorasi ekologi serta pengalihan lahan yang menghasilkan emisi tinggi (misal nya kebun, ladang) menjadi lahan yang menghasilkan emisi rendah yang menerapkan perpaduan antara hutan dan pertanian yang dikenal dengan sistem agro    forestry.

Selain pada focus REDD yang dititikberatkan pada sektor kehutanan, PUSLITBANG Natural Heredity, Biodiversity dan climate change juga memungkinkan akses untuk berkolaborasi dengan sektor -sektor lain yang dipengaruhi oleh   climate change seperti.

VISI

Menjadikan PUSLITBANG Natural Heredity, Biodiversity dan Climate Change UNHAS sebagai wadah andalan untuk menjawab berbagai masalah yang berhubungan dengan Natural Heritage, Biodiversity dan Perubahan Iklim (climate change)

MISI

Membangun akses untuk  memperoleh  sumberdana penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat melalui kemitraan serta menan amkan  kesadaran kepada masyarakat untuk melakukan  adaptasi  dan  mitigasi terhadap ancaman  yang  ditimbulkan  oleh  terjadinya  perubahan  iklim terhadap keelangsungan hidup    di permukaan  bumi.


Ruang  Lingkup Kajian

  • Menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap  warisan  alam  yang  harus  dijaga dan dilestarikan melalui upaya adaptasi dan   mitigasi.
  • Menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap keanekarag aman biota di permukaan   bumi melalui upaya adaptasi dan  mitigasi.
  • Menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan oleh  perubahan  iklim  terhadap  timbulnya  bencana  alam berupa musim kering yang berkepanjangan (El Nino), musim hujan ya ng berkepanjangan (La Nina), banjir dan erosi  dan   sebagainya.
  • Sebagai PUSLITBANG yang  menjembatani  UNHAS  dengan  masyarakat yang terkait dengan  dampak  perubahan iklim.
  • Menemukan cara adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk mengurangi terjadinya  dampak  perubahan iklim.
  • Mendessiminasi hasil hasil penelitian untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat

Puslitbang Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Universitas Hasanuddin (Puslitbang LP3K UNHAS) adalah sebuah lembaga penelitian  dan  pengembangan yang fokus pada ekosistem laut,  pesisir,  dan  pulau-pulau  kecil. Puslitbang LP3K UNHAS didirikan pada Januari 2011 oleh  Rektor Universitas Hasanuddin pada saat itu, Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi. Namun demikian, Puslitbang LP3K UNHAS sebenarnya dikembangkan dari Pusat Penelitian Terumbu Karang Universitas Hasanuddin (PPTK UNHAS), yang didirikan sejak tahun 2000 dan telah mempunyai reputasi nasional dan internasional. Puslitbang LP3K  UNHAS  saat  ini  dikepalai  oleh  seorang ilmuwan  Prof.Dr.Ir.Budimawan.

Ruang Lingkup

LP3K UNHAS di desain untuk melaksanakan penelitian dasar  dan terapan, serta pengembangan program-program yang berhubungan dengan ekosistem laut, pesisir  dan  pulau-pulau kecil.  Bidang  penelitian  meliputi kajian tentang ekologi, terumbu karang, padang lamun, kualitas perairan, pulau-pulau kecil, dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu,  termasuk  konservasi dan rehabilitasi ekosistem. Pengembangan meliputi pelatihan dan kursus, pengembangan database, sistem informasi dan diseminasi. Pengembangan Pengelolaan Sumberdaya dan Perencanaan  Kawasan  Pesisir dan Pulau Pulau Kecil  Terpadu.

Laboratorium


Puslitbang LP3K membina 5 laboratorium,  yaitu:  Laboratorium  Observasi Bawah Laut, Laboratorium Kualitas Lingkungan Laut,  Laboratorium Terumbu Karang, Laboratorium Pengembangan Kemitraan Bahari, Laboratorium Kajian Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir. Dibawah laboratorium terumbu karang, Puslitbang LP3K  membangun  Koleksi  Terumbu Karang yang akan digunakan sebagai media  belajar  bagi mahasiswa mulai dari strata 1 hingga  strata  3.  Koleksi  terumbu  karang saat ini memiliki koleksi sebanyak 16 marga dengan jumlah specimen sebanyak 500.
 

Untuk mampu mengelola sumberdaya alam (SDA) yang melimpah di Indonesia, terutama di kawasan  Timur,  dan  untuk  mendukung pengembangan skill dan pengetahuan sumberdaya manusia (SDM) bagi pengelolaan SDA yang berhasilguna  dan  berkelanjutan,  Universitas Hasanuddin mendirikan Pusat Studi  Sumberdaya  Alam  dan  Laut  (PSDAL)  pada tahun 1979 yang dicetuskan dengan SK Mentri P dan K,  kemudian  berubah nama menjadi Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Kelautan (PPSDAK). Sekarang ini PPSDAK berubah nama menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan  Sumbedaya  Alam  (Puslitbang  SDA).  Sejak  waktu  itu, PSDAL, PPSDAK (Puslitbang SDA) UNHAS  terus memberikan peran penting dalam pengelolaan SDA di Indonesia   Timur.


Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan meliputi (i) pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi, inventarisasi dan pemanfaatan sumberdaya  alam  (sumber daya lahan, mineral,  hutan,  laut  dan  perairan pantai); (ii) penelitian   dan pengembangan pertanian secara terintegrasi, termasuk antara komoditas pangan  dan  perkebunan  dengan  peternakan,  terutama  sapi  dan   kambing;
(iii) pengembangan model, teknik  optimasi  dan  manajemen  untuk pemanfaatan sumberdaya alam berwawasan lingkungan, termasuk studi kelayakan ekonomi dan penataan  ruang wilayah;  dan  (iv)  pelatihan  dan kursus singkat mengenai teknik dan metode inventarisasi serta manajemen pemanfaatan sumberdaya  alam  berbasis  SIG dan Web.

Program dan kegiatan yang telah dilakukan antara lain berupa model penataan ruang wilayah yang telah menjadi acuan utama  dalam  penataan ruang wilayah kabupaten dan provinsi, perangkat lunak  SIG  dan  Indera,  model pertanian terintegrasi (ka kao-sapi- kambing), sistem pertanian berorientasi kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan, model pengembangan kawasan pantai terpadu, sistem pakar untuk perencanaan pembangunan  wilayah,  pengembangan  basis  data  pertanian   dan perkebunan  berbasis  teknologi  Web-GIS,   Program   Hibah Kompetisi berbasis Institusi kerjasama DIKTI-PEMDA-UNHAS yang difokuskan pada pengembangan ekonomi daerah berbasis kakao yang terintegrasi dengan pengembangan ternak dan biogas, pengembangan ekonomi masyarakat, dan lain-lain.