Universitas Hasanuddin (Unhas) ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak tanggal 17 Oktober 2014 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2014.  Pada tanggal 22 Juli 2015, Unhas telah menerima Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin.

Penetapan sebagai PTN-BH merupakan milestone penting dalam perjalanan Unhas sebagai perguruan tinggi, sebab tidak semua perguruan tinggi negeri di Indonesia dapat mencapai status ini.  Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria yang sangat ketat bagi setiap perguruan tinggi negeri untuk dapat memperoleh status PTN-BH, antara lain: masuk 9 (sembilan) peringkat nasional dalam publikasi internasional dan perolehan paten, telah terakreditasi institusi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), opini laporan keuangan  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 2 (dua) tahun berturut-turut, serta prestasi kegiatan kemahasiswaan di tingkat internasional.

Penetapan status sebagai PTN-BH merupakan wujud amanah dan tanggung jawab kepada Unhas untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya terhadap peningkatan daya saing bangsa, serta mampu sejajar dengan universitas kelas dunia yang antara lain tercermin dalam peringkat 500 universitas kelas dunia.  Unhas harus bekerja keras, dibarengi dengan spirit kebersamaan seluruh warga dan para pemangku kepentingan Unhas untuk mewujudkan harapan pemerintah tersebut.  Dengan modal sosial yang dimiliki, yaitu kerja keras dan spirit kebersamaan, Unhas selalu meyakini, dan sejarah juga telah membuktikan dirinya, sebagai universitas yang tangguh dan selalu berhasil dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, betapapun beratnya.

Unhas bertekad meneguhkan mandat yang diembannya sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia.  Mandat yang diemban oleh Unhas tersebut harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab Unhas terhadap keberlanjutan pembangunan bangsa dan negara guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.  Oleh karena itu, tanggung jawab yang diberikan pemerintah kepada Unhas agar sejajar dengan universitas kelas dunia bukanlah merupakan hal yang baru dan berat, namun justru merupakan bagian dari cita-cita Unhas sebagaimana telah tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Unhas 2015 - 2020, yaitu: "Menjadi Universitas Bereputasi Internasional Berbasis Benua Maritim". (*)

Updated on: March 15, 2016.

Pendekatan Student Centered Learning (SCL) telah dipilih menjadi metode untuk pendewasaan melalui penyediaan ruang dan iklim belajar yang kondusif bagi sivitas akademika untuk mengembangkan potensinya.  Dalam upaya mewujudkan visi strategis Universitas Hasanuddin menjadi universitas berstandar internasional pada tahun 2015, maka secara bertahap target indikator utama sistem pembelajaran telah semakin disesuaikan dengan standar internasional yang terukur melalui kualitas pembelajaran, kualitas riset, penyerapan lulusan, dan profil internasional.

Indikator kualitas pembelajaran (sebagai tertuang dalam Renstra Unhas) terukur melalui beberapa variabel, yaitu: presentase masa studi tepat waktu sesuai kurikulum S1, presentase mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,0 (dari IPK maksimum 4), dan tingkat kehadiran mahasiswa mengikuti kuliah.  Adapun indikator kunci yang menunjukkan profil internasional terdiri dari presentase kelas pembelajaran dalam Bahasa Inggris sebagai media komunikasi, jumlah dosen yang menjadi dosen tamu di luar negeri, jumlah mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional, dan jumlah hasil karya/presentasi mahasiswa di tingkat nasional/internasional.

Input, Proses Pembelajaran, dan Output

Unhas memiliki tiga jalur masuk bagi calon mahasiswa, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM-PTN) dan Jalur Non Subsidi dan Penelusuran Prestasi Olah Raga, Seni, dan Keilmuan (JNS - POSK).  Salah satu hal yang membanggakan bagi Unhas adalah tingginya jumlah peminat yang memilih Unhas sebagai tempat melanjutkan studi, terutama melalui jalur .  Peminat SBM-PTN yang memilih Unhas pada tahun 2015 berada pada urutan kedua tertinggi secara nasional.  Jumlah mahasiswa baru pada tahun 2015 dari ketiga jalur penerimaan ini adalah 5.020, dimana quota mahasiswa baru melalui jalur SNM-PTN ditentukan oleh Dikti.

Jumlah peminat yang besar ini memberi makna bahwa Unhas memiliki peluang sangat tinggi untuk mendapatkan mahasiswa kualitas terbaik.  Hal ini juga berarti bahwa kompetisi dalam pembelajaran semakin tinggi, karena mahasiswa yang diterima adalah mereka yang memiliki kualitas terbaik.  Konsekuensi logisnya adalah proses pembelajaran yang diberikan oleh dosen juga haruslah yang terbaik pula.

Sejak tahun 2007/2008, melalui sejumlah aktivitas pelatihan bagi dosen sebagai fasilitator Student-Centre Learning (SCL) dan pelatihn Basic Character Study Skill (BCSS) bagi mahasiswa sebagai pembelajar, maka proses pembelajaran di kelas dilaksanakan untuk memupuk komunikasi dialogis antara pembelajar dan fasilitator. Komunikasi dialogis tersebut diperkaya dengan sumber-sumber informasi dari buku-buku perpustakaan, pengetahuan dosen, dan hasil browsing di internet. Penerapan model SCL membawa banyak manfaat, tidak hanya kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas terpenuhi, tapi juga keaktifan dosen menyusun modul.

Perubahan dan revisi kurikulum menjadi keharusan dalam perkembangan global, perkembangan teori belajar, dan kemajuan ipteks. Konsekuensi lebih lanjut, perubahan kurikulum membawa konsekuensi pada perubahan pendekatan pembelajaran. Dalam konteks ini, pergeseran peran dan fungsi dosen dari pengajar menjadi motivator, fasilitator, dan mediator menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum berbasis kompetensi sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Monitoring pelaksanaan kurikulum dilaksanakan oleh satuan penjaminan mutu (PKPM-LKPP) bekerjasama dengan masing-masing ketua program studi. Pimpinan fakultas juga memonitoring jalannya proses pembelajaran dan penerapan kurikulum. Pada beberapa fakultas, proses monitoring sudah dilakukan dengan online dan hasilnya ditindaklanjuti setiap dua minggu.

Pengembangan sarana prasarana berupa bangunan maupun renovasi gedung perkuliahan dan labortorium telah dilakukan untuk mendukung pembelajaran berbasis SCL. Selain itu, juga telah dilakukan penambahan peralatan laboratorium serta multimedia yang kesemuanya bermuara pada terjadinya peningkatan kualitas, efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.

Pengembangan sarana laboratorium baik berupa penambahan peralatan maupun revitalisasi peralatan diarahkan dapat memberikan kontribusi terhadap jumlah karya ilmiah, teknologi tepat guna, dan HAKI Paten Unhas. Evaluasi atas pemanfaatan beberapa laboratorium masih memberi catatan untuk perlunya peningkatan fungsi yang lebih baik kedepannya. Terlihat dari hasil karya ilmiah yang keluar dari beberapa fakultas yang sarana laboratoriumnya dilengkapi belum sesuai dengan ukuran kinerja yang diharapkan.

Prestasi Mahasiswa

Seiring dengan penerapan pembelajaran berbasis SCL, hasil karya dan prestasi mahasisabaik pada tingkat nasional maupun internasional mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun jumlah hasil karya dan prestasi mahasiswa yang terdiri atas bidang penalaran/keilmuan, kesenian, olahraga, dan bidang lainnya ini fluktuatif, namun trend kenaikan cenderung meningkat.

Perolehan prestasi mahasiswa Unhas periode Januari sampai dengan Agustus 2015 dapat dilihat pada Gambar A-3. Prestasi kegiatan kemahasiswaan di tingkat internasional untuk periode Januari-Agustus 2015 mencakup 3 juara pertama, 1 juara kedua, 2 sebagai finalis, dan 18 delegasi mahasiswa Unhas pada event-event internasional. Prstasi yang dicapai pada tingkat nasional masih lebih dominan dibandingkan dengan prestasi tingkat internasional. Keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai event ini sangat tergantung dari pendanaan. Ke depan, anggaran untuk kegiatan mahasiswa harus ditingkatkan lagi, termasuk penggalangan dana dari para donatur atau sponsor mitra Unhas.

Peningkatan Daya Saing Lulusan

Salah satu strategi di ranah pendidikan pada dua dekade terakhir dalam rangka memperbaiki tingkat kompetitif Indonesia di mata dunia adalah peningkatan daya saing luaran (lulusan). Karenanya, peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan sarana/prasarana pemblajaran merupakan bagian dari komponen program yang utama dalam pembangunan pendidikan. Namun upaya tersebut dalam menjamin akan terciptanya suasana bangsa yang damai dan berdaya saing tinggi jika agenda pengembangan pendidikan tidak difokuskan pula untuk program peningkatan karakter untuk menjadi bangsa yang mampu hidup bersama dengan damai, adil, jujur, dan berdaya saing tinggi.

Dalam skala internasional, pentingnya pendidikan dalam semua strata untuk mampu menghasilkan manusia-manusia yang berkarakter telah ditegaskan oleh UNESCO melalui The International Commision on Education for The Twenty-First-Century. Dinyatakan bahwa terdapat empat pilar pendidikan yang harus menjadi landasan pengembangan bidang pendidikan, yakni learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together dengan elemen-elemen kompetensinya terdiri atas:

(i) landasan kepribadian

(ii) penguasaan ilmu dan keterampilan, kemampuan berkarya, sikap, dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai;

(iii) dan pemahaman kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Secara umum upaya yang dilakukan Unhas untuk meningkatkan daya saing lulusan adalah melakukan peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan sarana/prasarana pembelajaran. Sedangkan secara khusus, upaya yang dilakukan adalah pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis, peningkatan keterampilan tentang komputer dan teknologi informasi bagi mahasiswa, keterampilan Bahasa Inggris serta peningkatan keterampilan soft skills mahasiswa melalui keterpaduan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dengan kurikulum.

Dalam 12 tahun terakhir,dimulai dari Fakultas Kedokteran, secara bertahap telah dilakukan transformasi sistem pembelajaran dari kurikulum berbasis konten yang sifatnya lebih pasif dan cenderung lecturer-centered learning menjadi kurikulum berbasis kompetensi yang lebih menjadikan mahasiswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dikenal dengan Student Center-Learning (SCL). Sistem pembelajaran ini bertujuan untuk memperkuat mahasiswa dengan kompetensi yang diharapkan sehingga ketika lulus mereka memiliki daya saing yang tinggi dalam masyarakat. Tidak saja dalam hal mendapatkan pekerjaan, namun lebih kepada bagaimana mereka diterima oleh masyarakat, mewarnai kehidupan masyarakat dan membangun masyarakat tersebut dari dalam.

Kurikulum yang berbasis pada kompetensi tentu saja diarahkan sesuai dengan karakter bangsa sebagai masyarakat dari Benua Maritim, sehingga konten dari kompetensi yang diajarkan melalui pendekatan SCL disesuaikan dengan konsep dan karakter Benua Maritim Indonesia (BMI).konsep BMI tentu saja tidak hanya diterjemahkan secara fisik dengan dominan konsep kelautan dan keanekaragaman hayatinya, tetapi juga pada konsep ketersediaan dan keanekaragaman sumber daya yang dikelola secara saintifik sehingga dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa di dalam BMI, konsep kebersamaan dalam keanekaragaman.
 

Updated on April 6, 2016.

 

Kegiatan riset di Unhas sebagai upaya melestarikan (to preserve), mengembangkan, menemukan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, diharapkan menjadi landasan dalam penguatan kemaritiman berbasis ipteks inovatif untuk kemashlahatan Benua Maritim Indonesia (BMI).  Rumusan ini bermakna agar Unhas menekankan aktivitas riset yang mengarah pada upaya pelestarian IPTEKS INOVATIF baik dalam bentuk pembelajaran kepada peserta didik (pembelajaran berbasis riset) maupun publikasi (buku dan jurnal) kepada masyarakat luas.

Updated on March 15, 2016

(status: unfinished)

Salah satu rekomendasi pemerintah kepada Unhas sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) adalah kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kualitas masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing bangsa.  Salah satu kriteria PTN-BH yang dijalankan Unhas dengan baik adalah kepedulian dan kegiatan afirmasi terhadap masyarakat miskin dan tertinggal.

Unhas mengemban misi untuk menjalankan tanggung jawab sosial universitas (University Social Responsibility atau USR) sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis 2011 - 2015.  Dalam pelaksanaannya, konsep USR ini telah mengalami transformasi ke arah peran serta secara aktif dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.  Peran dan tanggung jawab sosial Unhas ditunjukkan dengan cara memberikan kontribusi terhadap solusi atas masalah-masalah yang dihadapi masyarakat pada tingkat daerah, nasional, regional, maupun global, penyediaan akses pada layanan pendidikan, dan pengembangan keunggulan dan keunikan lokal.

Tanggung Jawab Sosial Unhas

Salah satu kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas masyarakat adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang didesain dalam bentuk KKN Tematik, KKN Profesi, dan KKN Kebangsaan yang memperoleh apresiasi dari pemerintah.  Pada tahun 2015, peserta KKN Tematik mengalami peningkatan baik dalam jumlah maupun daerah tujuan.  Sejak tahun 2012, Unhas mengirimkan mahasiswa untuk melakukan KKN Tematik hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana ke daerah-daerah perbatasan, yaini Pulau Sebatik dan Pulau Miangas.  KKN Tematik ini telah diakui oleh DIKTI untuk menjadi model KKN yang akan diperluas implementasinya pada tingkat nasional.  Pada tahun 2014, Unhas mengirimkan 75 mahasiswa KKN ke Pulau Miangas, dan sebanyak 76 mahasiswa pada tahun 2015.  Sementara peserta KKN Tematik ke Pulau Sebatik pada tahun 2015 berjumlah 36 orang.

Perhatian yang serius dalam bentuk bantuan mahasiswa merupakan salah satu perwujudan kepedulian sosial Unhas terhadap mahasiswa. Jumlah penerimaan beasiswa setiap tahunnya mengalami peningkatan. Jumlah mahasiswa Unhas yang mendapatkan beasiswa pada tahun 2011 adalah 5627 orang dan meningkat menjadi 6000 penerima beasiswa per juli 2015. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari tahun 2011-2015.

Keberhasilan Unhas dalam pendistribusian beasiswa Bidik MIsi pada tahun-tahun sebelumnya berdampak pada meningkatnya jumlah jatah penerima beasiswa tersebut pada tahun 2014 (Gambar C-3). Sebagai perbandingan, pada tahun 2011 UNhas hanya memperoleh jatah sebesar 750 orang, meningkat pada tahun 2012 menjadi 1050 orang. Untuk tahun 2014 unhas memperoleh jumlah yang lebih besar yakni 1500 mahasiswa, dan pada tahun 2015 menurun menjadi 780 mahasiswa. Penurunan mahasiswa Bidik Misi pada tahun 2015 dikarenakan DIKTI mengurangi quota setiap perguruan tinggi penerima karena keterbatasan dana yang digelontarkan pemerintah pusat.

Wujud lain kontribusi Unhas dalam peningkatan kualitas masyarakat yang berakibat pada peningkatan daya saing bangsa adalah bersama tiga perguruan tinggi negeri lainnya, yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Cenderawasi, dan Universitas Papua sejak tahun 2012 menerima putra-putri asli Papua untuk belajar di Unhas yang merupakn bagian dari Program Afirmatif Dikti.

Mulai tahun 2015, Unhas juga menrima 43 putra-putri dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang berasal dari Maluku Utara, Borneo (Kalimantan Utara), dan Buton (Sulawesi Tenggara). Dari 43 kutota yang disiapkan, sudah ada 33 orang dari wilayah 3T tersebut yang mendaftar ulang dan saat ini sudah mulai kuliah di Fakultas Kedokteran, Teknik, Ekonomi, dan MIPA. Tanggung jawab sosial yang tidak kalah pentingnya saat ini adalah keberadaan Rumah Sakit (RS) Unhas yang hingga saat ini terus melakukan pengembangan system pelayanan yang berorientasi kemasyarakatan yang kurang mampu.

Saat ini RS Unhas telah menjalin kerja sama dengan beberapa asuransi pelayanan kesehatan, yang salah satunya adalah dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jumlah pasien kurang mampu yang dilayani oleh RS Unhas atas tanggungan BPJS terus mengalami peningkatan, baik dari sisi pelayanan rawat jalan, rawat nginap, kegawatdaruratan,  dan pelayanan operasi.

Kepercayaan pusat-pusat layanan kesehatan di Indonesia Timur untuk penangan lanjutan peserta BPJS dikarenakan beberapa fasilitas canggih sudah disiapkan di RS Unhas.

Beberapa fasilitas canggih yang belum dimiliki oleh Rumah Sakit yang ada di bagian Timur Indonesia adalah Linac, Brachiterapi, CT Scan Simulator, alat vitrektomi retina, CT Scan Multi Slice 128, Robotic Guide Biops, Fluoroscopy dll. Salah satu mitra bergengsi RS Unhas saat ini adalah kerjasama dengan Flying Eye Hospital (Orbis International) dalam pelatihan dan advokasi dibidang pemberantasan kebutaan. Kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2014 terus berlanjut hingga tahun 2015 berupa bantuan pendanaan terhadap pemberdayaan Pediatris Eye Care sebanyak Rp. 2.4 Milyar. Pusat layanan ini juga akan menjadi satu satunya pusat layanan kesehatan mata anak di Indonesia Timur.

Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat

Sejak tahun 2012 unhas melalui program 1000 hari awal kehidupan yang dilakukan oleh mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (1 mahasiswa untuk 1 keluarga) untuk peningkatan dan monitor kondisi kesehatan terhadap 1.200 ibu hamil dan anak balita. Proram ini didampingi oleh dokter ahli kebidanan/kandungan dan dokter spesialis anak sebagai pembimbing dan penanggungjawab. Kegiatan ini telah launching oleh Menteri Kesehatan pada awal tahun 2015 yang lalu sebagai gerakan nasional secara menyeluruh. Program 1000 hari awal kehidupan merupakan program berkesinambungan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dimana program tersebut bias dirasakan langsung oleh msyarakat dan sebagai wujud kontribusi Perguruan Tinggi terhadsap program Global “ Millenium Development Goals” (MDGs) dalam menurunkan prevelensi kurang gizi pada anak (MDG1).

Sementara itu, strategi yang serupa dilakukan oleh Fakultas Pertanian dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan nasional 2017, pada wal Juni 2015 Rektor melepas Angkatan Pertama Pengawalan Padi Jagung Kedelai (Pajale) oleh Mahsiswa dan alumni Fakultas Pertanian dan STTP Gowa yang akan bekerjasama dengan penyuluh dengan dan Babinsa. Sebanyak 358 orang tersebut tersebar di 21 Kabupaten dan 590 desa, dimana 1 mahasiswa mengawal 200 ha lahan. Target utamanya adalah selain belajar di lapangan mahasiswa dan dosen juga membantu petani dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan, mengelolah sarana produksi dan infranstruktur pertanian sehingga dapat memberikan konstribusi bagi pencapaian Swasembada Pangan.

Salah satu kegiatan yang telah didesain oleh Unhas sejak tahun 2009 hingga saat ini adalah Program Pengembangan Masyarakat Desa Berbasis Mandiri (Bangun Mandar). Program ini merupakan salah satu Program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Unhas bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dampaknya terlihat hingga saat ini termasuk terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat miskin melalui produktivitas pengolahan hasil pertanian menjadi makanan jadi yang siap dipasarkan seperti produk rumput laut, tortilla talas Mandar dan lain-lain.

Program KKN Tematik ‘Bersih Lorong’ yang digagas oleh Unhas bekerjasama dengan sukses. Kegiatan ini selain melakukan kegiatan fisik pembersihan kota, mahasiswa bersama dengan dosen pembimbing juga melakukan pendampingan dan advokasi tenatang tatacara penataan kehidupan lorong di Makassar agar tetap menjadi kota bersih.
Pada awal Juli 2015 yang baru Tim pakar Unhas telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan beberapa petani garam untuk menginisiasi program pemberdayaan sumberdaya manusia dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam rakyat di Jeneponto. Kegiatan ini telah mendpat persetujuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk selanjutnya diarahkan ke program Industrialisasi Garam Rakyat yang bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga tapi untuk memenuhi kebutuhan industri-industri terkait.

Kerjasama antara Unhas dengan Singhealth Singapura atas hibah dana dari Temasek Foundation (2014-2015) telah melakukan pelatihan Manajemen Tanggap Bencana atas 1.650 peserta dengan target akhirnya adalah 50 Master Trainer, 600 health workers, dan 1000 community disasters awareners. Para alumni dari pelatihan berjangka ini bukan hanya berasal dari kota Makassar tapi juga didatangkan dari beberapa kabupatan baik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat maupun beberapa propinsi dari Timur Indonesia. Hasil ini sangat bermanfaat sebab semua peserta menjadi komunitas di daerah masing-masing yang bertugas melakukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan terhadap kesiapan menghadapi kejadian bencana.    
 

Updated: April 6, 2016

Penerapan ISO 9001:2008

Upaya perolehan rekognisi mutu di tingkat nasional dan internasional telah diinisiasi sejak tahun tahun 2008 oleh Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan menerapkan ISO:2008. Secara bertahap unit-unit kerja lain di dalam lingkungan Unhas juga mulai menerapkan ISO 9001:2008. Pada awalperiode kepemimpinan Unhas 2010-2014, terdapat 3 unit kerja yang telah menerapkan ISO:2008 yaitu Program Pascasarjana, fakultas Kedokteran, dan Kantor Pusat. Selanjutnya, menyusul Fakultas Teknik pada tahun 2011, Fakultas Farmasi pada tahun 2012, Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2013. Pada tahun 2014, sebanyak 10 fakultas Pertanian, Peternakan, MIPA, Ekonomi, Hukum, ISIPOL, Sastra, Kedokteran Gigi, Ilmu Kelautan dan Perikanan, dan Kehutanan juga memperoleh pengakuan ISO 9001:2008.

Saat ini sudah ada 16 unit kerja di Unhas yang telah menerapkan ISO 9001:2008 yaitu Kantor Pusat/Rektorat,Program Pacsasarjana, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, Fakultas MIPA, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, F akultas Peternakan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Sastra, Fakultas Sospol,Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 2015 ini sedang diupayakan proses pendampingan oleh konsultan terhadap 9 unit kerja lainnya (2 lembaga dan 7 UPT) tersisa  yang belum memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008.

Monitoring implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 oleh semua unit kerja dalam lingkup Unhas, dilakukan melalui audit secara berkala oleh tim sekretariat ISO yang ditetapkan oleh Rektor untuk melihat kesesuaian SOP manajemen (input, proses dan output) dan penerapannya atau audit terhadap sasaran mutu yang dijanjikan dengan dokumen ISO yang telah ditetapkan oleh Rektor untuk melihat kesesuaian SOP manajemen (input, proses, dan output) dan penerapannya atau audit terhadap sasaran mutu yang dijanjikan dengan dokumen ISO yang telah ditetapkan oleh setiap unit kerja. Implementasi ISO pada seluruh unit kerja dalam lingkup Unhas ini menunjukkan bentuk komitmen Unhas untuk memberikan layanan yang optimal kepada stakeholder.

Evaluasi atas implementasi pelayanan berbasis mutu pada semua fakultas menunjukkan perlunya peningkatan mind set para pengelola ISO 9001:2008 dan tenaga kependidikan serta perlunya penambahan sumber daya auditor mutu internal. Untuk mengatasi hal itu, Unhas melaksanakan workshop bagi seluruh manager representatif (MR) dan para pengelola ISO pada bulan Juni 2015. Secara keseluruhan dampak tersertifikasinya unit kerja pada ISO 9001:2008 telah mendukung tercapainya sasaran mutu pada masing-masing unit kerja.

Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Seiring dengan ditetapkannya Unhas sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH)  melalui peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014, maka dengan sendirinya pemerintah memberikan status PTN-BH ini membawa konsekuensi pada Unhas untuk lebih meningkatkan mutu penyelenggaraan tridharma guna memperkuat daya saing internasional melalui pengelolaan perguruan tinggi yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Salah satu elemen penting dari otonomi perguruan tinggi adalah adanya akuntabilitas publik yang mencerminkan terlindungnya kepentingan masyarakat, baik dalam penyelenggaraan akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, akuntabilitas publik dijaga melalui sistem penjaminan mutu yang kredibel serta pemenuhan atas indikator kinerja akademik yang dirumuskan pada setiap penyusunan RKAT.

Penerapan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan Unhas telah dilakukan sejak tahun 2009, antara lain dengan membentuk tim penjaminan mutu tingkat universitas dan tingkat fakultas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan penerapan sistem penjaminan mutu pada setiap unit kerja, namun pada pelaksanaannya masih mengalami beberapa kendala, antara lain masih lemahnya monitoring dan evaluasi serta kurangnya jumlah standar mutu yang dibuat, sehingga unit kerja mengalami kesulitan dalam mengukur tingkat penerapan dan pengembangannya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Unhas pada tahun 2015 adalah melakukan penguatan pada sistem penjaminan mutu melalui program pengembangan kapasitas program studi (PPKPS) pada semua fakultas dalam lingkup Unhas. Program ini merupakan hibah internal Unhas berbasis program studi yang terkoordinasi pada level fakultas, serta merupakan kelanjutan dan perbaikan dari PPKPS yang telah dilaksanakan sejak tahun anggaran 2013.

Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas

Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas terdiri atas sub sistem yang didesain secara integratif. Namun demikian,hingga saat ini, baru sistem informasi akademik dan portal dosen mahasiswa yang telah digunakan secara intensif oleh seluruh fakultas (staf administrasi, dosen, dan mahasiswa). Sementara menu lainnya, seperti menu sistem informasi manajemen aset, sistem informasi manajemen SDM, sistem informasi manajemn keuangan, dan sistem informasi manajemen penjaminan mutu, pemanfaatannnya masih sangat terbatas.

Peningkatan implementasi SIM akademik dan portal dosen dan mahasiswa yang cukup intensif saat ini, tidak terlepas dari terbitnya surat keputusan rektor tahun 2012 yang mewajibkan seluruh unit kerja dalam lingkup universitas hasanuddin untuk menggunakan SIM sebagai sistem informasi yang resmi.

Secara umum, sistem akademik telah dimanfaatkan oleh semua fakultas dengan tingkat penggunaan yang masih beragam. Menu yang telah digunakan secara penuh adalah aktivasi registrasi mahasiswa secara otomatis, bagi mahasiswa yang telah melaksanakan pembayaran SPP secara online di bank. Begitu puladengan menu registrasi KRS secara online. Sejak tahun akademik 2012/2013 sampai dengan semester awal tahun akademik 2015/2016, seluruh mahasiswa baru telah menggunakan SIM untuk melakukan transaksi pendaftaran KRS secara online. Disamping mahasiswa lama yang lebih dulu menggunakan fasilitas ini.

Pada tahun 2015 ini, penggunaan portal dosen dan mahasiswa oleh staf pengajar dan mahasiswa sudah semain intensif untuk aktivitas-aktivitas tertentu, seperti transaksi input nilai dan persetujuan KRS mahasiswa secara online, serta monitoring kemajuan kinerja akademik mahasiswa bimbingan akademik secara real time.

Untuk keperluan dalam sistem pengambilan keputusan, beberapa bagian dari sistem informasi akademik telah menyediakan sistem pelaporan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Di level unit kerja, misalnya di fak MIPA, Fakultas Peternakan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, dan Prodi Arsitektur Fakultas Teknik, beberapa menu SIM telah dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan, misalnya untuk mengevaluasi empat semester pertama mahasiswa, menghitung kehadiran dosen, total SKS yang telah dilulusi oleh mahasiswa, kemajuan hasil studi mahasiswa, mencetak transkrip sementara mahasiswa.

Sistem pengambilan keputusan melalui SIM akan terus disempurnakan setelah pengintegrasian empat sistem utama yaitu Sistem Informasi Akademik, Sistem Informasi dan Manajemen Keuangan, Sistem Informasi dan Manajemen Asset, serta Sistem Informasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Hal lain yang perlu mendapat perhatian tentang pemanfaatan SIM adalah perlunya memperluas cakupan pengguna SIM untuk strata mahasiswa program S2 dan S3 serta program profesi. Saat ini Prodi program pasca yang telah menggunakan SIM akademik, baru Prodi Ilmu dan Teknologi Peternakan dan Prodi Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi. Secara umum, belum tentu fitur pada SIM Akademik digunakan oleh seluruh fakultas dan prodi.

Akreditasi Laboratorium

Salah satu upaya yang dilakukan Unhas untuk mendapatkan pengakuan akreditasi internasional, khususnya pada bagian laboratorium adalah akreditasi ISO/IEC 17025. Sejak tahun 2014 telah dilakukan inisiasi penyusunan dokumen akreditasi laboratorium ISO /IEC 17025oleh Laboratorium Biofarmaka Fakultas Farmasi Unhas dan dilanjutkan penyusunan dokumen mutu sesuai persyaratan manajemen dan persyaratan teknis. Pada awal tahun 2015, Laboratorium Biofarmaka Fakultas Farmasi Unhas telah mengajukan registrasi ke KAN untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025.

Pada tahun ini juga Unhas menetapkan empat laboratorium lain yang layak untuk mengajukan akreditasi laboratorium berdasarkan penilaian terhadap potensi laboratorium untuk memenuhi standar mutu ISO/IEC 17025. Keempat laboratorium tersebut yaitu Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik, Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran, Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan.

Untuk mendorong proses penyusunan dokumen mutu ISO/IEC 17025 pada laboratorium tersebut sesuai persyaratan KAN, Unhas memberikan bantuan pembiayaan melalui program BOPTN tahun 2015 dengan target capaian seluruh dokumen mutu yang diperlukan mulai dokumen level I Panduan Mutu; dokumen level II Prosedur mutu; dokumen mutu level III Instruksi Kerja dan dokumen mutu level IV Formulir tersedia pada akhir tahun 2015.

Updated: April 6, 2016