Sejarah

Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang muncul dari konsep atas kesadaran mahasiswa sebagai calon sarjana untuk dapat memanfaatkan sebagian waktu belajarnya disamping di ruang kuliah dan perpustakaan. juga dapat bekerja menyumbangkan pengetahuan dan iimu yang telah diperolehnya secara langsung dalam membantu memecahkan dan melaksanakan pembangunan di dalam kehidupan masyarakat.

Dari berbagai pengalaman menunjukkan bahwa peranan mahasiswa dalam berbagai kegiatan telah nemberikan bukti-bukti serta memperkaya akan arti dan peran mahasiswa sebagai tenaga kerja terdidik didalam berbagai aspek kegiatan pembangunan. Tiga Perguruan Tinggi pada tahun 1971, yaitu Universitas Gajah Mada iUGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Andalas (Unand), pada awalnya melaksanakan kegiatan yang merupakan proyek perintis yang dikenal dengan narna “Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat”. Makna dan arti penting yang terkandung dan kegiatan tersebut semakin dipertegas setelah Presiden RI pada acara Dies Natalis UGM bulan Februari 1971 menyatakan antara lain: “………………..agar setiap mahasiswa belajar di Desa dalam jangka waktu tertentu. tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan. memecahkan persoalan pembangunan sebagai bahan dari kurikulumnya“.

Dirjen Pendidikan Tmggi akhimya berkesimpulan untuk mengembangkan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa di perguruan tinggi secara nasional, dengan melaksanakan Seminar Nasional di Yogyakarta pada tanggal 17-18 Nopember 1972 yang membahas Proyek Perintis “Pengabdian Kepada Masyarakat” yang diikuti oleh 13 Perguruan Tinggi dari 3 Universitas Perintis ditambah dengan 10 perguruan tinggi diikutkan pada tahun akademik 1973/1974, dan disepakati kegiatan tersebut diberi nama Kuliah Kerja Nyata”. Dengan demikian pertama kalinya program KKN dilaksanakan pada tahun akademik 1973/1974 oleh 13 Perguruan Tinggi, kemudian tahun 1974/1975 diperluas menjadi 15 perguruan tinggi. tahun 1975/1976 menjadi 29 perguruan tinggi. Sejak tahun 1976/1977 semua Perguruan Tinggi Negeri dan sebagian besar perguruan tinggi swasta telah menyelenggarakan KKN.

Pengalaman, pemikiran, dan berbagai informasi yang ada, maupun berbagai hasil evaluasi yang selalu diadakan terhadap pelaksanaan KKN di Perguruan Tinggi Negeri. secara ilmiah mengungkapkan bahwa KKN rnemberikan manfaat dalam proses belajar baik bagi mahasiswa maupun masyarakat di dalam menangani dan memecahkan masalah-masalah pembangunan kemasyarakatan Karena itu. KKN sebagai bagian dari kegiatan fctrakurikuler bagi mahasiswa program SI, yang pada hakekatnya merupakan Program Pendidikan Tinggi di Indonesia yang didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 yang dilaksanakan dalam benrnk pengintegrasian antara kegiatan-kegiatan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian. serta Pengabdian kepada Masyarakat secara interdisipliner.

Universitas Hasanuddin sebagai salah satu perintis pelaksana KKN yang dimulai pada tahun ikademik 1973/1974 sampai dengan tahun ajaran 2007/2008 telah melaksanakan kegiatan KKN Reguler (Umum) sampai pada Gelombang 75, KKN Antara 2003 / 2004 / 2005 / 2006 / 2007 / 2008, KKN Profesi: Profesi Kesehaan Teknik Hukum / Sastra / Pertanian / Peternakan / Agro Kompleks / Ekonomi / Kahutanan / Ml PA (Kuliah Kerja Nyata Terapan Sains – KKTS), sedangkan pelaksanaan program Kuliah Ketja Nyata (KKN) Keimtraan telah dilaksanakan Kemitraan dengan Forum Rektor Indonesia dalam bentuk KKN Pemantau Pemii. 1999 2003 / 2004 / 2009, dan kerjasama dengan Kementerian Kesra berupa KKN Pemantauan Program Peogurangan Konpensasi Pengurangan Subsidi Bahan BakarMinyak (PKPS BBM) tahun 2003.

Meskipun pelaksanaannya dengan segala kekurangan dan kelemahan dalam pengelolaan dm pengembangannya diperlukan suatu pemikiran untuk mengikuti derap langkah perkembangan vang semal«zn dinamis untuk peningkatan sumberdaya manusia baik bagi mahasiswa maupun bagi masyaraka: dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.