Pelatihan Assesor Kompetensi Perawat

By Kusrini Kadar - Posted on November 17, 2016

PELATIHAN ASSESOR KOMPETENSI PERAWAT Diselenggarakan atas Kerjasama Program Studi Ilmu Keperawatan dan Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) Pusat

Rabu – Minggu, 16 – 20 November 2016 di Hotel Maxone Makassar

Era globalisasi menuntut semua industri termasuk industri jasa pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas yang dapat diukur dari segi kualitas jasa yang diberikan agar mampu bersaing di era pasar bebas. Kualitas jasa yang diberikan kepada pelanggan dapat ditentukan salah satunya oleh pemberi jasa pelayanan. Pemberi jasa pelayanan tersebut harus mampu mengaplikasikan dan menunjukkan kemampuan pekerjaan dan tugas-tugasnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi profesinya atau memiliki kompetensi dan dapat dibuktikan dengan pengakuan melalui sertifikasi kompetensi. Untuk mendapatkan pengakuan ini dibutuhkan sebuah proses yang panjang mulai dari assesmen kompetensi seorang perawat yang dilakukan oleh bidang keperawatan sampai proses kredensialing untuk memastikan bahwa perawat tersebut berhak untuk mendapatkan kewenangan klinis dalam memberikan asuhan keperawatan.

Salah satu kendala dalam pelaksanaan asessment kompetensi adalah keterbatasan asesor yang akan melakukan asesmen kompetensi. Beberapa rumah sakit di Indonesia masih sangat kekurangan jumlah assessor untuk kompetensi sehingga mengalami hambatan untuk dapat lanjut ke tahap selanjutnya yaitu proses kredensial dan pada ukhirnya menghambat penerbitan surat penugasan klinis (sertfikasi) yang sangat penting bagi perawat untuk membuktikan bahwa perawat tersebut sudah kompeten dalam tugasnya dan sudah sesuai dengan jenjang klinik yang telah ditetapkan oleh . Sertifikasi adalah suatu proses untuk mendapatkan pengakuan resmi (keabsahan) atas kompetensi yang dimiliki oleh seseorang pada bidang tertentu. Persyaratan sertifikasi ini pun sudah menjadi persyaratan yang mengglobal. Kesesuaian dan ketepatan kompetensi pada setiap perawat perlu dinilai dan ditentukan apakah sesuai dengan tingkatan jenjang klinik yang telah ditetapkan oleh institusinya.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan dari proses survey kebutuhan tenaga asesor di Indonesia khususnya di Indonesia bagian timur, Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Unhas yang merupakan salah satu institusi pendidikan di Indonesia yang memuat program peningkatan kualitas tenaga keperawatan melalui Program Kekhususan manajemen, memiliki andil untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi perawat melalui pelatihan asessor kompetensi perawat di Rumah Sakit. Dalam rangka mengembangkan diri dan memfasilitasi komite keperawatan di berbagai RS di wilayah Indonesia Timur, maka Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin, mengadakan kegiatan Pelatihan Asesor Kompetensi Perawat di RS.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah: 1. Peserta mampu melaksanakan perannya sebagai assessor dalam proses assesmen (uji kompetensi perawat). 2. Pelatihan ini bisa dijadikan sebagai panduan bagi akademisi/perawat pendidik di berbagai institusi pendidikan keperawatan dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang berbasis kompetensi dan mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi uji kompetensi perawat.

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah CTJ, Role Play, Praktikum pembuatan form asesmen kompetensi dan akan di akhiri dengan ujian untuk menjadi asesor kompetensi. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari ini akan menghasilkan asesor-asesor kompetensi yang handal dan diharapkan bisa mempercepat proses pemberikan kewenangan klinis kepada perawat-perawat di rumah sakit mereka masing-masing. Pemateri untuk kegiatan ini merupakan anggota dari HPMI pusat yang sudah memiliki pengalaman dalam kegiatan asesmen kompetensi. Hari pertama dan kedua di isi dengan materi tentang asesmen kompetensi dan penjelasan formulir-formulir yang akan digunakan. Hari ketiga di isi dengan kegiatan role play dan hari ke empat dan kelima merupakan ujian bagi peserta untuk mendapatkan sertifikat sebagai asesor kompetensi. Kegiatan ini di ikuti oleh 23 peserta dari berbagai daerah di kota makassar dan Sulawesi Selatan, serta dari luar Sulawesi Selatan.


Komentar

Tinggalkan komentar
Nama
Email
Komentar