Wakil Rektor I: Luaran Riset Agar Menghasilkan 'Ekspert System'

14 May 2016 , oleh Ahmad Bahar

Wakil Rektor I: Prof.Dr.Ir. Junaidi Muhidong, M.Sc pada Sosialisasi Riset Unggulan Unhas (Runas)

Wakil Rektor Bidang I Prof.Dr.Ir. Junaidi Muhidong, M.Sc mengharapkan ke depan agar peneliti di Unhas mengarahkan output penelitiannya dalam jangka panjang sampai menghasilkan pada expert system. “Ke depan penelitian tidak hanya menghasilkan laporan dan publikasi sebagai output penelitian, tetapi sudah harus dipikirkan outputnya secara jangka panjang dapat menghasilkan expert system,” harap Junaidi dalam sambutannya pada Sosialisasi Riset Unggulan Unhas (Runas) di Gedung Ipteks, Jumat (13/5).

Junaidi mencontohkan hasil riset di kedokteran yang menghasilkan sistem eksper, “Hanya dengan memasukkan simptom-simptom penyakit yang kemudian di sintesis oleh sistem, lalu sistem akan memberikan informasi alternatif-alternatif kemungkinan diagnosis penyakit yang timbul,” papar Junaidi.  Untuk mencapai penelitian seperti itu, penelitian yang berkualitas memang membutuhkan gagasan yang berkualitas,” tambahnya.

Riset Unggulan Unhas, lanjut WR I, mulai dirintis sejak Maret tahun lalu. “Saat itulah Ibu Rektor memutuskan untuk membuat skim Runas ini yang diiringi dengan pengalokasian dana dari penghasilan Unhas sendiri secara signifikan,” ungkap Junaidi mengutip Rektor.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof.Dr.Ir. Laode Asrul, M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan anggaran Runas ini bisa sampai Rp 8 Milyar. “Namun untuk tahun ini sebagai langkah awal belum sebesar itu,” ujar Asrul yang baru 2 pekan menjabat Ketua LP2M ini.

Salah satu tujuan Runas, menurut Ketua Tim Runas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, adalah untuk mencapai target RJP Unhas 2030, yakni menjadi World Class University (WCU). Dalam pemaparannya, Dekan FIKP ini mengungkapkan salah satu strategi menemukan penelitian unggul yang bisa masuk ke kategori Runas adalah agar peneliti memilih tema-tema lokal namun tetap dapat berkontribusi global. “Kita jangan lagi memilih tema seperti pengembangan nuklir, maaf sampai kapan pun kita tidak akan mampu menyaingi mereka yang telah duluan mengembangkan itu, tetapi pilihlah tema-tema lokal yang spesifik seperti nyamuk, keanekaragaman hayati kita,” jelas Prof. Jamal. “Selengkapnya mengenai persyaratan Runas ini dapat dilihat di website LP2M,” tandasnya. 

Read also :