Unhas Tuan Rumah Workshop E-Journal DIKTI

6 Jul 2017 , admin00 Akademik

Dari kiri ke kanan: Dr. Muhammad Arayad (sekretaris PMC Unhas), Prof. Budu, Ph.D (Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerjasama), dan Suwitno (Kasubdit Fasilitasi Jurnal, Kemristekdikti) saat acara pembukaan.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terus menerus berusaha meningkatkan Kualitas Pengelolaan jurnal Ilmiah di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan Pelatihan Penerapan Aplikasi e-Journal Open Journal System (OJS) bagi jurnal-jurnal yang sudah dikenali (recognized) beraplikasi OJS tapi manajemennya belum full OJS.  Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 6 Juli 2017, di Aula Program Pascasarjana UNHAS. 
 
Ketua Panitia lokal Dr. Muhammad Arsyad menjelaskan bahwa untuk memperoleh indeksasi yang baik, maka sebuah jurnal harus dikelola dengan On Line System. Salah satunya adalah menerapkan aplikasi OJS. Memang benar bahwa selain OJS, juga ada ScholarONE Manuscript. Akan tetapi yang paling umum digunakan secara nasional adalah OJS.  Indexer kualitas tinggi pun selevel Scopus dan Thomson Reuters sebagian menggunakan OJS. 
 
“Jadi akan sangat ketinggalan kalau sebuah jurnal masih dikelola Manual System. Selain itu, jurnal bereputasi baik akan menjadi branding universitas,” jelas Arsyad yang juga Sekretaris Eksekutif Publication Management Center (PMC) UNHAS ini.   Setiap universitas yang sedang dalam persiapan menuju Universitas Kelas Dunia (World Class University) dituntut untuk memiliki e-journal yang telah terindeks.
 
Pelatihan ini diikuti oleh wakil-wakil dari 24 pengelola urnal yang sudah menggunakan OJS.  Aplikasi OJS ini membutuhkan ini membutuhkan tahapan-tahapan, sehingga diharapkan semua jurnal yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan OJS penuh. 
 
Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristekdikti, melalui Kasubdit Fasilitasi Jurnal, Suwitno, saat membuka acara ini menegaskan bahwa Indonesia masih sangat kekurangan jurnal yang mengaplikasikan OJS.  “Kita butuh ribuan jurnal untuk kebutuhan nasional dan antisipasi Permenristek 20/2017. Karena itu, kegiatan ini sangat urgent dilakukan, termasuk pemberian Insentif pengelolaan jurnal dari Kemristekdikti”, kata Suwitno. 
 
Dikti mendatangkan Tim Pakar yang dianggap profesional dalam Melakukan Training OJS Journal Manager. Rektor UNHAS melalui Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan, Prof Budu, Ph.D. dalam sambutannya menekankan bahwa tidak ada lagi pilihan dalam pengelolaan jurnal kalau tidak OJS. “Karena ini adalah suatu fitur internasional untuk mendorong universitas menjadi recognized di World Class University, sehingga UNHAS mengapresiasi kegiatan ini dan menyambut baik sebagai tuan rumah. Kita berharap bahwa para pengelola jurnal sebagai peserta Batch ini akan menjadikan good networking dalam mengakselerasi jurnal masing-masing, terutama dalam proses akreditasi nasional dan indeksasi internasional,” Prof. Budu menegaskan. 
 
Universitas Hasanuddin siap bermitra dengan para pengelola jurnal di perguruan tinggi. Karena itu, dukungan serius kebijakan perguruan tinggi tidak boleh setengah hati dan komitmen menumbuhkan nuansa akademik dan menjadi indikator kinerja penelitian melalui dukungan pada pengelolaan jurnal.
 
Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Saleh Ali, yang merupakan Chief editor Journal of Asian Rural Studies (JARS), yang merupakan salah satu diantara e-journal Unhas yang telah terindeks.  “Untuk masuk World Class University, maka publikasi itu keharusan dan seluruh publikasi harus dikelola dengan baik”, kata Prof. Saleh.
 
Untuk mendorong kinerja publikasi dan penerbitan karya artikel jurnal serta hasil penelitian, Unhas kini telah memiliki unit khusus yang bernama Publication Management Center (PMC).  Unit ini bertugas memaksimalkan publikasi internasional yang dihasilkan oleh civitas akademika Unhas. (*)

Baca juga :