Unhas-Taiwan Kian Mesra di Bidang Pendidikan

7 Jun 2016 , oleh humas01

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menandatangani nota kesepahaman dengan NTOU di Taipei. (Foto:Istimewa).

Universitas Hasanuddin awal Juni 2016 memenuhi undangan ‘’Taiwan Economic and Trade Once (TETO) berkunjung ke negara yang beribukota di Taipei itu. Lawatan kerjasama ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA guna  menindaklanjuti beberapa kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanaan kedua pihak, ,baik di Indonesia maupun di Taiwan.

TETO,  representasi pemerintah Taiwan di Indonesia memandang Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka dan memiliki potensi yang besar dalam bidang ‘’Aquaculture’’ di Indonesia. Dengan kerjasama dengan Unhas, TETO merasa hubungan dengan Indonesia akan semakin baik dan saling menguntungkan khususnya terkait penelitian dan pendidikan. Hal itu disampaikan Lian-Jen Chang, Representatif TETO di Indonesia dalam kunjungannya beberapa waktu lalu di Unhas.

Dalam kunjungan ke Taiwan tersebut, Rektor Unhas menandatangani Nota Kesepahaman dengan National Pingtung University of Science and Technology (NPUST). Kesepahaman dengan NPUST di antaranya menyangkut beasiswa untuk staf dosen Unhas dalam program master dan doktoral, kolaborasi program ‘’dual degree’’ untuk ‘’bio-agriculture’’, dan ‘’community services’’ untuk mahasiswa serta ‘’summer school’’ program.

Selain dengan NUPST, kesepakatan juga dilakukan dengan Pingtung Agricultural Biotechnology Park (PABP). PABP akan bekerjasama dengan Unhas dalam hal hilirisasi hasil/produk riset dengan menggandeng perusahaan mitra PABP. PABP yang memiliki 6 kluster industri itu juga tertarik bekerjasama untuk penelitian dan hilirisasi produk untuk ‘’seaweed’’ (rumput laut) yang telah dikembangkan oleh Konsorsium Rumput laut Unhas serta ‘’Algae research product’’ di Fakultas Farmasi Unhas.

Unhas juga sepakat bekerjasama dengan National Taiwan Ocean University (NTOU). NTOU merupakan universitas yang memfokuskan diri pada riset dan pendikan terkait maritim. Hal ini sesuai dengan arah pengembangan dan visi-misi Unhas dengan Benua Maritim Indonesia-nya. NTOU akan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) dalam hal riset dan pendidikan di bidang perikanan dan maritim.

Pada bagian akhir kunjungan, Unhas dan ‘’International Cooperation and Development Fund (ICDF)’’ Taiwan telah menyepakati sejumlah hal. Hal yang dimaksud adalah ICDF akan memberikan pendanaan terhadap 2 proposal Unhas terkait ‘’Healthy Seeds Propaga?on’’ senilai Rp 4,5 miliar.

 ICDF juga akan mengikutkan staf RS Unhas dalam kegiatan workshop atau training yang dibiayai oleh ICDF untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia RS Unhas.

Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina mengharapkan kerjasama dengan beberapa institusi di Taiwan ini akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Taiwan. Unhas di sisi lain membuktikan, sebagai universitas papan atas di Indonesia dapat memberikan sumbangsih besar kepada bangsa khususnya di bidang riset dan pendidikan.

‘’Kepercayaan institusi Taiwan ini harus dilaksanakan dengan sepenuh hati demi semakin mendorong kiprah Unhas di kancah universitas kelas dunia,’’ kata Dwia dalam laporannya dari Taipei, Taiwan. (*).

 

Read also :