Unhas PT ke-11 Divisitasi AUN di Indonesia

10 Jan 2017 , oleh Humas01

Universitas Hasanuddin merupakan perguruan tinggi ke-11 di Indonesia yang divisitasi ASEAN University Network (AUN) berkaitan dengan Quality Assessment (QA). AUN selama tiga hari (10-12 Januari 2017) memvisitasi tiga program studi di Unhas, yakni Program Studi Teknik Sipil, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat.

Prof.Dr.Raymund Sison (De La Salle University Manila,  Phillipnes) dan Prof.Dr. Preyanuj Yamwong (Siriraj Hospital Mahidol University, Bangkok Thailand) menjadi asesor Program Studi Kedokteran. Prof.Dr.Maribou G.Nicolas (University of Phillipines)  dan Dr.Nakom Srisukhumbowomchai (King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Bangkok, Thailand) bertindak sebagai asesor Prodi Teknil Sipil, sementara Prof.Dr.Yahaya Md.Sam (University Teknologi Malaysia) dan Mrs.Siriluk Kiewkong  (Mahidol University, Thailand) menjadi asesor Prodi Kesehatan masyarakat.

‘’Sejak berlaku Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, dituntut adanya peningkatan kualitas dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan,’’ kata Deputy Executive Director ASEAN University Network Chltis Dhiratiti saat membuka visitasi di Unhas, Selasa (10/1) yang dihadiri selain Rektor Unhas, juga Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof.dr.Basri Hasanuddin, M.A., Kertua Senat Akademik Prof.dr.M.Tahir Kasnawi, S.E. para Wakil Rektor Unhas, Dekan-Dekan Fakultas, dan Kepala-Kepala Biro, tersebut.

Dhiratiti mengatakan, peningkatan kualitas di bidang pendidikan menggunakan sistem standar yang telah digunakan pada banyak program studi di negara ASEAN.

‘’Kita menggunakan tim asesor yang kecil disesuaikan dengan program studi yang divisitasi. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai perguruan tinggi di ASEAN, kata Dhiratiti, dan menambahkan, pihak AUN juga melaksanakan pelatihan asesor yang untuk periode mendatang dilaksanakan di Manila pada bulan Juni 2017.

‘’Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya AUN meningkatkan kualitas perguruan tinggi di ASEAN.’’ ujar Dhiratiti.

Rektor Unhas Prof.Dr,.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. menyebutkan,  perguruan tinggi yang dipimpinnya sudah mempersiapkan setahun lamanya sebelum divisitasi oleh tim AUN. Ketiga prodi tersebut sudah memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Manfaat dengan adanya akreditasi AUN ini, Unhas akan mudah melaksanakan berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi dengan perguruan tinggi di ASEAN.

Menurut Dwia, pada gelombang kedua, akan divisitasi Prodi Teknik Geologi, Ilmu Kelautan, dan Hubungan Internasional yang diperkirakan berlangsung  Agustus 2017

Dengan diperolehnya akreditasi AUN ini, Unhas akan memperoleh pengakuan dari masyarakat ASEAN sebagai perguruan tinggi tempat melanjutkan pendidikan. Di Indonesia terdapat empat perguruan tinggi yang sudah menjadi anggota tetap AUN, yakni UI, ITB, UGM, dan Unair, sementara Unhas dan beberapa perguruan tinggi lainnya masih sebatas menjadi anggota asosiasi. Ke depan, di dalam AUN ini akan bergabung pula perguruan tinggi dari negara di luar ASEAN, yakni RR Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. 

Ketua Tim Task Force Tingkat Universitas Hasanuddin ‘’The 77Th AUN-QA Program Assessment’’ Dr.Prastawa Budi mengatakan, terdapat sebelas kriteria yang dinilai bagi setiap program studi yang akan divisitasi AUN-QA. Kriteria itu di antaranya, masalah akademik, struktur akademik, masalah out put danout came.

‘’Yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas out came-nya yang menjadi dasar penilaian akereditasi,’’ kata Budi Prastawa.

Budi Prastawa mengatakan, hasil visitasi ini baru akan diketahui sekitar 1-2 bulan setelah kedatangan tim asesor. Rank penilaian antara 1 hingga 7. Minimal 4. Jika di bawah 4, dianggap masih gagal dalam proses peningkatan kualitas.

‘’Prinsipnya Plan Do Check Action (PDCA), yakni perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan,’’ kunci Budi Prastawa. (*).

foto bersama Tim AUN

Read also :