Seminar Dorong Lahirnya Kajian Terkini

5 Oct 2016 , oleh Humas01

Kegiatan ilmiah, seperti seminar dan lokakarya mendorong lahirnya kajian terakhir yang kelak mendorong lahirnya temuan yang dapat digunakan mengubah bahan ajar kepada mahasiswa.

‘’Kini 25.000 mahqasiswa S-1 Unhas yang masih sangat bergantung pada disain untuk memperoleh pemahaman keilmuan agar kelak menjadi mahasiswa yang baik, sehingga di dalam masyarakat, mereka juga menjadi yang terbaik,’’ kata Wakil Rektor Unhas Prof.Dr.Junaidi, M.Sc, ketika membuka seminar dan Dialog Internasional Kemelayuan di Indonesia Timur IV (Selogika) di Gedung Ipteks Unhas, Rabu (5/20/2016).

Seminar bertema ‘’Menggali Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam Rumpun Merlayu Nusantara’’ tersebut berlangsung hingga Kamis (6/10), menampilkan sejumlah pembicara antara lain Negeri Belanda, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Menurut Junaidi, kini orang berlomba menjadi warga global city, kota global, namun hendaknya tidak melupakan budaya. Kalau itu terjadi, bisa membuat suatu bangsa akan kerhilangan identitas (jati diri).

‘’Kini begitu banyak anak yang tidak tertampung di Unhas dan terpaksa mencari tempat menuntut ilmu yang lain. Mereka itu meninggalkan daerah kelahirannya dan berbaur dengan budaya kota. Persoalannya sekarang, bagaimana menjadikan budaya menjadi bagian dari kehidupan bangsa ini,’’ ujar Junaidi.

Ketua Panitia Selogika Dr.Hj Nurhayati, M.Hum melaporkan, abstrak makalah yang masuk ke panitia tercatat 40 naskah, namun satu di antaranya tidak memenuhi syarat konten yang ditetapkan.

‘’Melalui Selogika ini diharapkan terungkap ide-ide segar kemelayuan di Nusantara dari pakar Melayu di Indonesia Timur,’’ ujar Nurhayati.

Kegiatan yang dilaksanakan Pusat Studi Melayu, Puslitbang Dinamika Masyarakat. Budaya, dan Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat tersebut menampilkan  sejumlah pemakalah dari dalam dan luar negeri.

Nurhayati mengatakan, tujuan Selogika dimaksudkan mendiskusikan sejarah, bahasa, dan budaya Melayu secara ilmiah. Merekomendasikan hasil seminar kepada pemerntah, pemerhati sejarah, bahasa, sastra, budaya, dan masyarakat.

Nurhayati.M.Hum menjelaskan, pemateri yang sudah teragenda masing-masing: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas Prof.Drs.Burhanuddin Arafah, M.Hum., Ph.D., Prof. Dr.James T Collins (Northern Illinois University, AS), Prof.Madya Datuk Zainal  Abidin Borhan (Ketua Gapena Malaysia), Prof.Dr.Gofran Ali Ibrahim (Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara), Nik Abdul Rakib In Nik Hassan, M.A. (Prince of Songkla University, Thailand), Prof.Dr.Pawennari Hijjang, M.A (Ketua Program Studi S-3 Antropologi Pascasarjana Unhas), Dr.Hj.Nurhayati, M.Hum (Ketua Prodi Magister Linguistik Sekolah Pascasarjana Unhas), Mr.Fang Qiang, M.Hum (Wakil Direktur Pusat Bahasa Mandarin Unhas), Dr.Sukardi Gau, M.Hum (Kepala Kantor Bahasa Gorontalo), dan Dr.Asrif, M.Hum (Kepala Kantor Bahasa Ambon), serta sejumlah dosen Unhas, Unmul Samarinda, dan perguruan tinggi lainnya.

Seminar dilaksanakan sehari penuh di Gedung Ipteks Unhas Kampus Tamalanrea pada hari pertama. Pada hari kedua, dilaksanakan wisata kota ke Benteng Rotterdam, Pantai Losari, dan Pelabuhan Paotere.

 

 

Read also :