Sarjana ''Jenazah Leluhur''

12 May 2016 , oleh humas01

Vristawana Kendek menyalami Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu pada wisuda sarjana Unhas 22 Desember 2015. (Foto Humas Unhas).

 

Menyelesaikan pendidikan 4 Desember 2015 di Jurusan Antropologi Fisipol Unhas, Vristawana Kendek memilih judul skripsi yang tidak lazim. Untuk meraih sarjana, cewek kelahiran Rantepao 30 Agustus 1993 ini meneliti ‘mayat leluhur’’-nya.

 

‘’Judul skripsi saya, ‘Ma’nene (Upacara Membersihkan dan menggantikan Pakaian Jenazah Leluhur pada Masyarakat Baruppu),’’ ujar sulung dari tiga bersaudara ini ketika bertandang ke Humas Unhas, Kamis (12/5/2016).

Dalam skripsinya, perempuan yang senang memasak ini menyebutkan dalam adat ‘Aluk Todolo’ dulu setiap tiga tahun sekali, masyarakat Baruppu mengganti pakaian jenazah. Sekarang sudah sekali dalam setahun.

‘’Bedanya, setelah agama Kristen masuk, pakaian jenazah tidak lagi diganti, tetapi didobel saja,’’ ujar Vrista, panggilan akrab peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,61 Prodi Antropologi Sosial Fisip Unhas tersebut.

Vrista  yang pertama terdaftar di Unhas tahun 2011 tersebut, selama mahasiswa kerap melakukan penelitian ke berbagai pulau. Misalnya Pulau Sabutung dan Kodingareng dan yang diteliti adalah budaya masyarakat pulau tersebut.  Contohnya, cara mereka memenuhi kebutuhan hidup, seperti alat transportasi semacam perahu. (*).   

 

Read also :