Rusli Pohan: 17 Pelabuhan Tol Laut

8 May 2016 , oleh humas01

Rusli Pohan menerima cinderamata di Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan. (Foto:mda).

Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas menghadirkan sejumlah tokoh kunci dalam urusan penelitian dan pengembangan penelitian ilmu kelautan dan perikanan. Sabtu (7/5/2016) pada acara pembukaan simposium nasional yang dilakukan Wakil Rektor IV Prof.dr.Budu, Sp. M.(K), Ph.D., atas nama Rektor Unhas, sejumlah nama penting itu tampil berbicara satu demi satu.

Dipandu Ir.Bachrianto, M.Si, giliran pertama penelis yang tampil adalah Ir. Rusli Pohan, M.Sc. yang menjabat Asisten Deputi Infrastruktur Kementerian Maritim, disusul Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan M.Zulficar Mochtar, S.T. M.Sc.,lalu  Prof.Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D, Deputi Riset dan Pengabdian Kemenristekdikti, Ali Sunam, Wakil Ketua Komisi Nasional Pengkajian Stok, dan ditutup Prof.Dr.Ir.Andi Niartiningsih, M.A., Guru Besar IKP Unhas yang kini menjabat Koordinator Kopertis IX Sulawesi.

Rusli Pohan yang tampil pertama mengatakan dalam simposium yang karena terbatasnya waktu tidak cukup masa untuk tanya jawab ini, mengatakan, pemerintahan Joko Widodo dalam memperlancar arus distribusi barang dan jasa, menetapkan tujuh belas pelabuhan tol laut. Ketujuh belas pelabuhan itu, Belawan (Medan), Dumai, Batam, (Kepulauan Riau), Teluk Bayur (Sumbar), Palembang, Panjang (Lampung), JICT Tanjung Priok, TPK Koja Tanjung Priok, TO III Tanjung Priok, Pontianak (Kalbar), Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, Banjarmasin (Kalsel), Karingau (Kaltim), Makassar (Sulsel), Bitung (Sulut), Sorong dan Jayapura (Papua).

‘’Penyediaan angkutan tol laut ini juga diarahkan dapat menciptakan kemudahan berusaha,’’ kata Rusli Pohan. (*).

 

Read also :