Rektor: Unhas Alokasikan 10 M Dana BLU untuk Publikasi dan Produk

18 Mar 2016 , Ahmad Bahar Akademik

unhas.ac.id, Makassar - Universitas Hasanuddin tahun 2016 ini akan mengalokasikan dana BLU-nya sebesar Rp 10 milyar untuk menggenjot  publikasi internasional dan penelitian yang berorientasi produk. “Sebetulnya saya ingin Rp 15 Milyar dana dari BLU untuk memacu publikasi ini, tetapi terlalu membebani dana rutin kita sehingga Rp 10 milyar saja dulu kita coba tahun ini,” jelas Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA pada acara Pelantikan 22 Pejabat Struktural di lingkungan Unhas di Gedung Rektorat, Jumat (18/3) kemarin.

Dana untuk memacu penelitian tersebut, lanjut Dwia, diambil dari dana rutin Unhas yang tentunya di luar dana penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang selama ini dikelola oleh LP2M. “Kami menyadari bahwa untuk meningkatkan publikasi internasional ini perlu ada perhatian khusus sehingga kita tambah pelumasnya,” kata Dwia.

Dana Rp 10 milyar tersebut, menurut Rektor, merupakan dana grand yang diperuntukkan buat penelitian-penelitian yang sudah pasti dapat dipublikasikan di jurnal internasional dan atau menghasilkan produk. “Grand ini akan kita bagi minimal Rp 500 juta kepada penelitian-penelitian yang sudah bisa dipastikan bisa dipublikasi di jurnal internasional atau menghasilkan produk,” jelas Dwia.

Tantangan perguruan tinggi saat ini, lanjut Dwia, karena masyarakat menaruh harapan yang besar agar dapat meningkatkan daya saing bangsa. “Ekspektasi masyarakat terhadap kita itu tinggi. Masyarakat mengharapkan kita bisa meningkatkan daya saing. Universitas harus mampu meningkatkan kesejahtraan rakyat. Alat ukurnya tentu ya peningkatan Income Perkapita, peningkatan PDRB,” jelas Rektor Unhas mengutip harapan Presiden Jokowi pada pertemuan perguruan tinggi yang masuk kategori PTNBH di Surabaya beberapa waktu lalu.

Secara khusus, Rektor Unhas mengharapkan agar Pusat Manajemen Publikasi Unhas, menginventaris jurnal-jurnal yang sudah ada di Unhas. “Jurnal-jurnal tersebut PMC usahakan agar bisa terakreditasi semua, syukur-syukur kalau sudah ada yang bisa dinaikkan statusnya sebagai jurnal internasional. Ini tugas PMC ini membantu jurnal-jurnal tersebut agar bisa terakreditasi,” harap Dwia.

Terkait dengan pengangkatan pejabat struktural di Unhas, Dwia menampik jika campur tangan pimpinan universitas itu masih besar. “Sekarang ini eranya telah berubah. Pengangkatan setingkat Kepala Biro saat ini saja harus diumumkan secara terbuka ke masyarakat. Dilelang kemudian dibentuk panitia seleksinya. Jadi tidak lagi seperti dulu asal tunjuk., Hal ini tentunya mengarah kepada bagaimana institusi itu bisa dikelola secara profesional,” jelas Rektor Unhas ini.

Pelantikan pejabat struktural di Unhas dilakukan pada Wakil Dekan I – III Fakultas Farmasi, Kepala Biro Administrasi Akademik Ernawati Rifai, SE, MM, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Suprihadi, SE, M.Si, Kepala Pusat Kajian SDM LKPP Dr.Ir. Zulkifli Djafar, MT, Kepala Pusat Manajemen Publikasi Unhas Dr.Ir. Mujahidin, MTD yang merupakan lembaga baru di Unhas, serta sejumlah Ketua Jurusan dan Kepala Bagian di lingkungan Unhas. (Humas Unhas) 

Baca juga :