Publikasi Internasional Unhas Lampaui Target

29 Dec 2016 , oleh Humas02

Kerjasama riset internasional yang dilakukan di salah satu fakultas di Universitas Hasanuddin (dok. Humas)

Publikasi internasional yang merupakan salah satu indikator penting dari kinerja sebuah perguruan tinggi melonjak tajam  tahun ini di Unhas.  Dari 1000 publikasi internasional terideks scopus yang ditargetkan, di penghujung tahun 2016 ini sudah tercatat 1.041 publikasi internasional yang ditelorkan peneliti-peneliti Unhas.  “Publikasi internasional yang kita targetkan seribu, di penghujung tahun 2016 ini sudah mencapai 1.041 publikasi internasional terindeks scopus.  Artinya target kita telah terlampaui,” ungkap Rektor Unhas Prof.Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dalam sambutannya ketika mewisuda mahasiswa Pascasarjana Unhas (22/12).

Menurut Dwia ketika dikonfirmasi, target seribu publikasi internasional terindeks scopus tersebut awalnya dianggap  terlalu tinggi untuk saat ini mengingat di tahun-tahun sebelumnya kenaikannya hanya seratusan jumlah publikasi.  “Tapi buktinya, ternyata kita bisa mencapai target itu. Tentu dengan berbagai upaya dan usaha yang Unhas lakukan,” jelas Dwia.

Data yang diperoleh dari Publication Management Centre (PMC) Unhas menyebutkan jumlah publikasi internasional yang terindeks scopus memang melonjak tahun ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.  Publikasi internasional terindeks scopus tahun 2012 hanya 380, tahun 2013 naik 419, kemudian 426 publikasi di tahun 2014, tahun 2015 lompat diangka 743, dan tahun 2016 ini telah menembus angka seribu, yakni 1.041.

Keberhasilan tersebut menurut Dwia tidak terlepas dari kinerja dosen dan peneliti-peneliti Unhas, termasuk kontribusi mahasiswa pascasarjana yang mempublikasi hasil-hasil penelitiannya pada jurnal-jurnal internasional . Selain itu, lanjut Rektor Unhas, upaya lain yang dilakukan di awal tahun ini yang dinilainya juga berkontribusi signifikan adalah alokasi dana BLU sebesar Rp 10 milyar yang diambil dari dana rutin Unhas.  “Dana tersebut merupakan grand yang diberikan kepada penelitian-penelitian yang bisa dijamin hasilnya akan dapat dipublikasi internasional atau menghasilkan produk nyata bisa dipasarkan,” jelas Rektor Unhas ini.

Capaian Unhas ini membuat perguruan tinggi terbesar di KTI ini menyodok di urutan keempat kinerja risetnya  untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, setelah Institut Tehnologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) . (**)

Read also :