Metode Alternatif Tentukan Awal-Akhir Ramadan

14 Mar 2017 , Humas01 Akademik

Prof.Dr. H.Najmuddin H.Abd. Syafa, M.A.

  • Ustaz Nur Maulana juga hadir

‘’Dualisme’’ penetapan awal dan akhir Ramadan yang terjadi di Indonesia  saat umat Islam memulai dan menyudahi ibadah puasa, mungkin dapat memanfaatkan alternatif teori dan metode yang ditawarkan Prof.Dr.H.Najmuddin H.Abd. Safa, M.A. ini.

‘’Salah satu alternatif mempersatukan umat Islam dalam menentukan awal dan akhir Ramadan ialah dengan pendekatan kajian linguistik Arab,’’ guru besar Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya Unhas Najmuddin H.Abd.Safa mengungkapkan dalam orasi ilmiah penerimaan jabatan gurunya di Kampus Unhas, Selasa (14/3).

Dalam orasinya berjudul ‘’Kajian Kebahasaan dan urgensinya dalam memahami teks-teks agama dan ayat-ayat Alquran dan Hadis Rasulullah saw’’ di depan Rapat Paripurna Senat Akademik Unhas yang dipimpin ketua-nya Prof.Dr.H.M.Tahir Kasnawi, S.U, guru besar ke-358 Unhas yang dilahirkan di Bone 15 Juli 1951 itu mengatakan, guna lebih afdal dan adilnya kajian kebahasaan dengan pendekatan linguistik Arab,  salah satu metode hisab menentukan awal dan akhir bulan ‘’Hijriyah’’, yaitu metode mencari nama-nama tahun dan nama-nama bulan dengan huruf abjad Arab.

Cara menentukan awal dan akhir bulan-bulan hijriyah dengan abjad Arab, misalnya  nama tahun Hijriyah dengan huruf yaitu :/alif/, /haa’/, /zaayn/, /daal/, /waaw/, /daal/. Menentukan nama bulan dengan huruf, yaitu :/zaayn/, /baa’/, /jiim/, /haa’/, /waaw/, /alif/, /baa’/, /daal/, /haa’/, /zaayn/, /alif/, dan /jiim/.

Mengenal nilai huruf dengan angka, yakni: (dibaca dari kanan):/alif/ (1), /baa’/ (2), /jiim/ (3), /daa/ (4),/haa’/ (5),/waaw /(6), /zaayn/ (7). 

‘’Mencari awal bulan ialah menentukan lebih dahulu nilai huruf tahun ditambah dengan nilai huruf bulan. Jumlahnya dihitung sampai habis dengan memulai dari hari Selasa. Saat berakhir/habis hitungannya, maka itulah hari yang dicari (awal bulan). Rumusnya nilai huruf tahun ditambah nilai huruf bulan = huruf yang dicari),’’ urai lulusan magister Universitas Al Azhar Mesir (1986) tersebut.

Ayah dari dokter Najdah Hidayah, S.Ked. (dengan istrinya Dra.Hj Faridah Rahman, M.A.) yang menyelesaikan pendidikan doktor Bahasa dan Sastra Arab di Universiti Kebangsaan Malaysia (2000) tersebut memberi contoh, mencari dan menentukan huruf tahun Hijriah yaitu dengan jalan, tahun Hijriyah dibagi delapan. Sisanya dihitung sampai habis dengan memulai dari huruf /Waw/, di mana perhitungan habis/berakhir, maka itulah tahun yang dicari.

Menurut Najmuddin, awal bulan Ramadan 1438 H mendatang menurut metode ini ialah malam/hari Selasa, karena jumlah nilai huruf tahun ialah 7 dan nilai huruf bulan ialah 5. Sehingga 7+5 =12. Kalau dihitung hari sebanyak 12 dimulai dari hari Selasa, maka akan berakhir pada hari Sabtu dan itulah hari yang dicari/awal bulan Ramadan 1348 H.

Najmuddin menegaskan, syarat utama memahami Alquran dan hadis Rasulullah saw dengan tepat dan benar harus mengerti dan paham bahasa Arab.

‘’Hal ini ditegaskan pendapat tiga tokoh ulama yang cukup terkenal di kalangan intelektual muslim sejak dahulu sampai sekarang,’’ ujar Najmuddin kemudian merinci nama-nama seperti :Mujahid (seorang ulama tabi’in ahli tafsir), al Imam Malik bin Anas (salah seorang imam Mazhab) dan al-Imam al-Zarkashi (penulis buku al-Burhan fi Uliin al-Quran) yang menjadi rujukan di bidang ulum Alquran.

Rektor Unhas dalam orasi penerimaan jabatan maha guru itu diwakili Wakil Rektor IV Prof.dr.Budu, Ph.D., Sp.M, (K), M.Med.Ed. dan Ketua Dewan Profesor Prof.Dr. Abrar Saleng, S.H., M.Si. serta sejumlah anggota Senat Akademik Unhas. Tidak ketinggalan ustadz Nur Maulana yang kemudian menjadi sumber perhatian yang hadir. (*).

    

Baca juga :