Menyelamatkan Darma

28 Mar 2016 , oleh humas01

Nurdin Abdullah (tengah) bergambar bersama pada acara pertemuan alumni Hiroshima University. (Foto:mda).

 Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr., mengaku belum dapat bekerja maksimal bagi organisasi Persatuan Alumni dari Jepang (PERSADA) Sulawesi Selatan yang dipimpinnya. Ketika di Jepang, dia mengaku menjadi pelayan dan di Indonesia pun juga menjadi pelayanan, ketika Prof.Dr.dr.Idrus A.Paturusi, ‘’memerintahkan’’ untuk menjadi Bupati Bantaeng beberapa waktu lalu.

Namun ada satu hal yang menarik dikisahkan Nurdin Abdullah ketika acara Pertemuan Alumni Hiroshima University di Novotel Makassar, Ahad (27/3/2016). Beberapa waktu lalu saat Darma Utama hendak ke Jepang, terjadi kesalahan membaca tanggal keberangkatan. Di tiket ditulis keberangkatan lewat tengah malam, jadi sudah masuk hari baru. Ternyata Darma menganggapnya, malam keesokan harinya, padahal seharusnya dinihari saat dia sedang di Bandara.

Nurdin mencoba bernego dengan Kepala Perwakilan Garuda, pesawat yang mengangkut dosen FKG Unhas ini. Ternyata waktu itu waktu tinggal 5 menit dan jelas saja tidak bisa. Harus mengambil tiket baru. Tentu, tidak mudah membeli tiket baru untuk penerbangan luar negeri.

‘’Kalau dia sakit, bisa ditunda beberapa saat,’’ kata Kepala Perwakilan Garuda yang ternyata sudah mendengar laporan Nurdin Abdullah yang menyebut  Darma sedang ‘’diopname’’. Padahal itu, hanya trik saja.

‘’Tetapi setelah di Jepang saya sudah berubah karakter,’’ Nurdin Abdullah mengaku ketika menyampaikan sambutan pada acara alumni Hiroshima University itu. (*).

 

Read also :