Masih Rendah, Kualitas Lulusan SLA Sulsel

29 Jun 2016 , oleh humas01

Lulusan SLA di Sulsel pada SBMPTN 2016 belum termasuk dalam 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi. Tetapi keberhasilan lulusan Unhas yang meraih predikat sebagai lulusan terbaik ini dapat menghapus kesan rendahnya kualitas lulusan SLA di daerah ini. (Foto:mda).m

Dari sepuluh provinsi yang nilai rata-rata ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2016 kelompok Sains dan Teknologi (Sains), Sulawesi Selatan belum termasuk di dalamnya.  Dari sepuluh provinsi itu, raihan nilai rata-rata tertinggi untuk kelompok Saintek didominasi oleh lulusan SLA di Pulau Jawa dan Sumatera. Mulai dari Kalimantan utara dan Bali di selatan hingga menyapu bersih ke timur wilayah republik ini, belum ada provinsi yang masuk dalam kategori 10 besar tersebut.

Data yang diperoleh dari Panitia Pusat SBMPTN 2016 mengungkapkan, peringkat teratas untuk provinsi dengan kelompok ini diraih DKI (nilai rata-rata 623.91), disusul DIY 611.07, Banteng 601.36, Jawa Tengah 595.49, Jawa Barat 591.69, Jawa Timur 583.60, Lampung 565.39, Sumatera Barat 560.39, Sumatera Selatan 558.16, dan Riau 556.79.

Peserta dengan nilai tertinggi, untuk kelompok Saintek diterima pada Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika ITB dengan nilai 934.45, sementara untuk kelompok Soshum diterima pada Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) dengan nilai 842.69.

Rincian pendaftar: Tahun 2014: 664. 509, Tahun 2015: 693.165, Tahun 2016:721.326. Non-Bidikmisi: 583.590 (2014), 602.499 (2015), dan 596.928 (2016). Bidikmisi: 80.919 (2014), 90.686 (2015), dan 124.396 (2016).

Daya Tampung: 91.294 (2014-64 PTN), 115.788 (2015-74 PTN), dan 126.804 (2016-78 PTN). Peserta Lulusan Paket C: jumlah peserta 863, diterima 106, nilai rata-rata yang diterima 545.05 (Saintek), dan 537.79 (Soshum).

Sepuluh PTN dengan nilai rata-rata yang diterima, Saintek: ITB  700.10, UI 667.44, UGM 648.46, ITS 697.54, Undip 620.33, Unpad 618.24, Unair 616.67, IPB 613.68, UNS 611.00, dan UPN Yogya 606.68. Kelompok Soshum: UI 669.52, UGM 652.92, ITB 651.97, Unpad 621.78, Undip 617.99, Unair 616.66, UB 606.14, UPN Yogya 598.51, UPN Jakarta 597.33, dan UNJ 594.19.

Sepuluh PTN dengan pemohon Bidikmisi terbanyak: Universitas Malikussaleh Nanggoe Aceh Darussalam 1.320, Universitas Negeri Gorontalo 1.156, Universitas Negeri Semarang 997, Universitas Jember 914, Universitas Negeri Padang 867, Universitas Khairun 857, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo 840, Universitas Andalas Padang 717, dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari 713.

Berdasarkan pengumuman Panitia Pusat SBMPTN, peserta yang lulus Bidikmisi akan diverifikasi dan diseleksi kemampuan ekonominya dalam membayar biaya pendidikan oleh PTN penerima. Jika permohonannya tidak dikabulkan, mahasiswa tersebut harus membayar uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan. (*).       

 

Read also :