Mahasiswa FK Presentasi di Belanda

5 Jun 2016 , humas01 Akademik

Iin Tammasse (kiri) bersama Linda Jalil, penulis dan mantan wartawan TEMPO pada peluncuran buku Iin di JakartaDesember 2014. (Foto:mda).

Iin Fadhilah Utami Tammasse, mahasiswa semester IV Fakultas Kedokteran Unhas,  Senin (6/5) ini berangkat ke Amsterdam Negeri Belanda, guna mempresentasikan karya  risetnya yang diterima ‘’The 23th Internasional Student Congress of (bio) Medical Sciences (ISCOMS) Belanda.

Sulung dari dua bersaudara anak pasangan Drs. H. Tammasse Balla, M.Hum dan Dr. dr. Jumraini, Sp.S ini akan menjadi satu-satunya  wakil Universitas Hasanuddin pada ajang tersebut. Ada beberapa mahasiswa FKUH yang mengirimkan abstrak risetnya, bahkan ada juga  mengirimkan abstraknya adalah para senior Iin, bahkan ada yang sudah Co-Ass. Namun,  satu-satunya wakil dari Universitas Hasanuddin yang diterima penelitiannya adalah Iin Tammasse yang notabene masih menduduki Semester IV (Tahun II) di FKUH.

‘’Dalam pertemuan itu, Iin akan menyampaikan makalah berjudul ‘’The efficacy of Transcranial Magnentic Stimulation in improving the motoric function of post ischaemic stroke patients’’

            Peneliti muda Fakultas Kedokteran kelahiran 8 April 1995 tersebut akan bertemu dengan para mahasiswa dari berbagai belahan dunia akan di Groningen University pada tanggal 7-10 Juni 2016. Iin akan ditemani kedua orangtuanya, menikmati makan sahur pertama di Makassar dan diharapkan berbuka puasa di Amsterdam, Belanda.  

Kongres internasional ini mempertemukan para mahasiswa pegiat masalah riset ini pertama kali dilakukan 2 tahun sebelum Iin dilahirkan tahun 1995. Selama kongres berlangsung, semua peserta  akan menempati penginapan yang disediakan panitia di:  "Stichting Huisvesting Builtenlandse Studenten, Friesestraatweg 18, 9718 NH in Groningen, The Netherlands’’.

            Dijadwalkan, Iin meninggalkan Makassar  Senin, 6 Juni 2016,  berangkat menuju Amsterdam, Belanda dengan pesawat Emirates Jakarta-Amsterdam yang akan ditempuh kurang lebih 17 jam, dan sebelumnya akan transit isi bahan bakar  "base camp" Emirates, Abu Dhabi.

            ‘’Makan sahur di Makassar, buka puasa di Amsterdam. Waktu Makassar dan Amsterdam terdapat selisih waktu 6 jam,’’ komentar Tammasse Balla, orangtua Iin.

 

Baca juga :