Kemenlu Serius Beri Peran Unhas di KTI

13 Jun 2016 , humas01 Kerjasama

WR IV Unhas Budu dan Leonard F.Hutabarat (ke-2 dari kanan) bergamba bersama usai pertemuan di Unhas, Senin (13/6). (Foto:mda).

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menjajagi kemungkinan memberi peran yang signifikan kepada Universitas Hasanuddin sebagai pusat pengembangan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengakajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Leonard F.Hutabarat, Ph.D, ketika bertemu Wakil Rektor IV Unhas Prof.dr.Budu, Sp.(M), Ph.D. di Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea, Senin (13/6), mengharapkan Unhas dapat dijadikan sebagai pusat studi pembangunan ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI). Salah satu caranya adalah bekerja sama dengan Kemenlu untuk mengirim tenaga mengikuti pendidikan lanjut ke luar negeri dan memperoleh dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan,

Wakil Rektor IV Unhas Budu mengatakan, masalah yang menjadi perhatian serius Kemenlu adalah mengenai kemaritiman. Unhas diminta menyampaikan ke Kemenlu masalah apa yang dapat dibantu berkaitan dengan pengembangan bidang kemaritiman tersebut. Dalam masalah ini, Unhas sudah mengembangkan rumput laut dan pelayaran rakyat di KTI bersama Kementerian Perhubungan.

Masalah lain yang dibahas dengan Staf Kemenlu tersebut menurut Budu,  adalah berkaitan dengan ‘’green economy’’ (ekonomi hijau), dengan melaksanakan berbagai kegiatan menyangkut bidang pertanian. Misalnya pengembangan sagu, gula aren, padi lokal, garam, dan madu. Kemenlu akan memfasilitasi pengembangan bidang ini.

‘’Selama ini Kemenlu sadar bahwa dari 100 kerjasama yang dilakukan, terbanyak diberikan kepada wilayah barat Indonesia,’’ kata Budu, kemudian menambahkan, ke depan, di Indonesia Timur, selain Unhas (Sulsel), juga akan menjadi lokasi pengembangan adalah Maluku, dan Papua.

Ketua Jurusan Hubungan Internasional Fisipol Unhas Dr. H. Darwis, M.A, dalam pertemuan yang juga dihadiri Prof. Dr. Budimawan, DEA itu, mengatakan, kunjungan Leonard F. Hutabarat tersebut merupakan penjajagan sebagai persiapan meneken nota kesapahaman dengan Kerajaan Belanda pada saat rombongan negari kincir angina itu  ke Indonesia. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara Kemenlu, Unhas, dengan Kerajaan Belanda guna membahas masalahb kemaritiman dan aspek-aspek sosial lainnya yang kelak dikerjasamakan.

‘’Pihak Kemenlu menawarkan beberapa program pendidikan antara Kerajaan Belanda dengan Indonesia yang akan memfokuskan pada pendidikan di Kawasan Timur Indonesia, terutama yang erat kaitannya dengan kemaritiman,’’ ujar Darwis. (*).  

 

Baca juga :