Hilangkan Budaya ''Nyontek''

24 Oct 2016 , Humas01 Press Release

Rektor Unhas bergambar bersa,a dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua MK Arief Hidayat, dan Ketua KPK Agus Raharjo pada Festival Konsrtitusi dan Dialog Anti Korupsi di Unhas, 24 Oktober 2016. (Foto:mda).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo mengatakan, kalau dilihat perjalanan bangsa ini, dalam ukuran Gross Domestic Product (GDP) sekarang berada pada skala ekonomi 15. Beberapa hari yang lalu seorang ekonom Australia meramalkan, kalau Indonesia bisa menjaga momentum ini, pada tahun 2050 Unhas akan berada pada peringkat perkembangan ekonomi ke-4 di dunia.

‘’Namun yang menikmati itu, adalah adik-adik yang nanti akan berusia 20-30 tahun,’’ kata Agus Raharjo ketika memberikan sambutan pada Festival Korupsi dan Dialog Anti Korupsi yang dilaksanakan Fakultas Hukum Unhas di Baruga Andi Petta Rani Kampus Tamalanrea, Senin (24/10/2016).

Selain Ketua KPK, Ketua MPR RI Zulkfili Hasan membuka kegiatan tersebut ditandai pemukukan gendang bersama Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu, disaksikan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Arief Hidayat juga berada di pentas bersama Ketua KPK Agus Raharjo.

Agus Raharjo mengatakan, guna mempercepat tercapatnya kesejahteraan rakyat, tidak ada jalan lain kecuali menghilangkan praktik korupsi di negara ini.

‘’Mari kita wujudkan alumni yang berkarakter, bermoral, dan berintegritas sebagaimana disebutkan Rektor Unhas pada sambutan sebelumnya,’’ ujar Agus Raharjo yang juga hadir bersama Sekjen KPK.

Dia mengatakan, para mahasiswa harus berlatih dan tidak dapat serta merta bisa langsung menjadi orang yang berintegritas. Budaya ‘’nyontek’’ harus dihilangkan, karena itu merupakan bibit-bibit dan budaya yang harus kita hindarkan. Kalau jadi panitia di kampus, kegiatan harus dipertanggungjawabkan.

Agus Raharjo juga berpesan kepada Rektor Unhas dan seluruh jajarannya agar melaksanakan pendidikan yang sangat transparan dan akuntabel. Ketua KPK juga mengharapkan Unhas dapat membentuk lembaga kajian seperti yang ada di UGM (Pusat Kajian Anti Korupsi -PUKAT) dan Unpad.

Menurut Agus, KPK memiliki dua tugas utama yakni mencegah dan menindak korupsi. Tindakan tidak henti-hentinya dilaksanakan. Hingga kini sudah 17 pejabat gubernur yang dijadikan tersangka. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah tindakan pencegahan.(*)

Baca juga :