Hati-Hati SMS Penipuan Catut WR II Unhas

16 Dec 2016 , Humas02 Akademik

Sejak selasa lalu (13/12), kembali beredar SMS ‘gelap’ yang mengatasnamakan Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Syamsul Bahri, SH., MH di kalangan civitas akademika Unhas.  Isinya seperti di bawah ini (dikutip apa adanya):

“Selamat sore/siang/malam, Saya, Prof. Syamsul Bachri, (WR2 UNHAS), Ada Undangan Rakernas Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidik Dari Kemenristek Dikti, Untuk , Bapak ............................, No. Peserta, ........................ Yg Akan Dilaksanakan Di Hotel Grand Hilton Bandung Pada Tgl 21 – 22 Desember 2016, Seluruh Peserta Ditanggung Untuk Biaya Transportasi Dan Akomodasi Oleh Pihak Penyelenggara Yaitu Kemenristek Dikti Rp. 7 Jt.  Untuk Penjelasan dan Penerimaan Dana Akomodasinya Harap Di Hbngi Skrng Jg Ke Ketua Panitia Penyelenggara Yakni, Prof.Suprapto,MM, Di , 08122505248, Di Hbngi Skrg Jg Sudah Di Tunggu, Maaf Hanya SMS, Soalnya Saat Ini Sy Msh Ada Acara Diluar Kota. Jd Undangannya Bisa Diambil Hari Kamis Di Ruangan Sy, Tks”.

Informasi yang diterima Humas Unhas, ternyata SMS penipuan  yang mengatasnamakan WR II Unhas ini telah memakan korban dari kalangan tenaga kependidikan dan sampai berita ini diturunkan, masih banyak yang menerimanya.  Karena itu, untuk menghindari jatuhnya korban lagi, WR II Unhas mengharapkan kalangan civitas akademika lebih hati-hati dan bersikap kritis terhadap sms seperti ini yang sifatnya mencurigakan. “Kalau ada kegiatan seperti itu, mereka yang diutus itu akan diberikan Surat Tugas. Kalaupun mendadak, tentu staf kami yang menghubungi langsung dari kantor,” kata Syamsul Bachri mewanti-wanti.

Sementara itu, Pihak Sekretaris Universitas Dr.Ir. Nasruddin Salam, MT berjanji akan mengusut SMS penipuan ini. “Nomor-nomornya sdh ada di kami. Saya kita pihak kepolisian punya cara dan alat untuk melacak nomor-nomor penipuan tersebut sampai ke lokasinya,” jelas Nasruddin. Sekun Unhas juga ini menambahkan, jika pihaknya nantinya akan bekerja sama dengan operator telepon selluler  untuk menonaktifkan nomor-nomor penipuan tersebut.  Hanya saja tentu kita harapkan kerjasama dari civitas akademika agar menyempaikan secepatnya ke kami jika mendapatkan sms-sms yang mencurigakan untuk ditindaklanjuti. (**)

Baca juga :