FRI Berkomitmen Jadi Perekat Bangsa

6 Feb 2017 , Humas01 Akademik

·         Dwia Nakodai Forum Rektor Unhas 2017-2018

Rektor Universitas Hasanuddin Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A., terpilih sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2017-2018 dalam Konferensi XIII dan Pertemuan Tahunan XIX FRI di Jakarta Convention Center (JCC), 1-3 Februari 2017. Prof.Dwia menggantikan Prof.Dr.Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memimpin FRI tahun 2016..

Mendampingi Prof. Dwia  sebagai Wakil Ketua adalah Prof.Dr.Sutarto yang juga Rektor Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.

 Dwia  yang terpilih sebagai Rektor Unhas 27 Januari 2014 dan dilantik 28 April 2014, selama setahun ke depan akan memimpin forum yang beranggotakan perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia. Perempuan kelahiran Tanjung Karang Lampung 19 April 1964 tersebut di organisasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI)  dipercayakan sebagai Sekretaris.

Dwia dalam penjelasannya mengemukakan, selain melanjutkan program kerja ketua sebelumnya, pada periodenya antara lain mempersiapkan konferensi pada awal tahun 2018, yakni saat pemilihan ketua yang baru.

‘’Program utama adalah membawa FRI menjadi suatu wadah yang strategis dari para rektor untuk memberikan masukan dan solusi demi pembangunan bangsa dan negara,’’ kata Dwia melalui Kepala Humas Unhas, Sabtu (4/2).

Forum Rektor Indonesia, imbuh Dwia, menjadi forum strategis yang dapat menjadi rujukan bagi pemimpin nasional mendatang dalam menentukan program pembangunan, khususnya dalam bidang inovasi dan teknologi bagi meningkatkan daya saing bangsa.

FRI dalam pernyataan sikapnya berpandangan bahwa keberagamaan dalam kebhinnekaan Indonesia yang terangkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah suatu berjalan baik, namun jika hanya karena didramatisasi oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek, maka akan mengkhawatirkan dan bahkan meresahkan. Oleh karena itu, FRI berkomitmen menjadi perekat bangsa dan siap membantu menjaga keutuhan NKRI, serta siap bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan bangsa.

FRI bertekad mengawal perwujudan amanat konstitusi pendidikan nasional demi   mencerdaskan dan menyejahterakan kehidupan bangsa. FRI bertanggungjawab mendidik mahasiswa sebagai generasi bangsa yang berkarakter Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan pemberdayaan perguruan tinggi melalui penguatan kelembagaan dan peran serta dalam pembangunan berkelanjutan.

FRI siap membantu pemerintah dalam pengembangan maritim dan sumber daya laut, dunia usaha, dan industri melalui penguatan pendidikan vokasi, serta penerapan nilai-nilai ekonomi dan demokrasi Pancasila. FRI akan senantiasa membantu pemerintah mengupayakan seluruh komponen bangsa dan media massa saling menjaga kebersamaan serta menunjukkan keteladanan dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara.

Konferensi XIII dan Pertemuan Tahunan XIX FRI tersebut dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Centre (JCC) 2 Februari 2017. Selain Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir memberikan pengarahan, juga Menteri Koordinator Sumber Daya Manusia Puan Maharani. Dalam sidang-sidang Konferensi dan Pertemuan Tahunan, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu dipercayakan sebagai pemandu (moderator). (*).

 

Keterangan gambar:

Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. (kanan) memandu acara dengan pembicara Menteri Koordinator Sumber Daya Manusia Puan Maharani pada Konferensi XIII dan Pertemuan Tahunan XIX Forum Rektor Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 1-3 Feburari 2017. (Dok.Unhas). 

Baca juga :