Dulu, Peneliti Bagaikan Diarahkan ke ''Neraka''

3 Aug 2016 , humas01 Penelitian

Prof.Dr.Ir, Amran Laga MS, (kanan) menyampaikan makalah pada Sosialisasi Paten di Gedung Ipteks Unhas, Rabu (3/8/2016). (Foto:mda)

Kementerian Keuangan dan Kementerian Riset Teknolologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah mengeluarkan peraturan memudahkan bagi para peneliti dalam mempertanggungjawabkan pemanfaatan dana penelitian yang selama ini cenderung sangat memberatkan. Kini, para peneliti dalam mempertanggungjawabkan proyeknya cukup dengan keluaran (out put), tidak lagi dengan lika-liku administratif yang panjang dan jelimet.

‘’Sekarang sebagai peneliti sudah bolehlah bergembira, karena dalam pertemuan pekan lalu, saat para rektor dipanggil. Menteri mengumumkan, para peneliti sudah boleh happy, karena laporan penelitian berbasis out put. Jadi, tidak perlu repot-repot lagi buat kuitansi, Sudah disetujui dengan Permenkeu tahun 2016 yang diteken sebelum Lebaran lalu. Ada skalanya,’’ ujar   Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi Pengembangan Penelitian Berpotensi Paten dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Gedung Iptek Unhas, Rabu (3/8/2016).

Uutuk kelompok penelitian pertanian dan pangan, kesehatan dan obat, transportasi, energy terbarukan. Itu dikelompok-kelompokkan diberikan level-level biaya keluarannya. Kalau laporan penelitian dasar tentang pertanian itu sekitar Rp 65 jutaan. Jika bisa dipublikasi, ditambah lagi Rp 10 juta. Kalau sampai paten yang terindeks.Scopus, sampai internasional dan tambah lagi oput putnya, Rp 50 juta, Ada matrik dan tablenya.

‘’Ini kegembiraan buat para peneliti, Karena dulu, penelitian bisa mengarahkan kita ke ‘neraka’’, bukan fiktif, melainkan secara administratif harus dibuat benar,’’ kata Dwia.  

Seminar sehari itu menampilkan para pembicara, Prof.Dr.Ir.Amran Laga (MS) dengan topic ‘’Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual’’, Prof.Dr.Ir. Abu Bakar Tawali (Judul” Membangun Penelitian Berpotensi Paten), Prof.Dr.Ir. Sudirman (Komersialisasi/Hilirisasi Hasil Penelitian Unhas),  dan Hasbir Paserang, S.H., M.H. dengan makalah berjudul ‘’UU Perlindungan dan Royalti Hak Kekayaan Intelektual’’.

Dwia juga mengharapkan kepada para dosen yang sudah memiliki produk, terutama di Fakultas Farmasi, banyak sekali produknya. Hanya saja terbentur pada skill up hilirisasi. Dengan adanya Direktur Inovasi Riset yang kelak akan membentuk perseroan terbatas (PT) yang sahamnya 51% milik Unhas dan selebihnya Koperasi dengan akumni Fakultas Teknik. Dari PT itu, dibuat divisi-divisi dan bekerja sama dengan pihak lain. (*).

  

 

Baca juga :