DIPI Sosialisasi di Unhas

9 Jun 2016 , oleh Ahmad Bahar

Wakil Rektor IV Unhas Prof.dr. Budu, Ph.D Membuka Sosialisasi DIPI di Unhas

Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) melakukan sosialisasi penelitian dan mekanisme pendanaannya di Gedung Rektorat Unhas, Kamis (9/6). “ini adalah kali pertama kami melakukan sosialisasi ke Kampus Unhas dan Insya Allah akan kami lakukan lagi nanti,” kata Direktur Eksekutif DIPI, J.W. Saputro, PhD.  Sosialisasi ini dibuka oleh Wakil Rektor IV Unhas Prof. dr. Budu, PhD.

Salah satu tujuan dibentuknya DIPI, menurut Saputro, untuk memperbaiki lingkungan meneliti di Indonesia. “Ini bukan keluhan, dan tidak pula ingin menyampaikan keburukan kita, tetapi kondisi riset environment di Indonesia seperti itulah adanya,” ujar alumni Wiscounsin University ini.

Dijelaskannya, DIPI akan fokus mendanai riset-riset fundamental atau penelitian dasar yang diharapkan akan dapat menghasilkan penghargaan Nobel atau paling tidak menjadi nominasi Nobel di kemudian hari.  “Karena target itu, sehingga fokus kita mendanai penelitian-penelitian dasar yang beorientasi social science maupun natural science,” kata Saputro. 

Selain itu, alumni S1 IPB ini menyampaikan kalau bentuk pertanggungjawaban administrasi keuangan yang diberlakukan untuk penelitian di DIPI  juga berbeda dengan yang berlaku di Dikti karena DIPI menggunakan dana diluar siklus APBN. “DIPI akan menggunakan sistem pertanggungjawaban keuangan tersendiri dengan memanfaatkan fiscal agent,” ujarnya

Direktur DIPI ini juga menyinggung masih terbatasnya dana untuk riset di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga. “Budget riset di Indonesia saat ini baru sekitar 0,09% dari GDP. Coba bandingkan dengan Korea Selatan misalnya yang menyiapkan dana penelitian  sekitar 4,2%  dari GDP.  Dampaknya juga bisa kita lihat, produktivitas sains kita di Asean sudah di urutan ke-5. Sudah disalip lagi sama Vietnam, ” ungkap Saputro.

DIPI adalah sebuah lembaga negara  yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).  Organisasi ini merupakan lembaga mandiri non struktural.  “Jadi tidak dibawahi kementerian Ristek Dikti, tetapi kita bekerjasama dengan sangat baik,” kata Saputro.

Read also :