Banyak Paten Jepang Bahan Baku Indonesia

3 Aug 2016 , humas01 Akademik

Prof.Dr.Ir.Abu Bakar Tawali (kiri) dan Prof.Dr.Ir.Amran Laga, M.S.

Banyak produk yang sudah beredar di masyarakat Indonesia dan sudah dipatenkan negara lain, dalam hal ini Jepang, ternyata menggunakan bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia.  Ini yang tidak kalah menarik dari paparan  Amran Laga, terungkapnya sejumlah paten Jepang yang menggunakan bahan dari Indonesia. Ini membuktikan, banyak sumber daya alam Indonesia yang tidak termanfaatkan di dalam negeri.

‘’Misalnya saja paten dengan judul ‘’Anti Aging Agent’’ yang memanfaatkan sambiloto dan kamukus.’’Hair Tonic’’ memanfaatkan Cabe Jawa. ‘’Beautififying and Whitening Dermal Preparation for External Use’’ yang menggunakan gambir lumping,’’ papar Amran Laga, dalam makalahnya yang bertajuk ‘’Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual’’ pada acara Sosialisasi Pengembangan Penelitian Berpotensi Paten dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Gedung Ipteks Unhas, Rabu (3/8/2016).

Ia menambahkan, masih produk lain yang menggunakan produk sumber daya alam Indonesia yang digunakan produk asal negeri Sakura itu. Contohnya, ‘’Anti Bacterial Agent’’ yang berasal dari bahan atau tanaman gondopuro, lengkuas, dan daun sukun. Produk ‘’Preparation of Soybean Jam’’ dari bahan tempe, dan ‘’Production of Baked Confectioneries Containing Fermented Soybean Mixed with Tempe’’. Semua paten ini lengkap dengan nomor patennya.

Ekonomis & Industrilistik

Pada bagian lain paparannya, Amran Laga mengatakan, secanggih apa pun temuan kita, jika tidak bernilai ekonomis dan tidak dapat diterapkan di industrim akan sulit dipatenkan. Suatu invensi (ide enventor, penemu) dapat disetujui diberi paten bila hasil pemeriksaan substantive atas invensi (temuan) itu baru, mengandung langkah inventif (bersifat temuan), dapat diterapkan dalam industri,  dan memenuhi ketentuan lain dalam UU Paten.

‘’Terhadap invensi yang memenuhi syarat ini Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJ HKI) memberikan Sertifikat Paten,’’ kata.Amran Laga,

Manfaat perlindungan invensi dengan sistem paten, kata Amran Laga, mencegah pihak lain mengeksploitasi potensi ekonomi dan invensi. Juga mencegah pihak lain melakukan pengembangan invensi tanpa izin/lisensi atau tanpa mengikutsertakan pihak yang pertama kali menghasilkan invensi/teknologi.

Penolakan permohonan paten dapat berupa invensi yang tidak memenuhi salah satu syarat seperti, baru, mengandung langkah inventif, dapat diterapkan dalam industri, da atau  ketentuan lain dalam UU Paten. (*).

 

 

 

 

 

 

Baca juga :