Agar Sadar Kanker, Masyarakat Perlu Diedukasi

14 Jun 2016 , humas01 Press Release

Dirut RS Unhas Dr. dr. Andi Fachruddin Benyamin, Sp.PD, KHOM (kiri) dan dr. Suherman Hadi Saputra, Sp.Onk.Rad. (Foto:mda).

Penderita kanker yang berobat di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin kebanyakan sudah pada kondisi stadium lanjut, sehingga harus menjalani delay therapy (terapi tertunda). Para pasien tersebut pada umumnya berobat di rumah sakit setelah melakukan pengobatan alternatif di berbagai tempat.

‘’Jadi, mereka itu banyak yang kita tangani setelah kondisinya berada pada stadium lanjut,’’ kata Direktur Utama RS Unhas  Dr. dr. Andi Fachruddin Benyamin, Sp.PD, KHOM ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/6).

Rumah Sakit Unhas, Rabu (15/6) melaksanakan ‘’Sosialisasi Pemanfaatan Gedung B dan C’’ yang lantai 1-nya digunakan sebagai UGD dan fasilitan pendidikan. Acara sosialisasi itu dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu dan segenap pimpinan Unhas dan RS Unhas serta para dokter.

Guna mencegah pasien tidak menderita kanker pada stadiun lanjut, sebaiknya masyarakat perlu diedukasi guna memahamkan akan bahaya kanker dan perluya upaya pencegahan terhadap penyakit kanker secara dini. Kepada masyarakat harus diinformasikan cara hidup sehat dengan cara mengenali gejala dan deteksi kanker lebih dini.

‘’Untuk perempuan yang sudah berusia 40 tahun ke atas harus melakukan papsmir, pemeriksaan kanker leher Rahim, ’’ ujar Andi Fachruddin Benyamin yang didampingi dr.Suherman Hadi Saputra, Sp.Onk.Rad, salah seorang dokter spesialis Onkologi Radiologi RS Unhas.

Andi Fachruddin Benyamin mengatakan, Puskesmas sebenarnya dapat berperan lebih awal mencegah penyakit kanker mulut rahim. Keterlambatan seorang pasien memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit, terkadang juga disebabkan oleh kalangan keluarga juga yang lebih memilih menggunakan pengobatan alternative sebelum ke rumah sakit.

Di RS Unhas, jenis kanker terbanyak yang ditangani adalah kanker kepala leher (nasofarin), kanker payudara, kanker serviks, dan kanker getah bening. Penanganan terhadap pasien penderita kanker stadium lanjut ini juga mengakibatkan terapinya sangat lambat.

Dokter spesialis Onkologi Radiologi RS Unhas, Suherman Hadi Sapura (36) menambahkan, untuk kanker payudara memiliki jutaan varian, yang ditentukan oleh perilaku sel tumor dan patologi anatomi (PA)-nya. Tingkat keberhasilan penanganan pasien penyakit kanker ini sangat ditentukan oleh stadium berapa pasien itu ditangani rumah sakit.

‘’Selama ini, banyak pasien justru ditangani pada saat sudah dalam kondisi stadium lanjut,’’ Suherman Hadi Saputra menambahkan. (*).  

 

Baca juga :