Unhas Pelopor Implementasi Badan Usaha Milik Rakyat

3 Mar 2016 , Pengabdian Masyarakat

Menindaklanjuti gagasan mantan Menteri Negara BUMN, Dr. Tanri Abeng MBA, tentang Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR), Unhas memulai program Program Pengembangan dan Pemberdayaan BUMR pada lima komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Ternak Sapi Potong, Rumput Laut, Kakao, Pelayaran Rakyat (Pelra), dan Padi/Beras.

“Saya perlu acungkan jempol kepada Unhas sebagai pelopor dari pengembangan BUMR dan telah melaksanakan lima model pembangunan yang sektabel, punya pasar, dan profitable. Saya perlu angkat tangan kepada Unhas yang dengan segera mengangkat pemikiran-pemikiran baru yang akan berperan besar memperbaiki ekonomi bangsa dan negara.,” papar Tanri Abeng dalam diskusi mengenai Roadmap Pengembangan dan Pemberdayaan BUMR 2020 di Ruang Rapat  A, Rabu (2/3).

Tanri juga memaparkan jika ia optimis pengembangan BUMR ini akan berdampak besar pada ekonomi negara yang dibangun dari bawah. Ketergantungan akan bahan impor terutama pada sektor pangan tidak akan lagi terjadi karena bahan baku disediakan oleh rakyat.

Melalui BUMR ini, paparnya, usaha-usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan akan dihidupkan. Sebab jika basis bahan baku yang bersumber dari ekonomi rakyat tidak efektif, industri juga tidak efektif. “Sebenarnya tidak ada negara yang miskin, yang ada adalah negara yang tidak terkelola dengan baik,” tambahnya.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu tersebut, pengembangan lima komoditas dibahas oleh beberapa guru besar yang ahli di bidangnya. Lima komoditas yang dikembangkan dan menjadi perhatian Unhas dalam satu dua tahun ke belakang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Misalnya, Peternakan Sapi Potong Unhas yang berada di Maiwa Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan pemerintah daerah di lahan 281 hektar. Sementara Pengembangan Rumput Laut yang dikelola oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan yang berada di Takalar bekerjasama dengan Koperasi Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Kospermindo). Pengembangan Pelayaran Rakyat di Kawasan Indonesia Timur bekerjasama dengan Asosiasi Pelayaran Rakyat dan pengembangan komoditas kakao yang dipusatkan di Parigi Montong, Sulawesi Tengah, bekerjasama dengan PT Bajabang Niaga Internasional.

“Dalam satu tahun dua tahun ini kita sudah implementasikan. Kita memang membutuhkan kelembagaan yang mewadahi orang-orang yang terlibat dalam ekonomi rakyat ini,” tutur Dwia. (DNA-HUMAS)

Baca juga :